Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka

Diam Dengan Luka Pergi Dengan Luka
jawaban


__ADS_3

"Yah" panggil citra sebelum ikut duduk di taman belakang rumah mereka


"Iya dek, ada apa?" Lama citra terdiam sebelum akhirnya dia membuka suara


"Menurut ayah ustadz Ilyas orang nya seperti apa?"


"Apa kamu sudah mendapatkan jawaban nya dek?"


"Ayah jawab dulu pertanyaan adek" kata cinta sambil memanyunka bibir nya yang membuat Ayah nya terkekeh


"Menurut ayah Ilyas lelaki yang baik dari keluarga yang baik pula dan yang baik lagi adalah dia taat dalam beragama dan sosok seperti Ilyas yang ayah harapkan jadi pendamping hidup putri ayah karena dia nanti tidak hanya mampu melindungi kamu di dunia tapi juga bisa membimbing kamu menuju surga "


"Kenapa ayah bisa seyakin itu? Padahal ayah baru kenal dengan ustadz Ilyas "


"Karena ayah percaya dengan didikan ustadz Yusuf. Ustadz Yusuf itu adalah teman bunda mu dulu dan juga teman ayah, tapi semenjak menikah kami tidak pernah lagi bertemu dan baru kemarin dipertemukan kembali di nikahan nya Saras" kata ayah citra


"Jadi ayah kenal sama ustadz Yusuf?"


"Iya, keluarga ustadz Yusuf juga lah dulu yang membantu ayah untuk menikahi bunda mu, makanya ayah tidak ragu lagi menyerahkan mu pada Ilyas justru ayah akan sangat bersyukur kalo kamu mendapatkan keluarga yang baik seperti keluarga ustadz Yusuf"


"Ustadz Yusuf banyak mambantu ayah dan bunda dulu, ayah merasa banyak hutang budi sama mereka tapi mereka tidak pernah menganggap itu sebagai hutang. Mereka keluarga yang sangat baik" kata ayah citra sambil tersenyum mengenang masa lalu nya dulu.


"Citra mau yah"


"Mau apa?"


"Mau menerima lamaran ustadz Ilyas"? Kata cinta sambil menunduk, sontak ayah citra menatap citra karena kaget dengan jawaban tiba-tiba putri nya.


"Dek"


"Iya yah?" Jawab citra sambil menatap ayah nya.


"Jangan karena cerit ayah tadi kamu jadi menerima lamaran ini karena kalo sampai itu terjadi ayah akan merasa menjadi Ayah yang paling buruk di dunia ini"


"Bukan, bukan karena itu yah, sungguh" kata citra cepat "ayah adalah ayah terhebat di dunia ini citra sangat beruntung menjadi anak ayah"


"Syukur lah. Terus apa jawaban kamu itu bukan karena terpaksa? Apapun jawaban kamu ayah akan turuti nak dan keluarga ustadz Yusuf pun akan menghargai jawaban kamu nanti, jadi apa kamu sudah yakin dengan jawaban kamu tadi?"


"Sudah yah"


"Kenapa kamu bisa seyakin ini?"


"Setelah keluarga ustadz Yusuf datang melamar citra malam nya citra solat istikharah yah, meminta petunjuk pada Allah dan selama seminggu ini citra rutin melakukan nya dan selama seminggu ini pula ustadz Ilyas datang dalam mimpi cinta " jawab citra malu-malu karena mengingat senyum ustadz Ilyas yang begitu teduh dan menenangkan dalam mimpi nya


"Alhamdulillah, kalo gitu biar ayah kabari ustadz Yusuf kalo kamu menerima lamaran mereka, mereka pasti sangat senang" kata ayah citra sambil berjalan cepat menuju kamar nya untuk menghubungi calon besan nya, sementara citra masih diam di tempat nya menikmati warna langit yang perlahan menguning.

__ADS_1


"Ya Allah semoga ini adalah keputusan yang tepat, lancarian segala peroses nya, ini adalah ibadah terpanjang dalam hidup ku dan beri keberkahan dalam ibadah ini, kuatkan kami nanti dalam menghadapi pasang surut nya kehidupan keluarga kami Amin"


"Assalamualaikum pak Yusuf" kata ayah citra setelah sambungan terjawab


"Waalaikumussaam Mansyur, apa kabar kalian disana?"


"Alhamdulillah kami semua baik"


"Alhamdulillah, ada apa telpon sere begini apa ada hal penting?"


"Iya, ini menyangkut lamaran semalam dan cinta sudah memberikan jawaban" kata ayah citra. Sementara di pesantren tepat nya di rumah ustadz Ilyas semua sedang berkumpul termasuk ustadz Ilyas dan adik nya Zahra yang baru pulan dari Tarim sambil menunggu azan magrib dan mereka semua mendengar ap yang di katakan ayah nya citra di telpon.


