
"Mas, aku ke toilet dulu ya." Kiran yang kebelet meminta izin pada suaminya untuk pergi ke toilet.
"Mau mas antar?" tawar Marvel.
"Gak usah mas. Gak enak di lihat teman-teman ku," tolak Kiran.
"Ya udah. Hati-hati, jalannya pelan-pelan aja."
Kiran mengiyakan, ia bergegas ke toilet karena sudah tidak tahan lagi. Beberapa menit di dalam toilet, akhirnya Kiran keluar juga.
Toilet sepi, karena semua orang sedang asyik bernyanyi dan berjoget di panggung depan.
Tiba-tiba saja,......
Deeeep,......
Tubuh Kiran kaku mencoba berontak saat seseorang membekap mulut dan hidungnya. Saat Kiran tidak sadarkan diri, orang tersebut langsung menggendong Kiran dan membawanya pergi lewat pintu belakang.
Lima menit berlalu, Marvel mulai sibuk melihat ke arah belakang untuk melihat sang istri. Menit berikutnya Marvel mulai khawatir dengan keadaan sang istri yang tak kunjung keluar juga.
Pada akhirnya, Marvel memutuskan untuk pergi menyusul Kiran di toilet.
"Eh, mau ngapain?" tegur seorang wanita.
"Apa di dalam ada orang?" tanya Marvel, "Kiran. Apa di dalam ada Kiran?"
__ADS_1
"Sebentar, aku akan mengeceknya untuk mu."
Wanita tersebut masuk dan beberapa saat kemudian keluar.
"Tidak ada siapa-siapa di dalam termasuk Kiran," ujarnya memberitahu.
Sontak saja Marvel panik, ia menerobos masuk ke dalam toilet wanita. Benar, Kiran ttidak ada di dalam sana.
Merah padam wajah Marvel, pria ini langsung keluar lalu melempar kursi hingga membuat acara reuni terhenti.
"Sesiapun, cepat katakan di mana istri ku, Kiran. Dia menghilang di toilet!"
Suara berat Marvel menggema di dalam gedung.
Semua orang bergeleng kepala tidak mengetahui di mana keberadaan Kiran.
"Tidak. Itu tidak mungkin. Di mana letak kamar cctv gedung ini?" tanya Marvel yang berusaha sabar.
Salah satu panitia mengantar Marvel ke ruangan cctv.
"Tolong cek cctv bagian depan toilet," pinta Marvel pada petugas, "istri ku hilang di dalam toilet!"
"Baik pak!"
Petugas cctv memutar ulang, benar jika Kiran masuk kedalam toilet. Tapi, yang membuat Marvel kaget adalah saat seorang pria dengan menggunakan penutup wajah membawa Kiran pergi.
__ADS_1
Buuukk......
Marvel meninju meja yang tak berdosa.
"Siapa yang sudah berani menculik istri ku?"
Mata Marvel merah, wajahnya sangar penuh amarah. Dengan cepat ia pergi mencari Kiran karena Marvel tidak ingin sang istri dan calon anak-anaknya kenapa-kenapa.
Mendadak acara reuni terhenti saat berita tentang penculikan Kiran menyebar. Semua orang yang berada di gedung di persilahkan untuk pulang.
"Vel,.....!" Jeff dan Fani menghampiri Marvel.
"Siapa yang sudah menculik Kiran vel?" tanya Fani yang sangat khawatir pada Kiran.
"Hanya satu nama yang aku curigai. Semoga saja bukan dia. Tapi, jika benar itu dia, akan ku habisi dia;"
"Sekarang kita harus mencari Kiran kemana?" Fani panik.
"Jeff, sebar anak buah kita. Lacak bajingan itu," titah Marvel.
"Baik bos!"
Marvel kemudian pergi lagi untuk mencari keberadaan Kiran. Ia benar-benar merasa bersalah karena sudah membiarkan Kiran pergi ke toilet seorang diri.
"Sayang. Kamu di mana?, mas khawatir sama kamu!"
__ADS_1
Hati Marvel benar-benar gelisah, jika ia pulang tidak membawa Kiran, apa yang akan di katakan Marvel pada mamahnya. Apa lagi mamah Dona lebih sayang pada Kiran di banding dengan Marvel.