
tak terasa hari-berganti hari bulan berganti bulan abang ku agung telah menikah dan mempunyai anak perempuan yang sangat lucu kehadiran nya membuat keluarga kami menjadi lengkap cucuk pertama hadir membawa kebahagiaan baru di dalam keluarga kami. jujur aku sangat bahagia dengan kehadiran nya tapi, seiring berjalan nya waktu kasih sayang ayah,bunda, bang anton dan ka rika semua nya tertuju padanya, bang angung yang dulu nya sangat perhatian sekarang tidak lagi ayah,bunda ku yang selalu memanjakan ku sekarang perlahan-lahan mulai mengacukan ku, jujur aku sangat cemburu melihat kasih sayang mereka pada tarisya, ya tarisya adalah nama cucu pertama dalam keluarga kami, awal nya aku hanya diam karna menurut ku sangat wajar itu karna dia cucu pertama tapi lama-lama aku tak tahan karna setiap tarisya menangis aku selalu di salah kan apalagi bang agung dan bunda, saat itu aku sangat kecewa pada mereka, saat merka kumpul-kumpul aku hanya diam di kamar sampai akhir nya semua keluhan ku tentang mereka aku tumpahkan pada saat aku di marahi bunda.
"kenapa tarisya menangis" tanya bunda dengan suara agak keras
"mana ku tau, orang aku gak ngapa-ngapain dia ku" jawab ku jujur karna memang aku tidak menyentuh dia sama sekali
"gak mungkin dia menangis kalo kamu tidak ngapa-ngapain dia" jawab bang angung
"gak percaya ya sudah aku juga gak maksa ko" jawab ku mulai emosi
"kamu kalo ngomong yang sopan cit, ingat kamu ngomong sama siapa" bang angung mulai emosi
"kamu tu masih kecil cit tidak pantas bicara begitu" jawab bunda dengan suara yang mulai halus karna bunda melihat ku sudah berkaca-kaca, memang aku selalu menangis kalo di marahin apalagi sama bang angung
"terus aja salahin aku, orang anak abang aja yang cengeng, aku tu gak sentuh dia sama sekali" jawab ku dengan genangan air mata yang tak bisa ku tahan lagi
"jawab aja terus" kata bang angung
"iya, aku akan trus jawab karna ini memang bukan salah ku, kalian semua tu berubah semenjak ada dia(sambil menunjuk tarisya) kalian tidak peduli kalo kalian masi punya anak dan adik yang butuh perhatian kalian, setiap kali dia menangis selalu saja aku di salahin padahal bukan aku hiks... hiks hiks" tangis ku pecah emosiku sudah meluap-luap ingin meledak
__ADS_1
"aku juga senang ada dia tapi aku gak suka dia yang selalu kalian utamakan, selama ini aku diam karna aku masih bisa sabar, setiap kali dia menangis aku trus yang di salah kan, padahal aku yang selalu jaga dia saat kalian tidak ada hiks hiks hiks" jawab ku masih dengan emosi yang makin membara
"kamu tu bodoh apa gimana si, kamu tu uda besar cit" jawab bunda sedangkan bang angung dan istri nya hanya diam
"aku bukan bodoh, tapi kalian yang terlalu berlebihan apa lagi bunda, seakan-akan dia tu anak bunda yang bunda lahirka sendiri,sampe bunda lupa dengan anak bunda yang bunda lahirkan dengan susah payah dia tu punya ibu punya ayah yang masih segar bungar, dia tu gak kekurangan kasih sayang sama sekali tapi kalian selalu saja memanjakan nya hiks hiks hiks" tangis ku semakin menjadi sedangkan mereka semua hanya diam mendengar kan keluh kesah ku setelah kehadiran tarisya.
