Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 105


__ADS_3

Sampai malam ini, Marvel sama sekali tidak menegur istrinya. Kiran sendiri juga acuh, hanya karena ucapan Gama membuat suaminya merajuk sampai malam.


"Hoooaaam,.........!" Kiran menguap sambil membentangkan kedua tangannya. "Joe tidur sama omanya lagi. Malam ini aku bisa tidur dengan bebas lagi," ucap Kiran sengaja.


Kiran menepuk-nepuk bantalnya kemudian merebahkan diri.


Huuuh........


"Nyaman sekali," ucap Kiran sengaja memejamkan mata.


Kiran merasa ada sesuatu yang grusak grusuk di atas tempat tidur. Saat ia membuka mata, ternyata Marvel sudah ada di atasnya.


"Mas mau ngapain?" Mendadak Kiran panik.


"Menghukum mu," jawab Marvel. "Goyang mas sampai keluar!"


"Hidiiih,......aku salah apa kok di hukum?"


Marvel tidak menjawab, pria ini malah menggigit bibir istrinya.


Kiran mendorong tubuh suaminya, "mas sakit!"


"Sakit mana sama ini hah....?''


Lagi-lagi Marvel buat ulah, pria ini melepas semua pakaian istrinya dan langsung mencoblos begitu saja.


"Mas bikin kamu nyanyi di atas ranjang," bisik Marvel.


Benar saja, akibat keganasan belut berdenyut, Kiran terus merintih di hantamnya.

__ADS_1


Uh....ah......ih.....uh.....oh......


Marvel semakin liat saat mendengar suara manja istrinya.


"Gak bisa gak masalah. Yang penting bisa ganti oli setiap malam," ucap Marvel benar-benar membuat Kiran kesal.


Hukuman yang di terima Kiran sungguh membuat lelah. Marvel mengeluarkan gaya kodok, gaya cicak-cicak di dinding bahkan gaya buaya merayap.


Marvel tersenyum puas saat melihat istrinya yang sudah terlelap tidur. Bahkan Kiran tak di beri ampun malam ini. Puasa empat puluh hari membuat Marvel semakin ganas saja.


Malam telah berganti pagi, Kiran yang baru saja selesai mandi terus mengomel pada suaminya. Bukannya apa-apa, langkah Kiran pagi ini cukup lebar akibat menahan sakit.


"Mau mas gendong gak?" Marvel menawarkan diri.


"Gak perlu!" Tolak Kiran kesal, "gak ada ukurannya. Nyiksa bini nih namanya!"


"Maaf sayang. Maklum balok dengan kualitas terbaik!"


"Maklum dia berkembang!" Seru Marvel.


"Ah, udah ah. Berduaan sama kamu lama-lama habis di makan."


Kiran memilih pergi ke kamar mamah Dona. Ternyata baby Joe baru saja selesai mandi.


"Kiran, kenapa jalan kamu seperti itu nak?" Tanya mamah Dona heran.


Paniklah Kiran, ia langsung berpikir untuk mencari alasan.


"Anu mah. Itu tadi pas mandi Kiran kepleset. Kaki Kiran sakit deh!" Bohong Kiran karena ia malu jika harus mengakui perbuatan suaminya.

__ADS_1


"Marvel mana?" Tanya mamah Dona lagi.


"Lagi mandi mah. Katanya mau ke kantor sebentar!"


"Biarin aja dia pergi. Kalau di rumah terus bikin naik darah!"


"Bener tuh mah!"


"Wah,...wah,...mantu dan mertua pagi-pagi udah ghibah aja. Dosa loh!" Ujar Marvel yang ternyata sejak tadi berdiri di ambang pintu kamar.


"Mas, katanya mau mandi tadi?"


"Nanti aja. Lagi malas!"


"Katanya juga mau pergi ke kantor. Kok sekarang malas?"


"Ada Jeff. Lagian itu kerjaan gak seberapa penting kok!" Sahut Marvel sembari menghampiri anaknya.


"Heh,...!" Mamah Dona mendorong anaknya, "jangan gendong Joe!"


"Lah kenapa?, ini kan anak ku!"


"Kamu belum mandi. Kotor, banyak kuman!" Jawab mamah Dona.


"Heran sama nenek-nenek, sama anak sendiri sensitif banget!"


"Ngomong apa kamu Vel?"


"Gak mah. Ini mau pergi mandi,....!!"

__ADS_1


Melihat kelakuan suaminya Kiran hanya bisa membuang nafas dan bergeleng kepala.


__ADS_2