
Ijab kabul
Hari begitu cepat berlalu tidak terasa hari yang paling membahagiakan dan mendebarkan bagi setiap orang tiba. Hari dimana Ilyas akan mengambil penuh tanggung jawab atas citra dari ayah nya, hari dimana status akan berubah, tanggung jawab akan bertambah dan tentunya kebahagiaan akan berlipat ganda. Tepat pada hari Senin 2 February 2022 citra dan Ilyas akan menyempurnakan agama mereka dengan sah di mata agama dan hukum.
"Kamu sangat cantik dek" kata Rika di samping citra, saat ini hanya mereka berdua yang ada di dalam kamar karena beberapa menit yang lalu penata rias telah menyelesaikan tugas mereka.
"Kakak juga"
"Kakak gak nyangka akan mengambil perna bunda di hari bahagia mu" kata Rani dengan suara yang bergetar dengan mata yang berkaca-kaca tapi dengan bibir yang tersenyum.
"Citra juga tidak menyangka akan menikah tanpa sosok bunda, citra pikir citra akan menikah dengan adanya sosok keluarga yang lengkap" jawab citra juga dengan suara yang bergetar.
"Fiuhh, kita tidak boleh menangis nanti mek up kita luntur dan kakak yakin bunda juga pasti ada di dekat kita menyaksikan satu-persatu acara yang berlangsung dengan tersenyum bagia karena putri bungsu nya mendapatkan lelaki yang baik yang bisa membimbing mu ke surga nanti" kata Rika untuk mencairkan suasana.
"Kak" panggil citra setelah terdiam beberapa menit
"Hmmm"
"Gimana rasanya menikah?" Tanya citra malu-malu
__ADS_1
"Rasanya sangat membahagiakan, kamu punya teman cerita yang akan selalu ada di samping kamu kapan pun kamu butuh, kamu akan punya kesibukan baru yang tentunya sangat menyenangkan dan berhadiah kan pahala yang besar yaitu dengan merawat suami mu dan kamu akan mendapatkan pelukan hangat dan menenangkan di saat tidur " kata Rani dengan suara menggoda di akhir kata.
"Tapi tidak semuanya menyenangkan bukan?" Tanya citra lagi seolah tidak mendengar nada godaan Rani.
"Namanya juga rumah tangga yang di tempati dua manusia yang awalnya tidak saling mengenal, dua kepala yang pasti akan memiliki pola pikir yang berbeda, perdebatan kecil pasti akan selalu ada tapi itu yang akan membuat rumah tangga tidak terasa hambar. Dalam rumah tangga komunikasi adalah hal yang sangat penting jangan pikirkan apa-apa sendiri tapi coba komunikasi yang baik dan pikiran mencari solusi yang terbaik. Jangan mengambil tindakan dalam keadaan emosi tapi pikiran dengan tenang dan Kakak yakin suami mu juga akan sangat mengayomi dan mencintai kamu, kakak yakin kamu akan menjalani kehidupan rumah tangganya yang harmonis seperti impian semua orang "
"Amin"
Sedangkan di luar rumah Ilyas dan keluarga nya baru saja sampai. Ilyas dengan baju jubah putih tulang serta sorban yang bertengger indah di lehernya dan juga kopiah putih nya. mereka langsung menuju meja akad nikah setelah mendengar instruksi dari pembawa acara. Di depan Ilyas sudah ada ayah Mansyur dan dua orang saksi serta seorang penghulu. Dengan di dampingi ustadz Yusuf Ilyas duduk di depan ayah mertua nya.
Dengan tangan bergetar Ilyas menyambut uluran tangan ayah dari calon istri nya menggenggam nya dengan erat seolah dia mengatakan sudah sangat siap menggantikan peran ayah mertua nya itu.
Sementara di dalam kamar citra dan Rika turut deg-degan dengan mata yang mengarah ke tv yang mana di dalam nya sedang menayangkan acara akad nikah yang sedang berlangsung.
"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya seorang penghulu paruh baya pada dua orang saksi
"Sahhhhh" kata sah menggema dalam rumah citra bertepatan dengan itu air mata Ilyas jatuh tanpa di minta begitu pun dengan tiga orang lelaki yang sangat menyayangi dan mencintai citra sejak kecil mereka adalah Mansyur ayah nya citra, Agung Abang cuek nya citra dan Agung Abang jahil nya citra. Dan di dalam kamar dua orang wanita yang sudah sah menjadi seorang istri berpelukan sambil menangis bahagia mereka adalah citra dan Rani.
"Selamat menempuh hidup baru dek, kakak sangat bahagia untuk mu"
__ADS_1
Setela berdoa untuk kedua mempelai yang dipimpin oleh penghulu sang pembawa acara menyuruh untuk pengantin wanitanya keluar dari kamar dan tak lama setelah itu seluruh mata langsung menatap kearah tangga yang di atas sana sudah ada citra dan Rani yang perlahan menuruni tangga satu persatu.tepat di pertengahan tangga Anton dan agung langsung menggandeng citra dengan Rani di belakang mereka.
Di anak tangga terakhir sudah ada ayah Mansyur yang menunggu putri bungsu nya dengan senyum tulus dibibir nya dan mengulurkan tangan nya pada sang putri, bukan mengambil uluran tangan itu citra malah langsung memeluk cinta pertama nya itu
"Ayah"
"Ibu bidan nya ayah, bungsu nya bunda, kesayangan nya Anton dan agung dan saingan nya Rika sudah besar dan sudah menikah, ayah sangat senang dan bunda juga pasti sangat senang karena ayah menyerah kan putri bungsu nya pada orang yang baik" kata ayah citra dengan air mata yang mengalir tak berselang lama Anton, agung dan Rika ikut memeluk ayah dan adik mereka, kejadian itu membuat semua orang yang hadir terharu sekaligus iri melihat betapa di sayangi nya citra dalam keluarga nya.
"Sudah berpelukan nya sekarang mari kita serahkan citra pada lelaki pilihan citra dan pilihan kita semua" kata ayah citra sambil berjalan mendekat ke arah Ilyas yang berbeda di antara umi dan Abi nya.
"Nak Ilyas tolong jaga, kasihi dan cinta citra sebagaimana kami menjaga dan mencintai citra dulu, sekarang maupun nanti" kata ayah citra dengan suara yang kembali bergetar
"Tolong bimbing Ilyas untuk menjaga permata berharga kalian yah, tegur dan hukum Ilyas bila Ilyas dengan sengaja melukai hati maupun pisik permata berharga kalian ini" kata Ilyas dengan mata yang berkaca-kaca sedangkan citra sudah menitikkan air mata nya.
"Jaga adik kami dengan baik" kata agung
"Sayang kan berusaha semampu saya bang"
"Bawa sering adik ku kesini" kata anton dengan isakan yang terdengar jelas
__ADS_1
"Ingatkan saya bila saya lupa bang"
"Akan aku ingatkan setiap hari" jawab Anton yang membuat semua orang terkekeh karena mendengar jawaban Anton. Tangan Mansyur, agung dan Anton sudang menggenggam tangan kanan citra untuk di serahkan pada Ilyas, perlahan tangan mulus dan dingin citra menyentuh tangan dingin dan mulus milik Ilyas. Ilyas menggenggam tangan citra dan citra langsung mencium tangan Ilyas dengan Ilyas yang memegang kepala citra dan membacakan doa untuk istri nya.