Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 58


__ADS_3

"Marvel,....Marvel.....!"


Suara Dona melengking, membuat Marvel dan Kiran langsung keluar dari dalam kamar. Pintu kamar yang terbuka sedikitlah yang membuat suara Dona bisa masuk kedalam kamar Marvel.


"Ada apa sih mah? teriak-teriak seperti di hutan saja!"


Dona mendongak, melihat anak dan menantunya yang berjalan turun.


"Kiran beneran hamil?" tanya Dona tidak percaya, "jika kalian hanya membohongi mamah dan mengacaukan liburan mamah, akan mamah tendang kalian berdua dari rumah ini."


"Kiran hamil mah. Aku tidak bohong!" Ujar Marvel.


"Kiran, benarkah itu sayang?" Tanya Dona tidak percaya pada anaknya.


"Iya mah, Kiran hamil."


Mata Dona berkaca-kaca, ia langsung memeluk Kiran.


"Syukurlah sayang, mamah bahagia mendengarnya. Akhirnya, mantan duda lapuk ini akan punya anak juga."


"Siapa yang mamah bilang duda lapuk itu?" Tanya Marvel dengan sorot mata tajam.


"Ya kamu, siapa lagi?"


Marvel membuang nafas kasar, untuk saja Dona itu mamahnya, jika tidak sudah pasti akan di hajarnya.


"Kiran sayang, kamu harus banyak istirahat," ucap Dona sembari menuntun Kiran ke sofa ruang keluarga, "kamu harus menjaga kandungan kamu terutama dari suami mu ini." Mata Dona melirik Marvel begitu tajam.


"Lah, kok jadinya aku?" Marvel heran.


"Ya, pasti kamu akan menggempur istri mu terus. Ingat Marvel, istri mu sedang hamil, kau harus menguranginya!"


"Gak bisa begitulah mah, ini tidak adil untuk ku!" Marvel protes.


"Mamah gak mau kalau cucu mamah kenapa-kenapa. Kiran, jika Marvel memaksa mu, kamu lapor saja sama mamah ya."


"Iya mah!" Jawab Kiran singkat, "euuum,...Sebenarnya Kiran rindu sama mamah."


"Mamah juga rindu sama kamu," balas Dona langsung memeluk Kiran.


"Sama anak sendiri gak rindu. Aneh!" ucap Marvel kesal.


"Hidih, ngarep!" seru Dona semakin membuat Marvel kesal.


"Mana oleh-olehnya?" tanya Marvel.


"Gak ada, mamah gak sempet beli. Di pikiran mamah cuma cucu, cucu dan cucu. Mamah takut Kiran kenapa-kenapa, makanya mamah pulang hari ini."


"Aku suaminya, sudah pasti aku akan melindungi Kiran. Mamah lebay banget sih!"


Bukk....


Dona menonjok lengan kekar anak kesayangannya.


"Justru kamu suaminya yang membuat mamah khawatir!"

__ADS_1


"Memangnya mas Marvel kenapa mah?" Tanya Kiran polos.


"Udah, kamu gak usah tanya. Nanti kamu juga bakal tahu sendiri. Ingat Kiran, jaga diri dari suami mu." Sekali lagi Dona mengingatkan Kiran.


Dona pergi ke kamarnya untuk beristirahat, begitu juga dengan Marvel dan Kiran. Kiran penasaran dengan ucapan Dona, ia pun bertanya pada sang suami tapi sama saja tidak mendapatkan jawaban.


Siang telah berganti malam, Kiran nampak gelisah tak karuan. Marvel sejak tadi yang memperhatikan tingkah sang istri mulai merasa kesal.


"Sayang, ayo tidur. Ini sudah malam!"


"Yang bilang ini siang siapa?"


Marvel menarik nafas panjang, menggaruk kepala tak gatal.


"Kamu lapar?" tanya Marvel.


"Gak, aku mau tidur sama mamah!" Ujar Kiran langsung di tolak oleh suaminya.


"Jika kamu tidur sama mamah, mas tidur sama siapa?"


"Sama guling kan bisa!" seru Kiran.


"Gak bisa di coblos dong!"


"Ah, udahlah. Aku mau pergi ke kamar mamah aja!" Kiran langsung turun dari ranjang dan pergi ke kamar Dona yang berada di lantai satu.


