Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 102


__ADS_3

"Sayang, kok mamah ngajak Joe ke kamarnya. Kenapa?" Tanya Marvel penasaran.


"Joe malam ini tidur sama mamah mas," ujar Kiran memberitahu.


"Eh,...eh,....kenapa memangnya?" Marvel seketika duduk di samping istrinya.


"Ya gak apa-apa. Mamah pengen tidur di kamarnya aja."


Marvel tersenyum lebar, menatap wajah Kiran dengan penuh nafsu.


"Perasaan kamu udah selesai masa nifas ya?" Tanya Marvel masih menahan diri.


Kiran menggaruk kepalanya tak gatal, ia yang sudah lama tak berhubungan badan merasa sedikit takut.


"Gak tahu ah. Aku ngantuk mau tidur!" Kiran berusaha mengelak.


"Sayang. Kamu udah selesai apa belum sih?" Marvel mulai merengek.


"Ya udah selesai. Tapi,....aku takut!"


"Takut kenapa?"


"Kamu kalau main suka bikin ngilu, aku takut aja luka lagi."


"Ya gak dong. Aduuh,....mas udah lama nih gak ganti oli. Mesin mas rusak!"


"Apanya yang rusak Vel?" Tanya mamah Dona yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


Mendadak wajah Marvel dan Kiran merah menahan malu.


"Itu mah, anu. Mesin mobil Marvel tuh rusak. Marvel lupa ganti oli." Bohong Marvel.


"Mamah pikir apa yang rusak!"

__ADS_1


"Mamah tidur di kamar kami lagi?" Tanya Marvel.


"Gak. Mamah sama Joe tidur di kamar mamah aja. Ini cuma ambil selimut Joe yang ketinggalan." Jawab mamah Dona kemudian keluar dari kamar.


"Ya ampun mas. Kalau ngomong itu loh. Untung aja mamah dengernya kurang jelas."


"Kamu sih, pintu kamar kok gak di tutup!" Marvel beranjak dari duduknya menuju pintu dan langsung menutup lalu menguncinya.


"Jangan di kunci. Kalau mamah mau masuk ngambil sesuatu bagaimana?"


"Biarin aja. Yang penting mas sekarang mau cas aki dulu!"


Marvel langsung menggendong istrinya naik ke atas tempat tidur. Belum apa-apa pensil jumbo Marvel sudah membesar.


Pria ini mencium, memagut bibir istrinya dengan liar. Kiran nyaris kewalahan menghadapi suaminya.


"Mas, ih. Pelan-pelan!" Bisik Kiran.


"Lepas pakaian mu!" Marvel menanggalkan semua pakaian istrinya. "Ah, besar dan kenyal sekali," ucap Marvel sambil meremas dua bukit istrinya.


"Mas,....!" Lirih Kiran manja.


Marvel terus mencumbu, mengabsen semua tempat yang ia rindu.


Ranjang sudah tak berupa, Marvel bersiap memasukan rudal asia miliknya.


"Mas, aku takut. Kok rasanya nyeri...!"


"Itu hanya perasaan mu saja sayang. Mas akan bermain pelan."


Marvel kembali mencumbu, mengisap dan memberi tanda di atas dada istrinya.


Jleb.......

__ADS_1


Tanpa aba-aba lagi pensil milik Marvel masuk ke dalam botol.


"Gak sakitkan?" Bisik Marvel.


Pria ini langsung menggoyang tubuhnya, maju mundur naik turun memompa.


Plok,.....plok......plok.......


Gesekan kedua kulit mereka menimbulkan suara, di tambah lagi suara rintihan manja membuat Marvel semakin menggila.


"Mas,...aku.....!!" Bibir Kiran di bungkam ciuman suaminya.


"Mas juga.....!" Bisik Marvel yang seolah paham apa yang di maksud istrinya.


Plok.....plok....plok.....


Plak.....plak....plak.....


Terus memompa, membuat suara yang lebih indah lagi.


Aaaaaaahh..........


Iiiiiiiiiiiiiihhh..........


Marvel dan Kiran saling menyemburkan oli kadaluarsa mereka. Tubuh keduanya menegang, suara erangan kembali menggema di kamar penuh cinta ini. Untuk bebey saat Marvel membiarkan burungnya berada di dalam sangkar.


"Mas berat. Turun aaah.....!! Kiran mendorong tubuh suaminya yang polos itu.


Marvel menarik selimut, menutupi tubuh mereka yang polos.


"Sayang, ngomong-ngomong kamu sudah KB kah?" Tanya Marvel khawatir.


"Belum mas!" Bohong Kiran.

__ADS_1


"Apa.....?" Wajah Marvel tercengang. "Ayo ke kamar mandi, bersihkan sekarang." Marvel bergegas menggendong istrinya pergi ke kamar mandi. Kiran yang melihat suaminya khawatir hanya bisa menahan tawanya.


__ADS_2