Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
bandung


__ADS_3

dua tahun setelah kepergian bunda semuanya terlihat baik-baik saja tapi yang terlihat di luar belum tentu itu yang ada di dalam.


dua tahun aku menatap di jakarta di dampingi ayah tercinta yang tetap memilih setia kepada bidadari tak bersayap nya, ayah bilang dia ingin seperti habibi yang selalu setia terhadap ainun yang sudah bertahun-tahun duluan meninggalkannya iya, ayah sangat mengagumi sosok habibi.


aku sudah memiliki tiga keponakan satu perempuan dan dua laki-laki salsa memiliki adik yang bernama ahmad dan bang anton memiliki anak yang bernama kamil, dan sebentar lagi keponakan ke empat akan datang. ya, kak rika telah mengandung dan usianya 7 bulan aku bahagia melihat mereka bahagia dan sekarang aku mau mencari kebahagiaanku.


hari ini 5 juni 2020 di hari ulang tahun ku yang ke-24 tahun aku memilih untuk pergi menyusul saras ke bandung ya sahabat satu-satunya yang kupunya itu akan menikah pada tanggal 7 juni 2020 dia menikah dengan salah satu ustad di pesantren tempat ia tinggal, aku turut bahagia atas pernikahannya.


perjalanan yang cukup melelahkan aku menghabiskan waktu selama 3 jam kurang lebih seharusnya sih tidak selama itu menuju bandung tapi dengan bodohnya aku lupa untuk meminta saras mengirim lokasi tempat ia tinggal dan berakhir lah aku muter-muter di jalan.


dan di sinilah aku sekarang di salah satu pesantren yang ternama di bandung kata saras yang punya pesantren masih sangat muda dan belum menikah saras sendiri belum pernah melihat nya karena yang punya pesantren masih menempuh pendidikan di kairo tapi, masalahnya bukan itu sekarang, sekarang masalah yang paling besar adalah saras memperlihatkan kebodoyan nya di halayak ramai dia sedang berlari ke arah ku sambi berteriak.


"ahhhh citaraaaasaaaa"


astaga manusia satu ini tidak pernah berubah bukan dia yang malu tapi aku.


"citaaa aku rindu" kata saras sambil memeluk ku


"ko lama bangat sih nyampenya? gak ada masalah kan? kamu baik-baik aja kan?" kebiasaan


"nanya satu-satu ras"


"ini yang paling penting, kamu kangan aku gak?" tanya saras dengan mata yang berbinar


"hmmm"


"yang jelas dong ngomong nya"


"tidak terlalu sih"


"lah kenapa? aku aja kangen"


"ya masalah nya kan kita baru ketemu satu minggu yang lalu pas kamu minta izin mau nikah"


iya satu minggu yang lalu saras datang ke rumah ku meminta izin untuk menikah aneh emang tapi, itu lah saras dia bukan meminta izin kepada ku tapi dia meminta izin kepada ayah di juga meminta agar ayah yang menjadi wali nikahnya di situ saras menangis katanya dia tidak punya siapa-siapa dan ayah juga sudah menganggap saras sebagai anak nya sendiri. oh ya kenapa ayah tidak datang kesini bersama ku? itu karena ayah sudah duluan datang kesini satu hari lebih dulu dengan ku.


"iya juga sih, yaudah jadi gimana perjalanan mu kesini? lancar?"


"tidak"


"lah kenapa? ada masah di jalan?"


"iya, aku nyasar"


"ffhh hahahaha"


"tertawa saja sebelum ada undang-undang yang melarang untuk tertawa" kesal ku

__ADS_1


"astaga, ko bisa nyasar sih?" tanya saras masih dengan sedikit tawa


"tau ah, cape kamu tidak mau ajak aku istirahat gitu?"


" baiklah dokter citra ayuningtias silahkan ikut dengan saya karena saya akan mengantar anda ke kamar anda"


"hmmm"


"cit"


"emm"


"ini pertama kali kamu ke bandung ya?"


