Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 92


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu kehidupan rumah tangga Marvel dan Kiran semakin harmonis di tambah lagi sekarang mereka sedang menantikan kelahiran anak pertamanya.


Semakin besar semakin berat begitu juga dengan suasana hati yang sering berubah-ubah. Kiran, ibu hamil yang satu ini sama saja seperti ibu hamil pada umumnya yang selalu meminta perhatian lebih pada sang suami.


"Mas,...aku lapar. Tapi, aku capek naik turun tangga!" Keluh Kiran.


"Kamu mau makan di kamar atau di meja makan?" tanya Marvel lembut.


"Aku bosan di kamar. Kalau makan di bawah gimana?"


"Iya sayang. Ayo mas gendong!"


Untung saja Kiran memiliki suami yang kekar, jadi ia bebas minta gendong kapan saja yang ia mau.


"Kamu duduk di sini, mas siapin makanannya dulu."


"Mas. Aku mau makan mata sapi," ucap Kiran membuat Marvel terkejut begitu juga dengan mamah Dona yang sedang membuat kue di dapur.


"Sayang. Dari mana mas bisa dapat mata sapi?, makan yang lain aja ya?" Bujur Marvel.


"Gak mau! Aku mau makan mata sapi sama kecap!"


"Duh Kiran sayang. Emangnya kamu gak geli makan mata sapi?" Tanya mamah Dona dengan wajah geli.

__ADS_1


"Ah mamah, perasaan mamah dan mas Marvel juga pernah makan mata sapi, bahkan sering."


"Hiiidiiih,....masa sih sayang?" Marvel mencoba mengingat ke belakang, "perasaan gak ada deh!"


"Pokoknya aku mau makan mata sapi titik.....!"


"Sapi siapa yang harus mas congkel matanya sayang?" Marvel seketika lesu.


"Mas, gak usah lebay deh. Maksud ku itu telur mata sapi. Bukan mata sapi beneran," ujar Kiran membuat mamah Dona dan Marvel tertawa keras.


"Aduuuh,.....menantu ku ini suka sekali ngerjain orang. Mamah pikir mata sapi beneran."


"Lah iya, mas pikir mata sapi beneran!"


"Iya,...iya,....maaf. Mas kurang nyambung soalnya ini."


"Ya udah. Mamah gorengin bentar ya," ujar mamah Dona.


"Gak usah mah. Marvel aja!"


"Udah, kalian duduk aja sana."


Mamah Dona kembali ke dapur sambil tertawa geli mengingat kelucuan Kiran. Tak butuh waktu lama, mamah Dona kembali ke meja makan dengan membawa pesanan Kiran.

__ADS_1


"Ya ampun mah. Makasih loh, lope yuuu sekebun buah apel," ucap Kiran senang.


"Giliran sama mamah aja di ucapin lope yuuu mah sekebun apel. Coba sama suami sendiri, boro-boro!" Celetuk Marvel.


"Ya ampun Vel, sama mamah sendiri aja kamu seperti itu. Heran deh sama kamu!"


"Aku lebih heran lagi sama Kiran!" Sahut Marvel.


"Apa sih mas?, gitu aja di perpanjang loh!"


"Iya nih Marvel. Sama aja seperti papahnya!"


"Nih, begini juga. Yang di gorengin telur cuma Kiran, akunya mana coba?"


"Kamu ini loh Vel, kamu tu bisa goreng sendiri. Sedangkan istri kamu itu mau jalan aja susah apa lagi mau masak. Heran sama kamu, sama istri sendiri aja bisa iri."


"Aku anak mamah loh mas. Bukan kamu!" Kiran mengejek suaminya.


"Kamu ngejek mas terus, awas loh gak mas kasih jatah nanti." Marvel mengancam.


"Gak usah takut Kiran, balas aja nanti setelah kamu melahirkan!"


"Sepertinya aku butuh papah baru biar mamah ada kesitu," ucap Marvel langsung mendapatkan tonjokan di lengan kekarnya dari sang mamah.

__ADS_1


__ADS_2