Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 90


__ADS_3

"Mas, kamu ngapain seperti itu?" tanya Kiran yang kaget saat keluar dari kamar mandi ia melihat kepala Marvel di bawah dan kaki di atas.


"Perut mas sakit lagi sayang. Gak tahu kenapa akhir-akhir ini mas suka sakit perut."


"Duh, kita periksa aja ya mas. Aku takut kamu kenapa-kenapa loh."


"Iya, mas juga udah gak tahan setiap pagi sakit perut."


Bergegas Kiran bersama perut besarnya membawa Marvel ke rumah sakit untuk memeriksakan diri.


Setibanya di rumah sakit, Marvel langsung mendapatkan penanganan dari Dokter. Dokter sedikit kebingungan saat memeriksa Marvel karena ia sehat-sehat saja.


"Jadi, saya sakit apa Dok?" tanya Marvel penasaran.


"Bapak sehat dan tidak ada penyakit apa-apa," jawab Dokter membuat dahi Marvel berkerut heran.


"Tapi, hampir setiap pagi perut dan pinggang saya sakit Dok."


"Iya Dok, suami saya sampai salto di buatnya." Timpal Kiran.


Dokter melirik ke arah perut Kiran yang cukup besar.

__ADS_1


"Bisa jadi ini ada hubungannya dengan kehamilan istri bapak. Biasanya seorang suami juga bisa merasa ngidam dan rasa nyeri sama seperti apa yang di alami sang istri," tutut Dokter tersebut.


"Ah, masa sih Dok bisa begitu?" tanya Marvel tidak percaya.


"Bisa saja begitu pak, ikatan batin yang kuat bisa jadi anak penyebabnya."


Marvel menoleh ke arah Kiran, mungkin ucapan Dokter ada benarnya juga.


Marvel dan Kiran memutuskan untuk pulang. Setibanya di rumah, mamah Dona langsung bertanya pada mereka.


"Bagaimana Vel, kata Dokter kamu sakit apa?" tanya mamah Dona khawatir.


"Aku sehat saja mah," jawab Marvel kemudian menceritakan kepada mamah Dona apa yang di ceritakan Dokter tadi.


"Gak gitu juga mah, mamah gak tahu bagaimana rasanya setiap pagi sakit perut dan pinggang."


Pletak......


Mamah Dona memukul lengan anaknya.


"Kamu pikir ibu hamil dan melahirkan itu tidak sakit kah?, kau pikir hamil itu gampang dan di manja bahkan selalu yang minta harus wajib di kabulkan. Tapi kamu gak tahu bagaimana rasanya perut nyeri, mau tidur mau buang air susah belum lagi rasa nyeri di mana-mana. Setiap hari kepikiran melahirkan, berjalan susah bahkan selera makan berubah-ubah. Kamu mana tahu rasanya."

__ADS_1


Sontak saja mamah Dona mengeluarkan ceramahnya.


"Betul itu mah, laki-laki tahunya ngadon aja!" timpal Kiran.


"Jadi istri itu kamu pikir gampang?, belum lagi nantinya ngurus bayi ditambah lagi bayi besar seperti papahnya."


Marvel hanya diam saja, tidak mungkin ia melawan dua wanita yang ada di depannya ini.


"Iya mah,...iya. Aku minta maaf," ucap Marvel melemah.


"Minta maaf sama istri mu. Kalau kamu gak terima sama ucapan mamah, besok-besok kamu aja yang hamil."


"Mas minta maaf ya sayang. Maafin mas karena ucapan mas sudah menyinggung kamu dan mamah," ucap Marvel sambil mengelus perut istrinya.


"Setidaknya mamah sudah memberi mu paham. Nanti kalau aku yang ngomong kamu gak percaya."


"Percaya kok, mas tadi khilaf!"


"Hiidiih,....alasan aja khilaf. Lelaki mana mau di salahkan!"


"Iya mah. Aku yang salah, jika perempuan salah pun harus kembali ke pasal satu. PEREMPUAN TIDAK PERNAH SALAH!"

__ADS_1


"Baguslah kalau kamu tahu diri," ucap mamah Dona.


__ADS_2