Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
kabar bahagia lagi


__ADS_3

siang hari aku masih berada di kampus satu mata kuliah lagi yang harus aku selesaikan di hari yang cerah ini.


"citra kau di panggil dekan ke ruangan nya" kata salah satu siswa bernama agus


"sekarang kak" kata ku, ya memang semua orang di kelas ini ku panggil dengan sebutan kakak, bukan apa-apa tapi karna mereka lebih tua 2 tahun di atas ku


"ya elah, gak usa panggil kakak juga kali, kelihatan bangat tua nya"


"gak sopan ka"


"terserah lah, sana temui dekan" suruh nya kembali


"baik, terima kasih ka, aku pergi dulu"


"hati-hati nyasar hahahaha"


"tidak lucu ka"


"tidak lucu kah? baik lah besok-besok aku akan belajar ngelucu biar kamu tidak terlalu serius"


aku tidak terlalu memperdulikan ya karena kak agus memang seperti itu orang nya. yang aku bingung kan kenapa aku dipanggil ke ruang dekan? kalau masalah pembayaran aku tidak pernah membayar uang semester karena aku mendapatkan beasiswa, atau mungkin yang nilai ku menurun? tapi, tidak mungkin karena menurutku cara belajar ku masih tetap sama dan akupun tidak mengalami kesulitan dalam belajar.


sesampai nya di ruang dekan aku menarik napas dalam-dalam entah mengapa aku jadi deg-deg kan, tidak biasa nya aku begini.


"permisi, apa benar bapak memanggil saya? " tanya ku langsung


"citra ayu ningtias, silahkan duduk" suruh pak dekan, lalu memberi kan map berwarna biru Kepada ku


"apa ini pa? " tanya ku binggung


"silahkan di buka" suruh pak dekan dan akupun membukanya membacanya sateliti mungkin dan angkah terkejutnya aku setelah mengetahui isi dari map itu aku langsung menatap pak dekan dia tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, aku tidak bisa lagi berkata-kata mataku sudah berkaca-kaca aku tidak bisa menahan air mata ku untuk tidak terjatuh dan akhirnya air bening itu lolos dari pupuk mataku.


"selamat kamu adalah murid yang sangat berperestasi, dan kami dari pihak kampus tidak akan menyia-nyiakan kecerdasan mu, kami mendaptarkan mu mengikuti pertukaran mahasiswa di swiss tapi mereka meminta kamu untuk menjadi mahasiswa tetap mereka. dan jika kamu bisa mempertahan kan nilai mu, kamu akan mendapat beasiswa S2 di london" kata pak dekan panjang lebar, dan aku hanya menyimak dengan air mata yang tidak mau berhenti


" kami dari pihak kampus berharap agar kamu tidak mengecewakan kami, kami sangat bangga memiliki mahasiswa seperti mu dan kami memberikan ijin untukmu agar melanjutkan pendidikan ke kampus yang lebih baik lagi"


"terima kasih pak" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut ku


"apakah kamu mau mengambil kesempatan ini?"


"saya akan tanyakan orang tua saya dulu pak"

__ADS_1


"kami berharap agar kamu tidak mengecewakan kami, karna mendapatkan ini tidak lah mudah"


"saya usahakan yang terbaik pak"


"baik lah, jika kamu sudah mendapatkan ijin segera temui saya agar segala sesuatu nya segera di urus dan kamu segera berangkat"


"baik pak, sekali lagi terima kasih" ucap ku sambil mencium tangan pak dekan dan dia hanya tersenyum sambil mengusap Kepala ku yang terbalut pasmina dongker


"selamat atas keberhasilan mu" kata pak dekan


"terima kasih pak, saya janji tidak akan mengecewakan bapak dan kampus ini"


"bapak percarya pada mu"


"sekali lagi terima kasih pak, saya pamit"


aku tidak percaya akan kabar gembira hari ini aku pikir ini adalah sebuah mimpi tapi tidak, ini adalah kenyataan, aku terus menepuk pipi kanan dan kiri ku dengan tangan tapi ini terasa nyata berarti aku tidak bermimpi aku berlari keluar dari kampus langsung ke kosan ku di sana sudah ada saras yang ingin berangkat bekerja karena saras masih terus bekerja dia tidak se beruntung aku dia tidak mendapatkan beasiswa.


"kamu kenapa? kenapa menangis?" tanya saras heran, aku hanya memeluk nya dan melonpat-lompat kegirangan tertawa sambil menangis, saras pun ikut melonpat-lompat karna aku menarik tangan nya.


"hey stop aku pusing" kata saras


"kamu kenapa? " tanya nya lagi aku tidak menjawab tapi aku langsung mengambil map dan HP yang ada di tas ku, aku memberi kan map itu pada saras dan aku menghubingi bunda di kampung melalui panggilan video.


"waalaikumussalam dek, kenapa berteriak?" tanya bunda heran


"kau kenapa dek" tanya bang anton heran karna mendengar teriakan ku


"bunda" kata ku sambil menangis, bunda dan yang lainnya panik karena kebetulan mereka sedang kumpul di ruangan tengah.


