Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 99


__ADS_3

"Lihat suami mu itu, sama seperti papahnya dulu. Mamah setelah lahiran juga gitu dulu, papahnya Marvel setiap hari galau. Gak dapat jatah tuh!"


"Emang laki-laki semua seperti itu ya mah?" tanya Kiran dengan polosnya.


"Mungkin semua. Tapi mamah gak tahu juga."


"Aku nyamperin mas Marvel dulu ya mah. Kasihan, sejak ada Joe dia seperti merasa di duakan."


"Iya, sana cepat. Biar mamah yang jaga Joe."


Kiran beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri sang suami yang duduk di tepi kolam renang.


"Mas,....!" Panggil Kiran.


"Hemmm,...iya sayang. Kamu butuh sesuatu kah?" Tanya Marvel yang sangat peduli sama pada Kiran.


"Sudah punya anak loh mas. Jangan bersikap seperti ini dong," ujar Kiran.


"Jadi mas harus seperti apa dong?"


"Ya seperti biasa aja. Sepertinya mas Marvel dulu. Gak apa-apa deh mas ngomong mesum juga yang penting jangan galau."


"Ya tetap galau sayang. Baterai mas sudah hampir habis. Gak kuat udah!"


"Ya sabar mas, gitu kok nyuruh aku hamil lagi."


"Udah ah, mau berenang!" Ujar Marvel langsung melompat ke dalam kolam renang.


"Sana mas, ke ujung nanti balik lagi kesini ya."


"Bikinin kopi sayang," titah Marvel sambil berenang.


"Iya mas," jawab Kiran.


Kiran kembali masuk ke dalam, ia bergegas membuat kopi susu kesukaan suaminya. Tak berapa lama Kiran kembali ke kolam dengan membawakan secangkir kopi.


"Mas, ada Jeff!" Ujar Kiran memberitahu.


"Bos,.....!" Jeff menyapa.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Marvel datar.


"Bos ada hal penting yang ingin ku sampaikan," ujar Jeff yang terlihat panik.


"Sayang. Kamu masuk kedalam dulu ya. Nanti mas nyusul."


"Iya mas!"


Setelah Kiran masuk ke dalam rumah, barulah Jeff bicara.


"Bos, pak Hasan. Pak Hasan meninggal di dalam sel," ucap Jeff memberitahu.


"Jangan bercanda!" Seru Marvel.


"Serius bos. Pihak kepolisian memberi kabar siang ini."


"Aduh,....!" Marvel bingung, "Kiran masih masa pemulihan pasca melahirkan. Bagaimana aku memberitahu dia?"


"Katakan saja apa adanya bos. Baik buruknya Kiran adalah anak Hasan."


"Kalau begitu urus pemakamannya. Aku akan memberitahu istri ku."


"Vel, kenapa kamu?, kok kelihatan bingung!"


"Anu mah, gak deh.....!" Marvel menggaruk kepalanya tak gatal.


"Kenapa sih mas?" tanya Kiran ikutan bingung.


"Sayang, kamu janji gak akan nangis gak akan sedih dan gak akan menyalahkan diri mu ya," ucap Marvel semakin membuat Kiran bingung.


"Mas, ada apa sih?"


"Iya. Kamu ini kenapa sih?"


"Janji dulu,...!" Marvel mendesak.


"Iya. Aku Janji...!"


"Ayah kamu meninggal," ucap Marvel memberitahu istrinya.

__ADS_1


Seketika suasana mendadak hening. Untuk beberapa saat Kiran terlena dalam lamunannya. Melihat sang istri yang tak memberi tanggapan, Marvel langsung memeluk istrinya.


"Kamu udah janji loh sama mas. Jangan nangis ya," bisik Marvel.


Huft,.....


Kiran menghembuskan nafas pelan, lalu tersenyum tipis menutupi kesedihan.


"Tekanan darah ayah mu naik. Gulanya juga naik," ujar Marvel kembali memberitahu.


"Aku mengerti mas," ucap Kiran lirih. "Kita antar ayah ke peristirahatannya ya!"


"Iya sayang mas!" Marvel mengusap lembut kepala istrinya.


"Mamah turut berduka ya nak," ucap mamah Dona.


"Kiran titip Joe ya mah."


"Iya sayang. Pergilah dengan suami mu!"


Kiran pergi mandi sebentar kemudian berganti pakaian setelah itu mereka pergi ke rumah sakit.


Huuh........


Kiran membuang nafas kasar saat melihat peti mati yang ada di depannya.


"Apa kamu ingin melihat wajah ayah mu untuk yang terakhir kali?" tanya Marvel.


"Tidak mas!" Jawab Kiran tegas. "Lebih baik aku tidak melihatnya dari pada aku sedih nantinya."


"Kiran, yang kuat ya!" Fani menepuk pundak Kiran.


"Iya mbak!"


Peti mati tersebut kemudian di masukan ke dalam ambulan lalu mereka pergi ke pemakaman umum yang berada tak jauh dari rumah Kiran.


Desi dan Sika tidak di izinkan untuk menghadiri acara pemakaman. Jadi, mereka hanya bisa menangis meratapi kepergian Hasan.


Tuhan begitu adil bukan? Pak Hasan yang mendoakan dan menyumpahi anak dan cucunya mati pada akhirnya dia yang di jemput duluan.

__ADS_1


__ADS_2