
Mamah Dona benar-benar membuktikan ucapannya tadi sore, malam ini ia tidur di kamar Marvel dan Kiran. Marvel sendiri harus rela tidur di lantai dengan kasur busa seadanya.
"Mau di lawan tapi orang tua, gak di lawan tapi dia menguasai istri dan anak ku," ucap Marvel di dalam hati.
"Joe,....!" panggil Marvel pada anak laki-lakinya yang ia beri nama Joe. "Laki-laki itu harus kuat, harus sangar," ucap Marvel pada anaknya yang terlelap tidur.
"Hih,...sangar apaan. Bentukan kamu memang sangar tapi lebay!" Sahut mamah Dona.
"Udah deh mah, mamah balik ke kamar aja. Marvel janji gak akan berbuat macam-macam sama Kiran."
"Mamah gak percaya!"
"Iya mah, jangan percaya sama mas Marvel!" Timpal Kiran.
"Dasar perempuan. Sama saja!"
Huft,....
Marvel mendengus kesal, pria ini kembali ke tempat tidur barunya sambil memainkan ponsel untuk mengecek pekerjaannya.
"Sayang, bilang sama Fani. Kalau jenguk kamu harus bawa kue satu toko ya," ujar Marvel bergurau.
"Mau buka toko kue?" tanya Kiran.
__ADS_1
"Buat stok kamu aja. Kamu dan mamah kan suka makan!"
"Ada baiknya kamu pergi tidur sekarang Vel. Punya bayi itu harus siap mengatur waktu, jam berapa anak mu bangun dan lain sebagainya. Istri itu di bantu Vel, jangan mau enaknya aja!" Omel mamah Dona.
"Nah kan, mendongeng lagi...!" Seru Marvel.
"Di kasih tahu sama orang tua bukannya bilang terimakasih malah mengejek terus. Udahlah, Kiran. Kamu cepat tidur jangan pedulikan suami mu yang super aneh ini."
Malam semakin larut mamah Dona dan Kiran sudah terlelap tidur sedangkan Marvel masih terjaga menemani baby Joe.
Marvel masih tidak menyangka jika dirinya sekarang sudah menjadi seorang ayah. Lebih heran lagi Marvel masih bingung kenapa bayi kecil ini sangat mirip dengannya.
"Hebat sekali kau mencuri ketampanan papah mu ini nak. Tentu saja kau tampan, kau berasal dari benih dengan kualitas tinggi bernutrisi. Mamah mu juga cantik, body nya aduhai yang membuat papah ingin memakan mamah mu terus menerus!"
"Kau nak, jika besar nanti berani melawan orang tua, akan papah coret dari daftar ahli waris."
"Anak mu masih bayi loh mas belum mengerti hal seperti itu," ucap Kiran dengan suara mengantuk membuat Marvel terkejut.
"Sayang, kok bangun?"
"Mas Sendiri kenapa belum tidur?"
"Gak bisa tidur, mas belum puas mengagumi hasil karya kita."
__ADS_1
"Cepat tidur mas, nanti kalau mamah tahu kau di marahi nanti."
"Iya,...iya bawel!"
Kembali hening, seisi kamar sudah berlayar ke pulau mimpi. Baby Joe bangun tepat di pukul satu malam, Kiran yang cekatan langsung memberi asi pada anaknya.
"Apa Joe sudah kembali tidur?" tanya mamah Dona yang mengantuk.
"Sudah mah," jawab Kiran singkat.
"Lihat suami mu itu. Anak bangun tapi dia malah nyenyak tidur mana mangap lagi."
"Mas Marvel baru tidur mah," ujar Kiran memberitahu mertuanya.
"kok baru tidur?, ngapain aja dia?"
"Jagain Joe. Kalau gak ku suruh tidur mungkin gak akan tidur."
"Persis papahnya. Semoga aja Joe gak meniru kelakuan papah dan almarhum kakeknya," ujar mamah Dona.
"Dan kakeknya yang masih hidup juga!" Sambung Kiran.
"Sudah, tidurkan kembali dan kamu istirahat juga. Kalau anak tidur kamu ikut tidur juga, biar kamu gak kelelahan."
__ADS_1
"Iya mah. Kiran mengerti," jawab Kiran sambil meletakan kembali anaknya ke tempat tidur.