
"Kenapa tidak menginap di rumah sakit saja?, mas takut kamu kenapa-kenapa."
"Kata Dokter aku dan bayi kita baik-baik saja mas. Lagian, aku tidak bisa tidur di sana."
"Tapi, ruang rawat kamu itu sudah yang paling bagus sayang."
"Tetap saja yang nyaman itu ranjang kita," ujar Kiran.
"Bilang aja sawah mu minta pupuk!" seru Marvel.
"Bisa-bisanya kamu ini sampai ke sana ya mas!"
"Udah, gak usah marah. Ayo istirahat, sudah malam!"
Kiran tidur dengan berbantalkan lengan suaminya. Entah kenapa sejak hamil ia suka mencium aroma ketiak sang suami sambil memainkan bulu-bulu dada suaminya.
Malam yang gelap telah berganti pagi yang cerah. Marvel bangun terlebih dahulu dan membiarkan Kiran tidur lebih lama.
"Vel, kamu gak usah ke kantor hari ini." Ujar mamah Dona.
"Iya mah," jawab Marvel singkat.
"Istri itu di jaga, jangan sakiti dia apa lagi sejak kecil Kiran tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kehangatan dari sebuah keluarga. Awas kamu kalau buat Kiran kenapa-kenapa lagi."
"Belum sarapan loh mah. Masa udah ngomel aja!" protes Marvel.
"Mamah gak ngomel, cuma menasehati kamu aja!"
__ADS_1
"Mas,....!" Kiran yang baru bangun menghampiri suami dan mertuanya di meja makan.
"Kiran sayang. Ayo sarapan nak,"ajak mamah Dona.
"Nanti aja mah. Aku mual!" tolak Kiran.
"Mamah sudah buatkan kamu susu. Kamu minum susu dulu aja ya," ujar mamah Dona.
"Iya mah."
"Bilang sama mas, kamu ingin makan apa?"
"Aku pengen makan rambutan tapi yang gak ada rambutnya mas," ucap Kiran membuat mamah Dona tertawa sedangkan Marvel hanya melongo bingung.
"Di mana-mana rambutan itu ada rambutnya sayang. Kamu itu aneh-aneh aja!"
"Ayo cepat beli mas. Aku pengen makan rambutan yang gak ada rambutnya," rengek Kiran.
"Kamu ini kalau ngidam aneh-aneh aja. Kebanyakan nonton tv sih!"
"Vel......!" mamah Dona menatap tajam.
"Sama itu loh mas, aku pengen makan di suapin sama kamu."
"Gampang, ayo sini mas suapin."
"Tapi, kamu harus mengenakan baju daster milik mamah."
__ADS_1
Mamah Dona sudah tidak tahan lagi, tawanya pecah saat mendengar ngidam menantunya yang menurutnya sangat lucu.
"Sama itu mas, jangan lupa pakai lipstik milik mamah ya!"
Huft,.....
Marvel menarik nafas panjang, menyesap kopi paginya kemudian pergi ke kamar mamah Dona.
Tak berapa lama Marvel keluar dengan mengenakan baju daster lengkap dengan riasan di wajahnya.
Kiran dan mamah Dona tertawa terbahak-bahak saat melihat Marvel.
"Mas, senyum dong. Jangan cemberut!" Ujar Kiran.
"Semua demi ayang. Yang penting kamu mau makan," ucap Marvel tanpa senyum.
"Cepat makan lalu minum obat. Ya udah, mamah mau pergi dulu." Mamah Dona terus tertawa, baru sekarang ada orang yang berani membuat Marvel seperti ini.
Marvel menyuapi Kiran, rasanya nasi yang di telan Kiran hampir saja keluar karena ia sendiri tak tahan melihat penampilan suaminya.
"Sayang, jangan ketawa terus. Mas malu nih!" Marvel merajuk.
"Sumpah, kamu sangat lucu loh mas."
Lagi-lagi Marvel hanya bisa menarik nafas panjang. Setelah selesai menyuapi makan istrinya, Marvel langsung berganti pakaian dan menghapus riasan di wajahnya.
"Belum juga lahir, sudah menyebalkan. Heran, keturunan siapa sih?" gerutu Marvel di dalam hatinya.
__ADS_1