
selama aku di Bandung aku hanya mengerjakan pekerjaan Laras dan itu cukup membosankan tidak seperti pekerjaanku di Jakarta yang cukup melelahkan Tapi aku bersyukur selama aku di Bandung aku banyak meluangkan waktu untuk diriku sendiri di jalan-jalan belanja dan masih banyak lagi Bandung cukup baik untukku tidak seperti Jakarta yang sibuk dengan urusan dunianya.
" halo" kataku setelah mengangkat telepon dari Rekan kerjaku di Jakarta
" Kamu harus pulang sekarang karena ada pasien yang harus kita operasi Dan itu membutuhkan bantuan kamu" panggilan kerja yang mendadak membuatku bingung harus melakukan apa dan lagi gerakan kerjaku Terdengar sangat panik terbukti belum sempat aku menjawab ucapannya dia sudah mematikan teleponnya Aku pengen buru-buru menutup Klinik dan bersiap terlambat sedikit saja nyawa orang adalah taruhannya dan bila aku terlambat dan orang yang ingin diselamatkan tak bisa diselamatkan aku dan rekan kerja aku yang lainnya akan merasa sangat bersalah.
jarak Bandung ke Jakarta lumayan jauh belum lagi kalau terjebak macet aku ambil mobil yang tak pernah aku keluarkan dari Garasi selama aku di Bandung mobil itu akan kembali ke bawah ke Jakarta mengemudi sendiri dan mungkin kecepatannya akan di atas rata-rata semoga saja Tuhan melindungi ku.
setelah aku mengeluarkan mobil dari Garasi baru sampai di depan gerbang pesantren mobilku mogok sial iya sangat sial aku yang buru-buru harus ditimpa musibah di waktu yang tidak tepat.
__ADS_1
" mau kemana dok" tanya salah seorang santri di dalam mobil sedan warna hitam dan ternyata di dalamnya juga ada Ustaz Ilyas Henna Kemana mereka Aku pun tidak tahu
" mau ke Jakarta tapi Mobilnya mogok" kata aku aku sambil berusaha membuka bagasi mobil aku
"ngapain ke Jakarta dok"
" ikut dengan kam saja kami juga hendak ke Jakarta kata Ustad Ilyas yang sedari tadi diam dan tanpa menunggu lagi aku langsung membuka pintu belakang mobil Ustaz Ilyas mobil pun berjalan lumayan lambat sih Sampai akhirnya aku meminta kecamatannya dinaikkan belum beberapa menit rekan kerja aku kembali menghubungi itu dan kali ini ini melalui panggilan video.
" dokter operasinya tidak bisa kita tunda lagi pasien semakin melemah sedangkan di rumah sakit ini tidak ada dokter spesialis selain dokter apa yang harus kamu lakukan dalam bahaya"
__ADS_1
" melakukan operasinya dan akan saya pantau dari sini Saya yakin kalian bisa ingat kita pasti bisa menyelamatkan yang orang adalah tugas kita melakukan operasinya sekarang dan saya akan terus mendampingi kalian dari jauh"
mungkin ini terdengar keputusan yang sangat beresiko tapi apa boleh buat kami tidak bisa merelakan yang orang begitu saja operasi pun dilakukan terlihat dari kamera laptopku mereka sangat tegang bukan cuma mereka tapi aku yang hanya melihat saja ikut merasa tegang keringat dingin bercucuran seolah-olah aku ikut melakukan operasi dan jujur ini lebih menegangkan daripada aku sendiri yang melakukan operasi harapanku moga pasien yang hendak kan selamatkan bisa bertahan hidup dan operasinya berjalan dengan lancar.
"dokter jantung pasien mulai melemah"
" Lakukan yang terbaik operasinya sebentar lagi akan selesai ambil pacu jantung sekarang dan lakukan perlahan" kataku dengan suara cara yang agak bergetar Jujur aku bisa mendengar suara detak jantung pasiennya sangat lemah dan akupun mulai takut takut kami melakukan kesalahan dan sialnya lagi kami terjebak macet setelah sampai di Jakarta.
3 jam dalam perjalanan dan itu merupakan 3 jam paling lama yang aku rasakan di akhir-akhir ini sampai di rumah sakit aku langsung berlari menuju ruang operasi tanpa mengucapkan 1 kata terima kasih kepada Ustaz Ilyas dan santri yang membawaku aku ke Jakarta.
__ADS_1