Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 36


__ADS_3

Plok,....plok.....plok....


Bunyi yang sangat indah perpaduan di antara dua kulit di tambah serat serabut yang membuat sedikit kesat. Tanda merah sudah memenuhi area terlarang di bagian tubuh tertentu.


Kiran yang sudah tak mampu melawan hanya bisa pasrah kala Marvel terus menghujam dirinya dengan belalai keras tak bertulang.


Plok,....plok,...plok...


Aaah.....aaah.....


Kiran mulai merintih, mencengkram punggung pria yang saat ini sedang melakukan gerakan maju mundur dengan kecepatan tak beraturan.


"Aku,.....!" lirih Kiran tanpa sadar ia merasakan sebuah kenikmatan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Tubuhnya menegang tiba-tiba menjepit pedang tumpul milik suaminya. Meskipun Marvel menduda sudah sangat lama, tapi ia sedikit berpengalaman dalam hal ini. Marvel mengisap salah satu bukit kenyal dengan biji kacang di atas di atas yang membuat Kiran bertambah melayang merasakan nikmatnya surga dunia.


Setelah beberapa saat, tubuh Kiran kembali melemas, Marvel hanya tersenyum menatap wajah ngos-ngosan sang istri.


"Bagaimana sayang, nikmat bukan rasanya?" bisik Marvel.


Kiran menutup wajahnya malu, mencubit put*ng susu suaminya yang di tutupi sedikit bulu.


"Mari kita lakukan bersama-sama. Itu akan jauh lebih nikmat lagi." Marvel kembali berbisik.


Dengan sedikit gaya yang berbeda untuk memperpanjang durasi bercinta. Gaya kuda, gaya katak di keluarkan oleh Marvel. Kiran yang pasrah hanya menurut saja dengan permainan suaminya.


Akhirnya, candu juga. Kiran yang semua menolak kini sudah jatuh dalam pelukan Marvel.


Kres,...kres....kresek...


Gesekan dua ladang berambut, mungkin saja ada sehelai dua helai yang sudah rontok akibat keganasan Marvel. Untuk sekarang Kiran belum merasakan perih, keduanya sama-sama hanyut dalam sebuah kenikmatan.


Haaah,....uuuh,.... suara berat Marvel menggema di setiap sudut kamar ini.


aaaaaah,.......begitu juga dengan suara Kiran beriringan. Alunan nada indah berbaur menjadi satu dengan suara derasnya air hujan. Dinginnya udara di luar, sama sekali tidak mempengaruhi pergulatan di atas ranjang. Keringat keduanya saling menyatu, berpadu menjadi cinta yang mungkin saja besok akan bermekaran.


Plok,...plok,....plok,...


Terus menggoyang, untung saja ranjang hotel ini mahal jadi tak gampang patah.


"Aku,....!" lirih Kiran mulai merasakan jika tubuhnya kembali menegang lagi.


Marvel yang paham langsung menyesap di antara dua bukit kenyal, mempercepat gerakan maju mundurnya.


Plok,...plok,...plok,...

__ADS_1


kres....kres.....kres.....


Aaaaaah.......


Aaaaaah.......


Keduanya saling menyiram, cairan hangat benih cinta berbaur menjadi satu. Mereka berdua sedang menikmati puncak bersama, tubuh menegang dengan denyutan yang aduhai. Mata merem melek merasakan nikmatnya.


Perlahan Kiran mulai melonggarkan cengkramannya. Begitu juga dengan Marvel yang kini sudah terjatuh lemas di samping istrinya. Belalainya kembali menciut seperti semula.


Sebelum tidur, Marvel menggendong Kiran pergi ke kamar mandi sebentar untuk membersihkan diri setelah itu kembali ke atas tempat tidur yang sudah tak beraturan lagi.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Kiran terlelap begitu saja. Sedangkan Marvel yang belum tidur hanya sibuk memandangi wajah istri yang di nikahi karena keberuntungannya.


"Kalau tidur begini kau terlihat sangat manis dan cantik. Tapi, kalau mata mu melek beeeh, seperti indukan harimau!" ucap Marvel lalu mencolek hidung istrinya.


Marvel tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Rasa hatinya sudah tidak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata. Malam semakin larut, pada akhirnya Marvel terlelap sambil memeluk istrinya.