"bundaaaaa ayahaaaa" kataku lagi sambil menangis tapi diiringi dengan senyum aku tidak bisa mengekspresikan kebahagiaanku kali ini sedangkan yang aku hubungi mereka terlihat panik semuanya.


"kamu kenapa buk bidan" kata ayah yang ikut panik


"ayah" kata ku


"citraaaaaaaa" kata saras berteriak di sampingku di menangis dia telah membaca isi dari map itu dia memelukku sangat kuat, inikah namanya sahabat setia? pikir ku.


"selamat selamat selamat" kata saras sambil memeluk ku


"aaaaaaa aku bangga punya teman seperti mu" kata saras sambil terus memeluk ku, sedangkan yang di ujung Sana menatap kami heran.

__ADS_1


"citra, dek dek" panggil bunda


"iya bunda" kata ku dengan senyum yang tidak pernah hilang


"kenapa dek? " tanya bunda, semua orang yang di Sana menunggu jawaban ku.


" bunda ayah citra dapat beasiswa ke swiss"kata ku sambil berteriak, tapi mereka tidak bereaksi sama sekali mungkin mereka masih memikirkan apa yang aku katakan barusan.


" bunda aku dapat biasiswa keluar negeri" kata aku kembali membuyarkan lamunan mereka


"kamu serius dek" kata bang anton, dan aku hanya menggukkan kepala, sedangkan saras di samping ku hanya guling-gulung sambil memeluk map biru itu.


"kamu tidak bercanda?" kata ka rika


"tidak sama sekali"


"bunda sama ayah tidak senang? " kata ku karena tidak melihat reaksi bahagia dari ayah dan bunda yang kulihat mereka hanya bingung atau mereka terlalu bahagia sampai-sampai mereka lupa mengekspresikan bahagia mereka?.


" bun, yah adik dapat beasiswa di luar negeri bunda sama ayah tidak senang kah? "kata bang agung


" bunda tidak bisa lagi berkata-kata bunda sangat senang putri bunda sekolah di luar negeri ini seperti mimpi" kata bunda sambil menangis dan ayah pun ikut menangis ini kali pertama aku melihat ayah menangis bang agung, bang anton dan ka rika juga ikut menangis tapi tidak dengan kedua kakak ipar aku merekanya tersenyum mungkin mereka belum tahu perjuangan ku agar bisa kuliah.


" ibu bidan ayah akan menjadi dokter benaran"kata ayah dengan suara yang bergetar


" ini berkat doa ayah sama bunda begitupun abang dan kakak" kataku sambil menangis


" yah, bun adek meminta izin dan restu ayah dan bunda untuk bisa melanjutkan pendidikan adek ke jenjang yang lebih tinggi lagi"


"lakukan dek" kata ayah


" itu artinya kita akan berpisah lebih lama lagi" kata bunda sontak itu membuat ku kembali menangis aku tahu tentang kerinduan bunda yang tidak terkira begitupun dengan ku


" bunda ade akan berusaha agar bisa pulang sebelum adek berangkat ke swiss dan nanti adek akan menceritakan semuanya mengenai beasiswa ini dan adek minta tolong jangan bersedih karena kalau bunda bersedih adek tidak akan bisa melanjutkan nya karena setinggi apapun pendidikan adek dan sebanyak apapun ilmu adek semuanya tidak akan berguna kalau bunda tidak merestui nya"


" cita-cita terbesar adek adalah tidak membuat bunda menangis dan selalu membuat bunda bahagia dan jika bunda tidak menginginkan adek untuk pergi maka adek tidak kan pergi"


" tidak dek kamu harus pergi bunda menginginkanmu untuk pergi bunda tidak akan pernah melarang mu untuk menggapai ilmu yang lebih banyak lagi bunda bahagia memiliki putri yang sangat cerdas pergilah banggakan bunda di sini dan kamu harus bisa menolong orang nantinya" kata bunda


" benar kata bunda, ibu bidan kami harus sukses harus menjadi seorang dokter yang cerdas dan tidak membeda-bedakan status, nanti adek harus menolong orang tanpa melihat dari latar belakangnya kamu harus memberikan harapan kepada mereka yang telah putus asa" kata ayah dan aku hanya mendengarkan petuah dari ayah dan bunda


" terima kasih yah, terima kasih bun adek tidak akan mengecewakan ayah dan bunda insya allah adek akan pulang dalam jangka waktu yang dekat ini adek sayang kalian"

__ADS_1


"sudah dulu yah, bun adek harus mengurus segala sesuatunya karena dekan adek mengatakan dalam jangka waktu dekat ini adek sudah harus berada di swiss maka dari itu adek haris ke kampus sekarang assalamualaikum"


terima kasih tuhan karena memberikan ku kebahagiaan yang tidak terkira, aku tahu di setiap derita yang engkau berikan akan ada bahagia di ujung dari derita itu, terima kasih tuhan karena telah menguatkan ku dalam menghadapi derita yang kau berikan dan kuatkan pula aku dalam menghadapi bahagia yang engkau berikan, karena aku tahu disaat aku mendapatkan kebahagiaan maka di situ akan banyak ujian dan cobaan terima kasih tuhan.


__ADS_2