Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 73


__ADS_3

"Mau apa kau di sini?" Marvel bertanya dengan wajah dingin suara datar.


"Vel,.....!"


Jessi bangkit dari duduknya hendak memeluk Marvel. Marvel mundur kebelakang dengan mengangkat kedua tangannya.


"Jangan menyentuh ku!" Seru Marvel menghentikan langkah Jessi, "keluar dari ruangan ku!" Usir Marvel.


"Vel, aku menyesal sudah meninggalkan kamu. Maafkan aku Vel. Aku sadar hanya kau laki-laki yang baik dan tulus mencintai ku," ucap Jessi dengan memasang wajah sedihnya.


"Itu dulu, sebelum kita menikah dan satu hari setelah kita menikah. Selebihnya tidak!"


"Ku mohon maafkan aku. Kembalilah pada ku Vel. Aku akan menceraikan suami ku jika kau mau kembali pada ku," ucap Jessi membuat Marvel tertawa.


"Kau sudah gila. Istri ku jauh lebih baik di banding diri mu."


"Istri mu tidak lebih baik dari ku. Dia tidak pantas untuk mu!"


"Lalu, menurut mu apa kau yang pantas untukku?" tanya Marvel, "katakan pada ku, di mana letak kata pantas yang cocok untuk seorang perempuan yang tega kabur dengan seling setelah hari pernikahannya?"


"Aku khilaf," lirih Jessi.


"Tidak khilaf. Bukankah kau menduakan jauh sebelum kita menikah. Pergilah Jes, aku muak melihat mu!"


Jessi hendak meraih tangan Marvel tapi dengan cepat Marvel menepisnya.


"Ku mohon kembalilah pada ku Vel. Aku sudah tidak kuat hidup dengan Darwin. Dia selalu menyiksa ku," ujar Jessi memberitahu Marvel.


"Bukan urusan ku. Di banding diri mu, istri ku jauh lebih penting."

__ADS_1


"Kita bisa memperbaiki hubungan kita Vel. Ku mohon bantu aku agar aku bisa lepas dari Darwin," Jessi memohon pada mantan suaminya.


"Itu resiko mu. Dia laki-laki pilihan mu, tidak ada hubungannya dengan ku. Sekarang keluarlah dan jangan datang lagi menemui ku!"


Marvel mendorong Jessi keluar dari ruangannya. Jeff yang hendak masuk ke dalam ruangan terkejut saat melihat drama mantan suami istri di depannya ini.


"Jeff, seret perempuan ini keluar. Jangan biarkan dia masuk dan menginjakan kaki di kantor ku lagi," titah Marvel.


Setelah di seret keluar, Jessi akhirnya memutuskan untuk pulang. Baru saja membuka pintu, sang suami sudah berdiri menyambutnya dengan seutas sabuk yang sudah ia lepas dari celananya.


"Win,....!" Wajah Jessi ketakutan.


"Kau menemui mantan suami mu lagi. Bisa-bisanya kau masih berani menemui dia," ucap Darwin dengan mata penuh amarah.


"Aku hanya pergi bersama teman-teman ku. Kau salah paham!" bohong Jessi.


Darwin naik pitam, pria ini melayangkan sabuknya ke arah kaki Jessi. Sontak saja Jessi menjerit kesakitan. Jessi terduduk di lantai, berusaha menutupi tubuhnya dengan tangan saat Darwin terus mencambuk dirinya.


"Ampun,....hentikan....hentikan!" Mohon Jessi dengan isak tangisnya.


Darwin menjambak rambut Jessi lalu berkata.


"Tidak akan ada yang bisa melepaskan mu dari tangan ku termasuk Marvel. Aku tahu siapa Marvel, sampai kau mengemis di bawah kakinya sekali pun dia tidak akan percaya pada mu."


"Lepaskan aku Darwin. Aku sudah tidak sanggup lagi hidup dengan mu," ucap Jessi dengan isak tangisnya.


Darwin tertawa, ia mendorong tubuh istrinya.


"Sayang,.....!" Terdengar suara seorang perempuan dari arah dalam. Jessi terkejut saat melihat mantan istri Darwin yang tiba-tiba ada di sana.

__ADS_1


"Kau, mau apa kau di rumah ku?" tanya Jessi tidak terima.


"Lebih tepatnya rumah ku dan suami ku," ujar perempuan yang bernama Erma itu.


"Suami, istri, apa maksudnya?" tanya Jessi tidak mengerti.


Darwin dan Erma saling pandang lalu tersenyum ke arah Jessi.


"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Jessi penasaran, "dan kau. Darwin adalah suami ku. Pergilah!"


"Darwin adalah suami kita," ucap Erma sangat mengejutkan Jessi, "kau bisa menebak-nebak dari sekarang siapa kami sebenarnya!"


"Siapa kalian?, kenapa kalian menipu ku hah?" Jessi panik.


"Kau sudah tentu tahu nama ku. Nama ku Erma dan aku adalah sepupu Marvel. Bagaimana, bagus bukan pengaturan ku untuk menyiksa mu?"


Erma tersenyum puas.


"Pernikahan kau dan Darwin hanya pernikahan rekayasa. Semua orang-orang di pernikahan kalian adalah bayaran. Jadi, kau dan Darwin bukan suami istri." Jelas Erma.


"Tapi, aku dam Darwin berhubungan layaknya suami istri." Jessi mulai bingung.


"Kau sengaja di buat mabuk Jessi. Yang bercumbu dengan mu bukan Darwin melainkan pria lain. Jadi, yang kau sebut ganas di atas ranjang bukalah suami ku. Dia adalah orang lain,"


"Aku hanya mengikuti permainan istri ku!" Ucap Darwin semakin membuat Jessi bingung dan sama sekali tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya.


Tiba-tiba saja dua orang pria masuk lalu menyeret Jessi ke dalam kamar. Jessi di kurung di sana, bahkan teriakan Jessi sama sekali tak ada yang mendengarnya.


"Marvel pasti suka permainan ini. Perempuan bodoh itu harus di beri pelajaran," ucap Erma.

__ADS_1


__ADS_2