Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 41


__ADS_3

"Sebenarnya Kiran itu siapanya bos sih?" Meta yang belum tahu tentang Kiran terus bertanya pada Jeff.


"Aku heran pada sebagian perempuan, kenapa rasa ingin tahunya sangat besar? suka sekali ikut campur urusan orang lain."


"Sialan kau Jeff!" umpat Meta kesal, "aku hanya ingin tahu tapi kau malah mengatai ku. Apa susahnya sih memberitahu?"


"Jangan coba-coba menyenggol Kiran, bisa-bisa kau di gantung sama bos!"


Meta mengeryitkan dahinya semakin bingung dan penasaran.


"Katakan saja, siapa dia sebenarnya?" desak Meta.


"Kiran itu istrinya bos. Puas...?" jawab Jeff yang sudah kesal.


"Hah...?" mulut Meta ternganga, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Kenapa?" tanya Jeff dengan ketusnya.


"Sejak kapan bos kita itu menikah?"


"Jangan banyak tanya, sana pergi. Aku masih ingin beristirahat!" Jeff mengusir Meta.


"Jeff, cepat ceritakan semuanya pada ku."


"Sekali lagi kau mengganggu ku, akan ku lempar kau dari atas atap!" ancam Jeff yang benar-benar kesal.


Huft,...


Meta memainkan bibirnya mengejek Jeff. Wanita ini pada akhirnya keluar dari ruang medis karena sudah tidak tahan dengan ocehan Jeff.


Sementara itu, Marvel dan Kiran yang baru saja selesai enak-enak segera membersihkan diri kemudian pergi untuk mencari makan siang.


Beberapa karyawan masih penasaran siapa Kiran sebenarnya karena yang mereka tahu Kiran adalah karyawan biasa.


"Kamu mau makan apa siang ini?" tanya Marvel.


"Gak makan, butuhnya salep!" sahut Kiran.


Marvel mengerutkan keningnya bingung, "salep untuk apa?" tanya Marvel lagi.


"Lecet nih, main kok gak ada lembut-lembutnya!" gerutu Kiran.


"Tapi kamu suka kan?" goda Marvel.


Shitt,....


Mata Kiran mendelik kesal.


"Udah ah, ayo pergi. Lapar nih,...!"


Marvel dan Kiran berjalan menuju mobil, baru saja Kiran ingin masuk ke dalam mobil, Gama menghentikannya.

__ADS_1


"Ngapain kamu di sini?" tanya Kiran dengan wajah datar.


"Aku mau bicara sama kamu. Ikut aku sebentar!" ujar Gama yang tanpa izin langsung menarik tangan Kiran. Marvel yang melihat hal tersebut langsung menarik Kiran kembali.


"Jangan menyentuh istri orang lain sembarangan. Itu tidak sopan namanya!" ucap Marvel dengan wajah dingin.


"Om, Kiran teman ku. Aku hanya ingin bicara padanya."


"Tapi dia istri ku!" ucap Marvel dengan tegas.


"Kau ini kenapa sih Gam? bukankah kau sudah memutuskan untuk tidak berteman dan mengenal ku lagi. Kenapa kau masih mengganggu ku?"


Gama terdiam sejenak.


"Aku mau pergi...!" seru Kiran hendak masuk kedalam mobil tapi di tahan lagi oleh Gama.


"Sebentar saja Kiran, aku mohon!" ujar Gama.


"Pergilah sebelum aku menghajar mu!" usir Marvel benar-benar tidak suka dengan Gama.


Kiran tidak peduli, ia langsung masuk ke dalam mobil meninggalkan Gama yang berdiri seperti orang bodoh.


Mata Gama tajam memandang laju mobil Marvel. Kedua tangannya mengepal tidak terima jika Kiran telah mengacuhkannya.


"Mas tidak suka melihat kamu dekat-dekat sama Gama. Jauhi dia."


"Gama teman ku, tidak di pungkiri jika dia banyak menolong ku dulu. Tapi,....!" Kiran menarik nafas panjang, ada rasa kecewa yang masih tersimpan di dalam hatinya.


"Tapi apa?" tanya Marvel.


"Jangan mengingat apa yang sudah terjadi. Mas tidak suka!"


"Tapi aku berhutang banyak pada Gama," ucap Kiran lesu, rasanya sedih juga jika mengingat masa lalunya.