"aku tu lebih butuh perhatian dari kalian sekarang ini, aku punya banyak masalah di sekolah tapi kalian tidak pernah prduli,aku butuh dukungan kulian tapi kalian solah tidak pernah menganggap ku lagi kalian melupakan aku, sekarang semua teman-teman ku pada sibuk cari kampus dan jurusan apa yang akan mereka pilih, tapi aku,setip kali aku bicara soal kuliah kalian selalu mengacukan ku, setip kali aku dekat kalian kalian selalu menghindar seakan-akan aku adalah virus corona yang harus kalian hindari hiks hiks hiks kalian jahat , kalian tega, seharus nya di saat seorang anak butuh suport ibunya dan keluarganya lah yang paling depan untuk mendukung nya, tapi kalian tidak kalian malah melupakan aku hiks hiks hiks" saat semua yang di hati dan pikiran ku sudah terucap aku merasa legah dan aku kembali ke kamar untuk menangis sejadi-jadinya
"kenapa sih rusuh benar" kata bang anton yang baru datang dan tidak tau apa-apa
"dia tu punya orang tua yang selalu sayang pada nya tapi aku tidak hiks hiks...... prakkkk(suara pintu yang aku banting dengan sangat keras)
pagi hari nya aku pergi ke sekolah dengan mata yang masih sembap karna menangis terlalu lama aku pergi sekolah tanpa sarapan dan msih berpamitan sama ayah bunda walaupun saat itu aku masih sangat kecewa terhadap mereka, bunda masih terus berusaha menjak ku bicara sebelum aku pergi ke sekolah
" dek makan dulu nanti kamu kelaparan"ajak bunda
"suapin aja tu cucu kesayangan bunda, biasa nya kan bunda ke situ buat ngasih makan cucu kesayangan bunda" memang bunda yang selalu suapai tarisya makan
"makan dulu, kalo tidak bunda buatkan bekal" bujuk bunda
__ADS_1
"tidak perlu, ajak aja cucu kesayangan bunda jalan-jalan biar makin lengket" jawab ku ketus, aku tau bunda sakit hati dengan perkataan ku itu tapi aku masih sangat emosi waktu itu., sebelum aku berangkat aku salim tangan ayah dan bunda walau aku masih sangat marah tapi aku harus sopan terhadap merka, sebenar nya aku tidak terlalu tega sama merka karna aku sangat menyayangi mereka
"dek mau sekolah" suara bang anto, tapi aku tidak menjawab nya
"ini uang jajan mu di sekolah nanti" katanya lagi
"tumben ngasih uang jajan biasanya di minta juga jarang di kasih" jawab ku menyindir bang angung, karna memang setelah bang angung menikah aku sangat jarang di kasih uang, karna istri bang angung merubah semua siapa nya apalagi setelah kelahiran tarisya
"ya gak apa-apa dong kasih adek sendiri uang jajan" jawab bang angung
"oh aku masih dianggap adek kirain uda lupa, o iya makasih atas uang jajan nya tidak usa kasih aku uang kasih aja tu sama istri abang buat beli lauk atau gak sama anak abang buat jajan" jawab ku menyindir lagi, setelah itu akan pergi ke sekolah dengan keadaan lapar.
"woy tu mata kenapa, kaya abis di tonjok" tanya tamara
"mulut mu di tonjok" jawab ku kesal karna aku masi sangat emosi
"waduh kayak nya ada perang semalam" kata tamara setelah itu tamara tidak bertanya lagi dan tamara juga bilang sama yang lain agak tidak bertanya padaku sampai aku tenang. meraka sangat perhatian sama ku maka dari itu aku sangat menyayangi mereka. aku tau sangat banyak pertanyaan di dalam pikiran mereka tapi merka bisa menahan nya sampai emosi ku meredah.
maap ya kaka-kaka baru aplod sekarang, dan saya juga minta maap kalau cerita yang saya buat ber belit-belit dan mungkin sangat membosankan, awal nya memang seperti ini tapi akhir nya nanti akan sangat memuas kan, karna harap di maklumi ini karya pertama saya ๐๐untuk semua pendukung autor dan pengguna aplikasi novel toon saya minta bantu like ya, karna satu like dari kalian sangat berarti buat saya untuk terus melanjutkan karya saya dan cita-cita saya untuk menjadi seorang penulis Terima kasih๐๐๐
__ADS_1