
"dek, ko uda pulang?" tanya bunda setelah dokter keluar
"kan bunda sakit"
"emang gak ganggu sekolah adek?"
"kan uda selesai bun"
"oh iya bunda lupa"
"rencananya juga mau pulang kesini ko bun tapi ade selesai in dulu urusan adek yang di sana. rencananya minggu depan adek uda pulang dan mau kasih bunda kejutan tapi malah adek yang terkejut tau bunda sakit"
"maap in bunda ya ngerepotin adek"
"lah ko ngomong gitu, bunda tidak pernah ngerepotin ko"
"dek"
"ya bun"
"adek harus jadi anak yang kuat ya, ngak boleh cengeng, gak boleh terlalu larut dalam ke sedihan, dan harus bisa menggapai mimpi ade sendiri"
"iya bun, adek akan gapai mimpi adek dengan di dampingi bunda"
"tapi bunda ngak bisa selama nya sama ade"
"ko bunda ngomong gitu? emang bunda tidak mau lagi temani adek buat gapai semua nya?"
"bukan gitu dek, tapi kan umur ngak ada yang tau"
"dan aku doain semoga umur bunda panjang agar bunda bisa menemani adek untuk menggapai semua mimpi adek"
"dengarin bunda ya, jangan di potong omongan bunda"
"tidak janji ya bun"
"tapi usahain ya"
__ADS_1
"insaallah"
" dek, semua yang bernyawa itu pasti akan mengalami yang namanya kematian dan setiap kematian pasti meninggalkan luka yang mendalam baik untuk keluarga yang ditinggalkan maupun yang meninggalkan. bunda yakin adek adalah anak yang paling kuat buktinya adek bisa hidup di negeri orang tanpa ada keluarga di dekat adek"
" bunda senang adek menjadi anak yang sukses bunda merasa berhasil mendidik adek. walaupun selama ini kita saling berjauhan tapi yakinlah dek bunda selalu mendoakan mu sampai kapanpun itu, adek dan saudara-saudara mu yang lain adalah kebanggaan bunda, bunda bangga melahirkan anak-anak seperti kalian, bunda tidak menyangka bahwa bunda akan mendapatkan sebuah hadiah yang sangat besar dengan hadirnya kalian"
"kamu juga senang bisa lahir dari rahim bunda" kat bang anton yang tiba-tiba datang begitu pun bang agung, ayah dan ka rika sedangkan dua kaka ipar ku berada di luar
"iya bun, bunda sama ayah adalah yang terhebat" kata ka rika
" bank agung sama bang anton mau janji gak sama bunda?" tanya bunda
"janji apa bun, kalo kita bisa pasti kita usahain" kata bang agung dan di anggukin bang anton
" kalian harus janji jaga dan lindungi adik-adik kalian, kalian harus saling melindungi, saling menyayangi dan menghormati. nanti kalau bunda dan ayah sudah tidak ada kalian harus menggantikan peran ayah dan bunda untuk adik-adik kalian"
" dan rika kamu harus menjadi kakak yang peduli, sayangi dan jaga adik kamu kalian tidak boleh bermusuhan kalian tidak boleh saing cemburu apalagi rika sudah mau nikah kan?" tanya bunda, ya ka rika mau nikah bulan depan kalo tidak ada halangan
"iya bun" jawab ka rika, sedangkan aku sudah meneteskan air mata sedari tadi, entah kenapa aku mersa ini adalah sebuah pesan terahir
" maaf kalau nanti bunda nggak bisa hadir di pernikahan kakak tapi bunda akan selalu doain kakak yang terbaik"
"kalian boleh menangis hari ini tapi, besok-besok jangan ya"
"yah, terima kasih telah mau menjalani hidup yang penuh dengan rintangan dengan bunda, terima kasih selalu ingatin bunda, memberi kan bunda yang terbaik, titip anak-anak ya yah" tangis bunda pecah sudah, tapi itu cuma sebentar setelah nya dia tersenyum kembali
"dek, jangan menguring diri ya, jangan salah kan diri adek ya"
"bunda tau tidak? hiks hiks hiks aku selalu minta pada tuhan untuk hiks hiks hiks mengambil aku terlebih dulu sebelum di mengambil orang-orang yang aku sayang hiks hiks hiks dan saat ini aku mengingin kan itu"
"jangan dek, gak boleh gitu" kata bunda dengan napas yang mulai berat
"aku paling tidak bisa di tinggalin bun, aku lebih memilih meninggalkan dari pada di tinggalkan"
"Allah sudah mengatur semua nya dek"
"dan aku mau Allah mengabulkan yang ku mau"
__ADS_1
"gak boleh egois dek, semua yang menurut kamu baik belum tentu itu yang terbaik menurut Allah"
"bun... da.. uda... la..... ilahaaaa... illahllahhhhh
muhaaamadurrrro.... rulullohhhhh"
"inanalihaiwainnailaihiroziun" kata ayah
"BUNDAAAAAA HIKS HIKS BUNDAAAA" teriak ka rika
"bunda pergi, bunda pergi hiks hiks hiks bundaaa ahhhh bundaaaa ahh ahh ahh" aku terjatuh di lantai untung ada yang menopang tubuh ku agar jauh tidak terlalu keras dan aku tidak tau siapa yang menolong ku.
bunda ku pergi dengan tersenyum ahh bunda, malaikat tak bersayap itu telah pergi meninggalkan kami disini, ohh bunda entah kata apa lagi yang harus ku tuliskan untuk menggambarkan sosok itu.
"bunda maap kan rika hiks hiks hiks" kaka satu-satu nya yang ku punya terus saja menangis tiada henti sampai dia pingsan, bang anton terus saja memeluk bunda tidak mau melepas kan nya, ayah, spiderman yang tak bisa terbang itu menangis menggam tangan bidadari nya yang sudah tak bernapas itu, bang agung mungkin dia yang paling tegar atau dia berusaha untuk tegar agar adik-adik nya ini kuat? aku pun tidak tau.
yang jelas sekarang kami hancur aku yang berusaha untuk bangkit dari duduk di bantu saras, ternyata saras yang memeluk ku sedari tadi, ternyata baju dia yang telah aku bahasi. suster berisaha melepas alat yang ada di tubuh bunda tapi aku cegah, bulan karna apa tapi aku ingin bunda ku tidak ke sakitan jadi walau pun aku hancur aku harus bisa rawat bunda mungkin ini yang terakhir, aku berisaha menghentikan tangis tapi, tidak bisa, aku melepas satu per satu alat yang ada di tubuh bunda dengan sangat hati-hati karna aku tidak mau bunda ku mersa kan sakit lagi.
bunda, mungkin kah mimpi itu pertanda bahwa bunda akan pergi supaya aku cepat pulang? jika memang iya, pertanda itu sangat berhasil bunda, berkat pertanda itu aku ada di sini.
bunda semonga surga untuk bunda
tuhan jangakan bunda ku
berikan dia tempat terbaik di sisi mu
bersama orang-orang baik pula
bunda.....
tunggu kami
kami akan datang satu per satu untuk menyusul mu
aku sayang bunda
bungsu bunda cinta bunda
__ADS_1
putri bunda rindu bunda
love you mailaikat tak bersayap ku.