Marvel mengacak rambutnya frustasi, baru sekarang kedudukannya di kalahkan oleh sang mamah.


Kiran mengetuk pintu, tak berapa lama Dona membuka pintu kamarnya.


"Mah, Kiran boleh tidur sama mamah gak?"


"Kamu kenapa? Marvel jahat sama kamu ya?"


"Gak kok mah, Kiran lagi pengen aja tidur sama mamah."


"Sayang, gak ada pindah tempat tidur. Ayo kembali ke kamar kita." Marvel menarik tangan Kiran.


Kiran melepaskan tangannya, "apa sih mas, aku mau tidur sama mamah."


"Kalau kamu tidur sama mamah, mas tidur sama siapa? masa mas cari istri lagi...!"


Pletak,....


Dona mengeplak kepala anaknya sendiri.


"Mulut mu ini memang harus di cuci sama pemutih. Kalau ngomong suka ngasal!"


"Lagian, Kiran ngapain juga mau tidur sama mamah?"


"Biarin aja kenapa sih? mungkin ini kemauan anak kalian. Ayo Kiran sayang, kita tidur. Kamu harus banyak istirahat."


Dona mengajak Kiran masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Marvel yang masih berdiri di depan pintu kamar sang mamah hanya bisa menggerutu kesal.


"Heh, kamu ngapain ikut masuk?" tanya Dona heran.

__ADS_1


"Ya mau tidur lah. Mau ngapain lagi?"


"Mas kembali ke kamar aja. Aku cuma mau tidur sama mamah."


"Gak mau!" tolak Marvel, "di mana ada kamu, di situ ada mas!"


"Biarkan saja Kiran, jangan ladenin suami mu yang gila ini. Ayo tidur." Ajak Dona.


"Mah, aku tidur di mana dong?" Tanya Marvel bingung.


"Noh lihat lantai, masih luas. Kamu tidur saja di sana!"


Bukannya tidur di lantai, Marvel malah naik ke atas ranjang dan tidur di samping sang istri. Marvel memeluk Kiran, membuat Kiran risih.


"Mah, aku gak mau tidur sama mas Marvel. Aku risih!" Ujarnya membuat Marvel terkejut.


"Sejak kapan kamu risih sama mas hah?"


"Mah, usir om bewok!"


"Marvel, keluar sana. Kamu bikin rusuh aja."


"Gak, aku gak akan keluar!" tolak Marvel.


Dona geram, ia langsung menyeret anaknya keluar dari kamar.


"Vel, istri kamu sedang hamil. wajar jika suasana hatinya berubah. Semua itu bawaan janinnya."


"Ya tapi kan gak gini juga mah. Masa Kiran berubah gini, kembali ke setelan awal."


"Ya mana mamah tahu. Udah ah, mamah ngantuk mau tidur!"


Dona kembali masuk ke dalam kamar dan ia langsung mengunci pintu. Marvel yang ingin menyusul masuk akhirnya tidak bisa.


"Belum lahir aja sudah menggeser kedudukan ku. Awas saja, berani macam-macam akan papah coret dari daftar warisan!" Ujar Marvel meracau.


Saking setianya Marvel pada Kiran, ia rela tidur di depan pintu kamar mamahnya. Pagi sekali Marvel bangun dan langsung pergi mandi, tidak sarapan kemudian bergegas pergi.


Di tinggal Marvel sebelum ia bangun, Kiran tidak marah. Entah kenapa sekarang ia hanya ingin lebih dekat dengan ibu mertuanya ini.


Marvel, pria ini pergi ke kantor posili bersama Jeff. Marvel hanya ingin menyelesaikan sisa masalah yang kemarin.


"Siapa yang sudah berani menebus si Sikat wc itu?" Marvel penasaran karena Sika yang semula di penjara tiba-tiba saja sudah bebas dan keberadaannya pun entah di mana sekarang.


"Sudah pasti orang yang berduit!" Ujar Jeff.


"Cari tahu semuanya Jeff. Kau tahu sendiri siapa saja yang menjadi simpanannya."


"Baik bos!"


"Dia harus bertanggung jawab. Dia sudah hampir mencelakai istri dan calon anak ku."


"Harus di hukum bos!" seru Jeff.


"Cepat cari dia Jeff!" Titah Marvel.

__ADS_1


__ADS_2