Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 95


__ADS_3

"Ayo bu, sekali lagi tarik nafas hembuskan.....!"


Oweeeeekkkkk...........


Suara tangis bayi pecah di ruangan ini, Marvel yang mendengar suara tangisan anaknya untuk pertama kali mendadak kaku kemudian jatuh ke lantai tidak sadarkan diri.


"Loh mas,....mas.....kok malah rebahan sih!" Kiran kaget melihat suaminya, rasa sakitnya mendadak hilang.


"Gak usah khawatir bu, suaminya cuma pingsan aja," ucap Dokter, "sus. Panggilan ibu yang di luar aja!"


"Baik Dok."


Suster kemudian memanggil mamah Dona yang sedang menunggu di luar ruangan.


Saat mamah Dona masuk kedalam ruangan, ia terkejut saat melihat Marvel rebahan di lantai.


"Ya ampun Marvel, istri melahirkan kok malah asyik rebahan. Marvel bangun.....!"


"Mas Marvel pingsan mah," ujar Kiran memberitahu.


"Ya Tuhan Marvel,.......!"


Mamah Dona menggelengkan kepalanya. Saking geramnya dengan Marvel, ia menyipratkan air ke wajah Marvel.


Marvel membuka mata, ia menatap mamahnya.


"Kiran mana mah?" tanya Marvel saat sadar.

__ADS_1


"Istri sedang berjuang antara hidup dan mati tapi kamu malah seperti ini. Bangun cepat!"


Dokter dan Suster hanya bisa diam sambil menahan tawanya.


"Apa anak ku sudah stay di dunia mah?" tanya Marvel lagi.


"Iya, sudah. Cepat masukan dia ke daftar ahli waris!" Ujar mamah Dona yang kesal, "bangun cepat Vel!" Mamah Dona menarik tangan Marvel.


Marvel duduk, saat ia hendak berdiri, Marvel kembali terduduk.


"Marvel, cepat bangun. Kamu ini kenapa sih?" Mamah Dona semakin gemas.


"Kaki ku lemas mah. Aku gak kuat berdiri," ujar Marvel.


Seisi ruangan mendadak bingung melihat Marvel termasuk Kiran.


"Mas,......!''


Setelah beberapa saat Marvel akhirnya bisa berdiri juga. Ia menghampiri mamahnya yang sedang menggendong anaknya yang berjenis kelamin laki-laki.


"Laki-laki mah?" tanya Marvel dengan polosnya.


"Vel,......!" Mamah Dona geram, "ini gendong anak kamu. Kasih lihat sama istri mu."


Marvel mudur, wajahnya kaku tegang.


"Kamu kenapa Vel?" tanya mamah Dona heran.

__ADS_1


"Aku gak berani gendong mah. Kecil banget, masih merah. Takut jatuh, tuh lihat besarnya aja seperti botol air mineral."


"Marvel.....! Bisa-bisanya kamu bilang anak kamu sebesar botol!"


"Berhenti melawak mas. Aku capek loh," ujar Kiran yang baru saja selesai di bersihkan.


"Mas serius loh sayang. Mas gak berani gendong."


"Itu anak kamu loh mas," ujar Kiran ikutan kesal.


"Yang bilang anak tetangga siapa?"


"Mas,.......!!!"


Ingin sekali rasanya Kiran berguling-guling nangis tapi ia sadar keadaannya masih lemah.


Suasana ruangan kembali hening, bayi mungil tampan ini terlelap tidur. Marvel sejak tadi duduk di samping box bayi sambil memandang wajah anaknya.


"Laki-laki. Kalau kelakuan sama seperti ku bagaimana?" Marvel mulai berpikir jauh.


"Makanya kelakuan itu di ubah. Kamu sudah punya anak loh Vel," ujar mamah Dona.


"Setelah ini gak usah nunda kehamilan lagi sayang. Langsung gas ngadon anak perempuan."


"Kamu ini loh Vel. Kiran baru aja melahirkan, mana bisa kamu gas langsung. Harus nunggu sampai empat puluh hari sampai istri mu pulih."


"Ngapain juga nunggu empat puluh hari?"

__ADS_1


Mamah Dona kemudian menjelaskan apa saja pantangan setelah melahirkan untuk Marvel dan Kiran. Saat mendengar ucapan sang mamah yang mengatakan jika Marvel dan Kiran tidak boleh berhubungan suami istri selama empat puluh hari, Marvel mendadak pingsan lagi.


"Biarin aja, jangan di urus. Lama-lama kita bisa gila di buat sama Marvel," ucap mamah Dona.


__ADS_2