Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Tamat


__ADS_3

"Cantiknya istri ku," ucap Marvel memuji istrinya yang sedang bercermin melihat penampilannya.


"Aku loh emang cantik, kalau gak cantik mana mungkin suami ku ini klepek-klepek aku," ucap Kiran yang bangga pada dirinya sendiri.


"Duh, jadi pengen!"


"Jangan rusak penampilan ku dong mas. Katanya mau makan malam berdua." Wajah Kiran cemberut.


"Bercanda sayang!" Seru Marvel.


"Ah, biasanya juga bercanda jadi serius!"


"Kali ini mas bercanda sayang. Yuk berangkat yuk!"


Marvel menggandeng tangan istrinya. Baru saja mereka turun, mamah Dona keluar dari kamarnya.


"Gak usah pulang juga gak apa-apa kok. Biar mamah yang jaga Joe," ucap mamah Dona.


"Jangan dong mah. Nanti aku kepikiran sama Joe!" Ujar Kiran.


"Udah Kiran, Joe akan baik-baik aja kok. Kamu urus aja bayi besar mu itu!"


"Si nenek ini maunya meledek duluan tapi kalau di balas merasa paling tersakiti," sahut Marvel.


"Udah, sana pergi. Nanti keburu malam!"


Marvel dan Kiran pun pergi, mereka menuju hotel bintang tujuh, kalau ada bintang lima belas mungkin Marvel sudah mengajak istrinya pergi ke sana.


Berkat menikah dengan Marvel lah Kiran bisa pergi ke tempat-tempat mewah seperti ini.


"Mas, makan malam biasa kok tapi tempatnya mewah seperti ini." Protes Kiran.


"Ya gak apa-apa. Membahagiakan istri itu sama saja membuka pintu rezeki suami selebar samudera."


"Mas. Samudera itu nama anaknya author kita loh!" Ujar Kiran memberitahu.

__ADS_1


"Ah, masa sih? Nanti mas akan kirim kapal pesiar untuk anaknya Author kita!"


Kiran hanya mengiyakan, percakapan tidak penting ini hanya sebagai pengisi waktu saat mereka melangkah masuk ke dalam hotel.


Di sebuah kamar mewah, sudah ada satu meja dan dua kursi lengkap dengan hidangan sederhana tapi harganya tidak sesederhana kantong kita.


"Mas, ini sebenarnya acara apa sih?" Tanya Kiran heran, "makan malam di kamar hotel. Tapi pemandangan malamnya bagus loh!"


"Sayangnya mas, seberapa penting mas dalam hidup kamu?"


Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, Marvel malah bertanya hal serius pada Kiran.


"Tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata mas. Aku bersyukur memiliki suami seperti kamu meskipun dulu aku pernah menolak mu."


"Ya, itu lah kamu. Malu-malu tapi mau!"


"Lagian mas juga gitu loh. Aku masih sekolah, mas suka ngikutin aku bahkan terang-terangan bilang suka sama aku. Aku nya takut loh. Apa lagi kamu suka main mata!"


"Kamu itu apa adanya, makanya mas suka."


"Bilang aja aku cantik!"


"Hayooo, apa itu mas?" Tanya Kiran penasaran.


"Taaaaraaaa........!!"


Marvel mengeluarkan sebuah kalung berlian dengan liontin inisial nama mereka berdua.


"MK. Makan kamu!" Celetuk Kiran.


"Ah, pikiran kamu sekarang kok jadi suka ke situ!"


"Belajar dari suami ku ini," ucap Kiran dengan senyum lebarnya. "Ngomong-ngomong, aku gak ulang tahun loh mas. Kok di kasih kalung?"


"Sayang, MK adalah inisial nama kita berdua. Marvel dan Kiran. Mas mencintai kamu lebih dari segalanya. Mas harap rumah tangga kita akan langgeng sampai mau memisahkan."

