
"Anak papah. Sehat-sehat di dalam sarang ya sayang," ucap Marvel sembari mencium perut istrinya.
"Sarang apa coba mas?"
"Sarang-sarang keturunan ku!" Jawab Marvel membuat Kiran bergeleng kepala.
"Kiran sayang. Ayo makan dulu, mamah sudah udah masak ayam goreng kremesnya loh," ujar Dona lalu mengedipkan mata sebelah.
"Oh,...iya mah. Terimakasih udah masakin Kiran. Kiran sayang sama mamah. Sejak menikah dengan mas Marvel, Kiran akhirnya bisa merasakan masakan seorang ibu."
"Sama-sama sayang. Ayo makan dan jangan lupa itu,....!"
"Itu apa mah?" tanya Marvel penasaran.
"Aku lagi ngidam makan ayam goreng kremes. Makannya sambil nyabut bulu kaki kamu mas," ucap Kiran membuat mata Marvel terbelalak.
"Jangan bercanda dong sayang."
"Aku gak bercanda loh mas. Aku serius, aku gemes sama bulu-bulu kamu!"
Glek,.....
Marvel menelan ludahnya kasar, ia menoleh ke arah mamahnya.
"Istri ngidam wajib di kabulkan. Kamu tahu kan kalau gak di turutin?" Dona menakuti Marvel.
"Mas ayo, aku lapar!" rengek Kiran.
__ADS_1
Mau tidak mau Marvel menuruti permintaan istrinya. Kiran bagai ratu dalam keluarga Marvel. Makan di suapi mamah Dona, setelah satu suapan Kiran mencabut bulu kaki suaminya.
Aaaaaa.......
Marvel berguling-guling di lantai menahan panas dan perihnya saat bulu kakinya di cabut oleh Kiran.
"Sakit sayang....!" teriak Marvel.
"Hadeeeeh,....bikinnya aja gak sakit!" Ujar Dona.
"Tidak ada hubungannya mah!" Seru Marvel.
"Aduh, maafin aku ya mas. Ini bukan mau ku, tapi mau anak kita," ucap Kiran.
"Nakal. Belum lahir aja nakal, awas aja kalau lahir, mas akan cium dia!"
Mengerikan, di rumah ini ada dua ratu yang sama-sama di takuti Marvel. Lelaki tinggi besar dengan tampang preman bahkan terlihat dingin dan kejam di luar nyatanya akan kalah jika berada di rumah.
Selesai makan, Kiran mengusap perutnya.
"Uhuiii,....kenyang. Ternyata enak juganya punya mamah," ucap Kiran membuat hati Marvel merasa iba.
"Jangan ngomong gitu dong sayang. Mas gak mau kamu terlihat seperti orang yang ke kekurangan kasih sayang. Mas dan mamah akan berusaha memberikan kamu cukup kasih sayang."
"Iya mas. Terimakasih untuk semuanya."
"Sayang. Kamu ada niatan mau jenguk ayah kamu gak?" tanya Marvel yang tidak ingin hubungan Kiran dan pak Hasan putus.
__ADS_1
"Demi menjaga kesehatan mental dan kewarasan ku. Maaf mas, aku tidak akan menemui ayah."
"Mas mengerti. Istri mas adalah perempuan yang kuat. Sudahlah body nya aduhai, cantik pula beeeh makanya mas terpikat sama kamu."
"Ngomong apa nyambungnya apa. Heran sama kamu mas!"
"Gak usah heran. Kamu akan heran kalau Fani dan Jeff akan menikah bulan depan!" Kata Marvel memberitahu. Kiran terkejut, ia sama sekali tidak tahu mengenai masalah ini.
"Wah, mbak Fani benar-benar kelewatan. Masa hari bahagianya gak mau ngasih tahu aku."
"Akhirnya si Jeff si jomblo akut itu menemukan jodohnya juga," ucap Marvel.
"Jeff harus berterima kasih pada ku mas."
"Loh, berterimakasih untuk apa?" tanya Marvel penasaran.
"Jika aku tidak menikah dengan mu, dia tidak akan mungkin dekat dengan mbak Fani."
"Kamu ini, ada-ada aja!"
"Tapi sekarang aku bangga loh mas. Ternyata benar ya, perempuan itu akan merasa lebih bahagia jika ia di kejar lalu di jadikan ratu. Contohnya aku!"
"Karena pada dasarnya perempuan itu di kejar, bukan mengejar!"
"Uuuuh,....cuami aku lucu juga!"
Kiran menarik kedua pipi Marvel lalu meremas brewok yang ada di pipinya.
__ADS_1
Mau melawan pun tidak bisa, Marvel hanya pasrah menerima perlakuan sang istri yang suka gemas padanya.