
"Ngapain kamu kesini hah?" Mamah Dona bertanya dengan wajah masam tak suka.
"Aku ingin bertemu Marvel tante. Aku butuh Marvel," ucap Jessi semakin membuat Dona geram.
"Wah, hebat sekali kamu ini. Dulu aja kamu membuang anak ku layaknya sampah. Sekarang tiba-tiba datang setelah Marvel hidup bahagia. Aku tidak akan membiarkan kamu mengusik rumah tangga Marvel," ucap mamah Dona dengan tegas.
"Hanya Marvel yang bisa menolong ku tante. Ku mohon izinkan aku untuk bertemu dengannya." Jessi memohon pada mantan mertuanya.
Byuuuuur,.....
Aaaaaaaa.......
Jessi berteriak kaget saat dirinya di siram air satu ember oleh Kiran.
"Bisa-bisanya ingin bertemu dengan suami orang. Situ gak malu?" Ketus Kiran.
"Kau,....!" Jessi menunjuk wajah Kiran, "beraninya kau menyiram ku seperti ini."
"Katakan pada ku, alasan apa yang membuat ku harus takut pada mu?"
"Aku mantan istri Marvel. Aku berhak bertemu dengannya!"
Kiran tertawa geli mendengar ucapan Jessi.
"Yah sampah!" Seru Kiran, "cuma mantan. Bukan istri...!"
__ADS_1
"Tante, lihat sikap perempuan yang tidak berpendidikan ini. Dia sudah menyiram ku sampai basah," adu Jessi padahal Dona hanya tertawa melihat Kiran menyiram Jessi tadi.
"Masih mending air bersih. Jika perlu kau itu di siram dengan air comberan yang berasal dari tujuh comberan."
"Umur ku boleh muda dari mu. Tapi, jangan coba-coba kau mengusik rumah tangga ku dan Marvel. Pergi sana!" Usir Kiran.
"Beraninya kau....!"
"Pergi,....!" Usir Dona.
Jessi menghentakkan kedua kakinya kemudian pergi dari rumah Marvel.
"Aduh, mamah suka kamu yang galak. Biar tahu rasa tuh perempuan gak punya malu," ucap mamah Dona.
"Ngomong-ngomong, ngapain di kesini mah?"
"Mah,....!"
"Jangan takut jika Marvel akan berpindah ke lain hati. Dia tidak seperti itu, sifat Marvel adalah sekali mencintai dia akan mencintai selamanya begitu juga sebaliknya."
Barulah Kiran tersenyum mendengar penuturan mamah Dona. Biar bagaimana pun, Kiran takut jika Marvel akan melirik wanita lain apa lagi ia sadar diri dari mana dirinya berasal.
Sementara itu, Jessi yang pulang dalam keadaan basah langsung masuk ke dalam rumah begitu saja.
"Dari mana saja kau?" tanya Darwin dengan wajah marah.
__ADS_1
"Aku,....!" Jessi panik.
"Dari mana kau?" suara Darwin menggelegar di sudut ruangan.
"Aku pergi menemui teman ku," bohong Jessi.
Tiba-tiba saja Darwin menjambak rambut Jessi lalu menampar wajahnya.
"Ampun Darwin,....!" Ucap Jessi sambil menahan perih di wajahnya.
"Kau pergi ke rumah mantan suami mu. Kau pikir aku tidak tahu? Kau salah besar Jessi...!"
"Tapi, aku tidak menemuinya. Aku hanya ingin bertemu dengan mantan mertua ku saja!" Jessi semakin berbohong.
Plaaaak,......
Sekali lagi Darwin menampar wajah Jessi.
"Jangan coba-coba membodohi ku. Aku bukan laki-laki lain yang bisa kau bodohi," ucap Darwin sambil menjambak rambut Jessi.
Jessi terus meminta ampun, Darwin, seorang laki-laki beristri yang Jessi rusak rumah tangganya. Sejak menikah dengan Darwin kehidupan Jessi berubah total, ia tak berani melirik laki-laki lain bahkan Jessi harus pandai memuaskan Darwin jika tidak, pukulan demi pukulan akan melayang di tubuhnya.
Darwin melepaskan Jessi kemudian pergi begitu saja tidak memperdulikan Jessi yang merintih kesakitan.
Aaaaaaaa..........
__ADS_1
Jessi berteriak sekencangnya, tak ada yang berani mendekati termasuk pembantunya.
"Brengsek kau Darwin!" Umpat Jessi.