Jarum jam begitu cepat berputar, tak terasa sekarang sudah memasuki pukul delapan pagi tapi Kiran dan Marvel belum bangun juga.


Nada dering dari panggilan telpon lah yang membuat keduanya terbangun. Kiran yang melihat Marvel berada di sampingnya tanpa mengenakan pakaian atas merasa sangat terkejut.


"Om,...ngapain di sini?" tanyanya syok seolah lupa jika semalam mereka telah melakukan pertempuran yang sangat hebat.


"Apanya yang ngapain?" Marvel bertanya balik.


Jleb,....


Langkah Kiran terhenti, matanya melebar saat ia merasakan sesuatu yang sangat perih di bawah sana. Untuk beberapa saat Kiran berpikir lalu ia menepuk jidatnya sendiri.


"Om,....!" Kiran menoleh ke belakang, Marvel menatapnya heran.


Marvel paham, pria ini langsung turun dari atas ranjang lalu menggendong Kiran.


"Mau apa?" tanya Kiran panik.


"Lupa kalau anu mu pasti bengkak sekarang. Mas gendong kamu ke kamar mandi, berendam lah sebentar dengan air hangat nanti juga akan pulih sendiri," tutur Marvel benar-benar membuat mata Kiran melotot lebar.


Bug,....


Kiran memukul dada bidang suaminya.


"Hei, kenapa memukul suami mu hemmm?" tanya Marvel heran.


"Siapa yang mengizinkan om untuk membuka segel ku hah?" tanya Kiran kesal, "aku sudah tidak perawan lagi,...!" rengek Kiran yang kini sudah berada di dalam bathtub.

__ADS_1


"Mandilah, apa kau mau kamar mandi bergoyang pagi ini sayang?" goda Marvel.


"Keluar....!" teriak Kiran kesal.


Sambil tertawa Marvel keluar dari kamar mandi. Sedangkan Kiran kini hanya bisa meratapi nasib diri.


"Astaga, semua ini sungguh gila. Kenapa aku sangat menikmatinya tadi malam?"


Kiran memukul kesal kepala bodohnya sendiri.


"Harusnya aku melawan, bukan malah termakan rayuan. Tapi,.....!" ucapan Kiran menggantung, "tapi kenapa rasanya membuat ketagihan!" sambungnya lalu kembali menggerutiki kebodohannya.


Hampir setengah jam berada di kamar mandi, Kiran keluar dengan wajah gugup dan malu. Mata liarnya sibuk mencari Marvel.


"Cepat berpakaian!" tegur Marvel mengejutkan Kiran.


"Dasar jin, suka sekali membuat ku terkejut!"


Marvel melirik ke area leher dan dada atas yang tidak tertutup handuk.


"Gunakan pakaian yang tertutup. Mas tidak mau ada orang yang melihat mahakarya di leher mu itu!"


"Semua ini gara-gara om...!" ucap Kiran kesal.


"Sudah di bobol masih aja panggil om. Belajarlah memanggil ku yang pantas. Aku suami mu, bukan paman mu!"


Kiran mendengus kesal, ingin sekali menghajar dan melaporkan Marvel pada polisi tapi dia sendiri istrinya.


Pukul sepuluh barulah mereka keluar dari kamar untuk mencari makanan. Kiran yang kelaparan terus mengomel, membuat Marvel hanya bisa menarik nafas panjang-panjang.


"Kamu mau kemana hari ini, mas turuti semuanya!" ujar Marvel.


"Mau pergi kemana pun yang ku mau asal jangan di kamar."


"Kenapa, takut di mangsa lagi?"


"Mas,.....!" Kiran menghentakan kakinya. Untuk pertama kalinya ia memanggil Marvel dengan sebutan Mas.


"Coba ulangi, kamu panggil apa tadi...?" Marvel kembali menggoda.


"Gak, gak mau!" seru Kiran.


"Sayang mas, coba ulangi. Sekali saja!" rengek Marvel.


Kiran menutup wajahnya dengan kedua tangan menahan rasa malu. Wajahnya merah merona saat mendengar rayuan Marvel.

__ADS_1


"Udah ah, aku gak mau dengar!" ucap Kiran kemudian meninggalkan Marvel sendiri. Marvel mengejar istrinya, terus merengek meminta Kiran mengulangi panggilannya tadi.


__ADS_2