__ADS_1


"Oh suami ku, aku sedih jadinya. Jangan ngomongin maut loh mas, aku belum siap. Jikalau pun kita tua nanti, ada baiknya aku saja yang di ambil duluan. Jangan kamu!"


"Kenapa?" Tanya Marvel.


"Karena aku pasti tidak akan sanggup kehilangan kamu mas. Kamu adalah satu-satunya yang aku miliki selain Joe dan mamah. Jika boleh meminta, aku hanya ingin mati berdua bersama mu mas."


"Mas paham maksud kamu sayang. Mari saling mendoakan untuk kebahagiaan di masa sekarang dan nanti."


Lekat menatap mata istrinya yang berkaca-kaca. Perihal kehilangan, Kiran sudah banyak merasakan kehilangan dalam hidupnya.


Marvel beranjak dari duduknya, pria ini mengalungkan kalung yang sudah lama ia pesan. Sungguh Kiran bahagia sekali menerima hadiah pemberian dari suaminya.


"Apa pun keadaan rumah tangga kita, mas harap jangan pernah kamu melepaskan kalung ini." Pinta Marvel lalu mengecup bibir manis milik istrinya.


"Terimakasih mas," ucap Kiran yang langsung memeluk erat suaminya. "Aku tidak akan pernah melepaskan kalung ini. Terimakasih telah membuat ku menjadi wanita paling beruntung memiliki mu. Aku mencintai mu mas."


"Mas juga mencintai mu sayang."


Keduanya berciuman, saling memagut di malam yang indah ini. Terus memagut, saling mencumbu penuh cinta. Pada akhirnya, ranjang adalah akhir dari sebuah cerita. Mereka bercinta, saling menumpahkan hasrat yang menggelora. Bersenggama dengan penuh bahagia. Melewatkan makan malam yang belum sempat di icipi. Oh, sungguh mubazir sekali.


Gadis yang dulu sangat membenci Marvel, bahkan setiap kali melihatnya Kiran begitu geli nyatanya kini ia tidak bisa hidup tanpa sang suami. Bukan pelet dari dukun, cukup modal serius dan ketulusan ia bisa mendapatkan istri yang lebih muda dua belas tahun darinya.


Malam panjang mereka habiskan dengan bercinta. Saling bercerita tentang rencana di masa tua. Tidak, bukan melupakan baby Joe yang saat ini sedang asyik menikmati mimpi bersama oma tercintanya. Hanya saja mamah Dona ingin memberi waktu untuk Marvel dan Kiran menikmati bahagia mereka berdua.


Sedangkan Gama, pria ini masih sendiri. Belajar menikmati hidup dan mengikhlaskan Kiran nya sudah bahagia dengan keluarga kecilnya. Gama sekarang sudah bisa hidup dengan santai, mencari teman dan melanjutkan kuliah demi masa depan. Terkadang ia juga membantu sang kakak yang sampai saat ini masih menjalankan bisnis peninggalan orang tua mereka.


"Berbahagia lah Kiran. Aku bahagia pernah menjadi pengisi dalam hidup mu meskipun hari-hari mu sekarang telah di miliki oleh pria lain. Hai Kiran,...doa kan aku. Semoga aku juga bisa bahagia sama seperti mu!"


Tulis Gama dalam selembar kertas lalu ia lipat menjadi sebuah pesawat kertas kemudian ia terbangkan dari atas atap kampus.


Sementara itu, akhir dari kabar Sika dan Desi sampai detik ini mereka masih menjalani masa tahanan atas perbuatan mereka. Sedangkan Jessi, wanita ini berada di rumah sakit jiwa. Ambisi hidup membuat Jessi rela melakukan apa saja. Tidak ada akhir yang bahagia bagi mereka yang menyakiti.


°°°°**SELESAI°°°°


Terimakasih sudah setia membaca sampai akhir cerita. Semoga kita semua selalu di limpahkan kesehatan, rezeki dan kebahagiaan.

__ADS_1


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


Salam bahagia💅🏻**


__ADS_2