"Alhamdulillah kalo citra sudah menemukan jawaban nya" jawab ustadz Yusuf sambil melihat kearah anak nya Ilyas yang duduk dengan raut wajah tegang.


"Baru kali ini aku melihat Ilyas setegan itu semoga apa pun nanti jawaban nya kami bisa menerima dengan ikhlas dan semoga itu nanti yang terbaik untuk kedua keluarga" batin ustadz Yusuf


"Semoga jawaban nya sesuai yang kami harapkan " batin umi Aminah


"Jika jawaban nya setuju semoga kakak ipar ku wanita yang membawa penyejuk baru dalam keluarga kami" batin Zahra


"Apapun jawaban nya nanti semoga itu yang terbaik" batin Ilyas


"Jadi apa jawaban citra Mansyur?"


"Alhamdulillah citra menerima lamaran ini pak Yusuf" kata ayah citra dengan penuh semangat di seberang sana.


"Kami sangat senang mendengar nya Mansyur dan secepat nya kami akan datang ke Jakarta untuk membicarakan tanggal pernikahan anak-anak kita nanti"


"Iya pak Yusuf kami akan menunggu kedatangan Kalina , kalo begitu sudah dulu pak Yusuf sebentar lagi masuk waktu magrib "


"Iya Mansyur assalamualaikum"


"Waalaikumussaam"


"Alhamdulillah, umi sangat senang karena sebentar lagi umi akan punya menantu" kata umi Aminah


"Selamat ya a, nanti kalo a'a nikah Zahra mau rikwes ponakan perempuan duluan" kata Zahra yang membuat mereka semua tertawa sedangkan Ilyas langsung mengusap kepala adik nya.


"Emang bisa gitu?" Tanya Ilyas


"Bisa dong, teh citra kan dokter pasti tau caranya buat ponakan cewe" jawab Zahra dengan begitu polos nya "ahhh jadi gak sabar punya ponakan cewe"


"Nikah aja belum dek" kata umi Aminah


"Nikah nya kapan?"

__ADS_1


"Secepatnya " jawab Ilyas


"Anak mu sudah tidak sabar nikah bi" goda umi Aminah yang membuat Ilyas malu-malu kambing.


"Nanti kamu harus menjadi kepala keluarga yang menyayangi dan mengayomi keluarga mu deng baik" kata ustadz Yusuf


"Insyaallah Ilyas akan melakukan yang terbaik sama seperti Abi memimpin kelurga ini"


"A, ceritakan seperti apa teh citra, apa dia sangat cantik?"


"Hmmm sangat cantik " jawab Ilyas malu-malu yang membuat Zahra tersenyum menggoda pada Ilyas


"Lebih cantik mana dari umi?" Tanya Zahra


"Umi adalah wanita yang paling cantik, iya kan Abi?" Kata Ilyas


"Oh jelas, umi kalian adalah wanita yang paling cantik di bumi ini" jawab ustadz Yusuf yang membuat istri nya mau


"Ahh, nanti kalo Zahra menikah Zahra mau mencari yang seperti Abi" kata Zahra sambil melihat keromantisan orang tua nya.


"A'a juga aka jadi suami yang seperti Abi" kata Ilyas


"Kalo gitu Zahra akan cari suami yang seperti Abi dan a'a " kata Zahra semangat


"Semoga segala keinginan baik kalian di kabulkan sama yang di atas " kata umi Aminah mendoakan kedua anak nya.


"Amin" jawab mereka semua


"A, cantikan mana teh cita dari pada Zahra?" Tanya Zahra lagi sedang Ilyas terlihat sedang berpikir keras


"Ih kok jawab nya lama?" Kesal Zahra


"Cantikan teh citra lah" jawab Ilyas sambil tersenyum melihat wajah kesal adik nya


"Ihh a'a berdosa bangat ngebayangin perempuan yang bukan mahram di pikiran a'a, asgfirullah berdosa banget a'a nya Zahra" kata Zahra kesal karena jawaban Ilyas tidak sesuai yang dipikirkan, Zahra pikir Ilyas akan bilang dia lebih cantik tapi ternyata tidak.


"Asgfirullah, tapi kan kamu yang mancing duluan dek"


"Jadi cantik kan mana Zahra atau teh citra?" Tanya Zahra lagi


"Cantikan kamu Zahra Anastasya " jawab Ilyas


"Hehehe gitu dong, kan Zahra jadi senang" jawab Zahra sambil tertawa pelan begitu pun dengan umi dan Abi mereka.


"Bentar lagi magrib ayo ke mesjid, Yas nanti kamu imam ya" kata ustadz Yusuf

__ADS_1


"Iy Abi"


Setelah itu mereka langsung pergi ke mesjid pesantren untuk melaksanakan ibadah sholat Maghrib, sedangkan di jakarta tepatnya di rumah citra keluarganya kembali berkumpul untuk membicarakan perihal jawaban citra yang menerima lamaran ustad ilyas.


__ADS_2