
"Setega itu ayah pada ku. Demi kebahagiaan Sika dia rela tidak mengakui Sika sebagai anak kandungnya di depan ku," ucap Kiran yang benar-benar kecewa pada ayahnya.
"Karena cinta di masa lalulah dia tega melakukan hal sekeji ini pada mu. Mereka membenci tanpa memberikan alasan yang kuat." Sahut Marvel yang ikut kesal.
"Mas, aku tidak pernah di inginkan." Ucap Kiran dengan suara bergetar. Matanya berkaca-kaca, ada rasa sakit di hatinya.
"Jangan bicara seperti itu sayang. Jika mereka tidak pernah menginginkan mu, masih ada mas yang sangat menginginkan mu." Kata Marvel lalu menarik Kiran kedalam pelukannya.
"Semesta terlalu serius bercandanya hingga dia lupa jika aku telah menelan kecewa."
"Yang menyakiti mu sekarang telah menerima hukumannya. Mas tidak mengajari mu untuk membenci ayah mu. Tanpa dia, kau tidak mungkin ada di dunia ini."
"Dan aku tidak pernah meminta di lahirkan seperti ini mas."
"Segala yang kita jalani di kehidupan ini sudah tertulis di garis takdir. Sayang mas, ikhlaskan semua yang terjadi. Percaya pada mas yang akan memberikan kebahagiaan untuk mu."
"Kenapa laki-laki suka menggombal?" Tanya Kiran sembari mengusap air matanya.
"Karena perempuan suka di gombali," jawab Marvel lalu mencolek pipi Kiran.
"Semoga anak ku ini tidak meniru kelakuan papahnya," ucap Kiran sambil mengusap perutnya.
"Intinya jangan meniru kelakuan kita berdua!" Sahut Marvel.
"Kalau bukan kita berdua? lalu meniru siapa?"
__ADS_1
"Biarkan dia dengan karakternya sendiri."
"Semoga anak kita kelak tidak seperti kamu yang suka mengejar perempuan muda," ucap Kiran berdoa.
"Dari pada perempuan tua, enakkan yang muda dong. Masih keset, produk masih di setel pabrik."
"Hidih, mau menang sendiri. Tuh, hutan kota di cukur dong. Akarnya sudah kemana-mana. Geli tahu!" Canda Kiran.
"Wah, mulai berani mengatai mas. Bilang aja pengen!"
Sontak saja Kiran membuang wajahnya karena malu. Sudah beberapa hari ini Kiran merasa aneh pada dirinya, di otak Kiran isinya cuma adegan ranjang bersama suaminya.
"Udah ah, yuk ke toko kue!" Ajak Kiran yang sudah lama tidak bertemu Fani.
''Iya sayang, ayo."
"Sayang, tiba-tiba saja mas pengen makan singkong bakar. Beli di mana ya kira-kira?"
"Singkong bakar?" Kiran mengulangi ucapan suaminya, "emang ada yang jual?"
"Gak beli maksudnya."
"Lah terus?"
"Mas pengen makan singkong bakar yang singkongnya langsung di cabut dari kebun. Nah, di mana ada kebun singkong?"
__ADS_1
"Mas, ini kota besar. Kemana kita akan mencari kebun singkong? ada-ada aja deh!"
"Mas pengen....!" Rengek Marvel.
"Mas dapat ide dari mana sih ngidam beginian?"
"Ya gak tahu. Tanya sama anak mu sana!"
"Ah, ini mah aku yang susah. Bukanya mas, masa iya aku yang hamil mas yang ngidam?" Protes Kiran.
"Kita muter-muter pinggiran kota dulu ya, siapa tahu ada yang punya kebun singkong." Ujar Marvel.
"Toko kuenya bagaimana?" Tanya Kiran kesal.
"Besok aja. Kamu tahu sendiri, pasti Fani dan Jeff lagi pacaran!"
"Kalian sama aja," ucap Kiran bertambah kesal.
"Kamu gak ngidam sayang?" Tanya Marvel iseng.
"Iya ngidam. Ngidam pengen lihat kamu pakai baju ultraman!" Jawab Kiran asal.
********
Yuk mampir di novel baru😊
__ADS_1