"iya"


"ambil cuti berapa hari?"


"dua minggu"


"wahhh sekali nya ngambil cuti gak nanggung ya?"


"harus dong"


"kalo gitu aku harus ajak kamu tour di bandung"


"kenapa gak bisa?"


"dua hari lagi kan kamu nikah, otomatis waktu kamu akan full sama suami dong"


"siapa yang bilang?"


"aku barusan"


"ya kan aku izin nanti"


"serah lah"


"cit cit cit"


"apa sih aku mau istirahat ni" kesal ku karna setiap kali aku memejam kan mata saras selalu ganggu


"kata nya pimpinsn pesanteten ini mau balik lo"


"trus? "


"iya dia akan segera mengambil alih pesantren ini"

__ADS_1


"hubungan nya sama ku apa?"


"ya gak ada juga sih" kata saras sambil menggaruk tengkuk nya yang ku jamin itu tidak gatal


"ok, aku mau istirahat"


"gak bole, ayo kita keliling bandung sekarang"


"what? jangan gila ras aku masih cape setir mobil dari jakarta kesini sendirian"


"kan sekarang aku yang nyertir"


"ya kan aku masih cape ras"


"kamu nanti istirahat di mobil aja"


"tapi kan"


"ayo lah cit aku gerogi ni, pada hal nikahan ku masih dua hari lagi aku uda gerogi dari lima hari yang lalu, sampai aku gak pokus kerja lo cit, bayangin ya sengkin gerogi nya orang sakit perut obat yang ku kasih obat cacing parah gak tu" kata saras menggebu-gebu


"buahahahahahh" akhir nya tawa ku pecah sangat jarang aku tertawa selepas ini bahkan aku sudah tidak ingat kapan aku terakhir ketawa lepas


"kamu tertawa cit?" tanya saras bingung sambil mengucek mata nya berkali-kali


"hmm jadi tidak?"


"kemana?" tanya saras dengan bodoh nya


"kata nya tadi mau jalan-jalan"


" haruskah aku melakukan kebodohan yang lebih parah lagi biar aku bisa melihat kamu tertawa citra?" kata saras


"serah"


" aku senang bisa melihat kamu tertawa lepas citra dan aku pun rela melakukan kebodohan yang lebih parah lagi agar kamu bisa tertawa, jujur selama bertahun-tahun kita bersahabat baru kali ini aku melihat tawa mu yang seperti ini tetaplah bahagia"


" jujur aku pun tidak tahu kapan terakhir kali aku tertawa selepas ini dan terima kasih kamu telah menghadirkan tawa itu kembali dan aku akan tetap bahagia di saat orang-orang yang ku sayangi bahagia termasuk kamu, berbahagialah dengan kehidupan yang sekarang ini jangan pernah mengatakan kamu tidak punya siapa-siapa kamu punya aku, punya ayah dan punya abang-abang ku, aku dan seluruh keluarga ku adalah keluarga mu juga"


"terima kasih" kata saras sambil memeluk ku


dan berakhir lah aku dan saras menjelajahi kotak bandung sarah sangat antusias memperkenal kan setiap sudut kota bandung yang kami lewati dan aku pun sama antusias nya, lelah yang kubawa dari jakarta lenyap sudah setelah berada di bandung kota metropolitan yang damai.


lebih dulu kenal bukan berarti dia yang selalu ada di saat kamu susah.


lebih dulu kenal bukan berarti dia tau segala hal tentang kamu.


justru mereka yang datang terlambat terkadang lebih paham akan posisi mu seperti apa saat ini.

__ADS_1


lebih dulu atau lebih akhir tidak menentukan siapa yang akan ada di saat kamu susah. tapi, pada waktu yang telah di berikan kamu bisa tau mana yang hanya singgah dan mana yang akan mentap.


__ADS_2