Marvel terdiam, bingung sendiri ingin menanggapi seperti apa. Sampai mobil berhenti di depan restoran, Marvel hanya diam saja begitu juga dengan Kiran.


"Kiran,....!"


Lagi-lagi langkah Kiran terhenti saat seseorang memanggil namanya. Kiran menoleh kearah kanan lalu membuang nafas kasar.


"Mau apa kau?" tanya Kiran dengan menunjukkan wajah tidak sukanya.


"Apa kau mau makan siang di tempat ini?" tanya Sika.


"Ya, kenapa?"


"Bagi duit dong, aku juga mau makan di tempat seperti ini. Tadi aku hanya minum saja di dalam!"


Marvel yang mendengar hal tersebut hanya bisa membuang wajahnya.


"Enak saja kau ini, tiba-tiba sok kenal sok baik pada ku lalu meminta duit pada ku. Apa kau lupa apa yang sudah kau perbuat pada ku?"

__ADS_1


Wajah Sika langsung masam.


"Aku ini kakak mu, apa salahnya jika seorang kakak meminta duit pada adiknya yang mem suami kaya raya hah?"


"Dan harusnya kau ingat jika kau itu hanya saudara tiri yang sudah merebut segalanya dari ku," sahut Kiran dengan berani.


"Sayang, sudah. Jangan membuat keributan di sini, malu. Ayo kita masuk!" Marvel menarik tangan Kiran.


"Awas saja kau Kiran, akan ku adukan kau pada ayah!" teriak Sika emosi.


Kiran tidak peduli, hanya saja sebelum memasuki pintu Marvel menatap Sika dengan tajam.


Restoran yang cukup ramai tapi Marvel memilih tempat yang tertutup karena ia hanya ingin makan berdua dengan istri kesayangannya tanpa di ganggu oleh siapa pun.


"Wuah,...banyak sekali makanannya. Pasti semuanya enak," ucap Kiran dengan wajah girang.


"Kita telah melewatkan jam makan siang, jadi kau harus makan banyak!"


"Lagian siapa yang membuat ku harus melewatkan makan siang hari ini hemm?"


"Mas heran sama kamu, kalau di luar kamar aja seperti harimau. Kalau di atas tempat tidur saja sangat pendiam dan penurut. Kenapa seperti itu hemmm?"


"Apaan sih, pertanyaan itu membuat ku geli," ucap Kiran.


"Jawab dong sayang, kok bisa seperti itu? apa rudal mas ini bisa membuat kamu jadi pendiam?"


"Om, mas,...udah ah. Aku mau makan, jangan bahas begituan!"


"Kamu sebenarnya cinta gak sih sama mas?" tanya Marvel iseng.


"Jawab aja sendiri," sahut Kiran.


"Jawaban sudah pasti iya, kalau gak ngapain kamu mau di obok-obok tiap hari...!" ucap Marvel kemudian tertawa.


"Masih ingin terus bicara atau ku tinggal pergi nih?" ancam Kiran.


"Eh, jangan sayang. Udah, duduk lagi. Ayo kita makan!''


"Tiap hari yang di bahas ranjang melulu, dasar duda haus. Kegatalan emang!" ejek Kiran.


"Kalau dulu gatal gak ada yang garuk, sekarang mah biang gatal lewat, itu ada kamu yang garukin."Canda Marvel.


"Sumpah geli,...!" seru Kiran.


"Geli-geli kenyal tapi nikmatkan?" goda Marvel.


"Mas, pandangan ku selama ini memang tidak pernah salah. Di otak kamu itu isinya mesum semua, makanya aku gak suka sama kamu."


"Tapi kok kamu mau di geboy sama mas?" Marvel mengedipkan matanya sebelah.


"Ayo sekali lagi menggoda ku, akan ku colok dengan garpu ini."

__ADS_1


"Nanti malam mas yang akan colok kamu. Bagaimana?"


Geram, Kiran sangat geram dan kesal. Makin hari sikap Marvel mulai terlihat menyebalkan, Kiran mulai kewalahan untuk melawan. Yang membuat Kiran heran, kenapa ia tidak bisa melawan bahkan sangat penurut jika dirinya berada di pelukan Marvel. Bahkan, setiap kali Marvel menyentuh dirinya, Kiran tidak kuasa untuk menolak.


__ADS_2