
"Kamu ini ngeyelan benget sih. Masih lemas juga udah ngajak pulang," Marvel mengomel.
"Ranjang rumah sakit tak seindah ranjang di rumah," sahut Kiran dengan cengar cengir.
"Udahlah Vel, gak usah ngomel terus. Nanti anak kamu kalau lahir banyak bicara!" Sambung mamah Dona.
Dona meletakan barang-barang milik Kiran setelah itu ia keluar agar Kiran bisa beristirahat.
"Mas,...!" Kiran memanggil suaminya yang masih sibuk membereskan barang-barang Kiran.
"Iya sayang. Kamu perlu sesuatu?"
"Boleh gak aku minta sesuatu sama kamu?" tanya Kiran.
"Kamu minta apa sayang?, katakan pada mas."
"Aku lahiran masih tiga bulan lagi. Sampai anak kita lahir, kamu gak boleh potong rambut dan brewok mu. Bagaimana mas?"
"Jadi hutan dong!" Seru Marvel.
"Intinya mas gak boleh potong rambut dan cukur tuh jambang."
"Tapi sayang, mas banyak ketemu klien. Mas harus rapi dan bersih."
"Ya udah kalau gak mau nurutin maunya anak!"
Kiran merajuk, ia membalikkan tubuhnya lalu menarik selimut menutup seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Mas udah gak sayang sama aku lagi. Dulu aja ngejar-ngejar aku penuh rayuan," ucap Kiran dari balik selimut.
"Iya sayang. Mas gak akan potong rambut atas dan bawah."
"Janji,....!"
"Iya janji,...!" Ucap Marvel membuat hati Kiran berbunga.
"Nanti aku sendiri yang akan memotong hutan di bagian bawah," bisik Kiran.
"Habis di potong langsung masuk kandang," sahut Marvel.
Meskipun masih lemah, tapi Kiran tetap bercanda dengan suaminya sampai Kiran terlelap tidur.
Malam ini Marvel tidak bisa memejamkan mata. Marvel masih tidak terima atas ucapan Gama yang menyuruh Kiran untuk menceraikannya.
"Kamu gak sarapan Vel?" tanya mamah Dona.
"Gak mah. Entah kenapa aku merasa mual pagi ini," ujar Marvel yang memijat keningnya terasa nyeri.
"Kalau sakit gak usah kerja deh mas," ucap Kiran.
Belum sempat Marvel menjawab ucapan sang istri, ia sudah berlari ke kamar mandi untuk muntah.
Mamah Dona panik, begitu juga dengan Kiran. Dengan membawa perutnya yang membesar, ia mengejar suaminya.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Kiran panik.
__ADS_1
"Mas gak kenapa-kenapa. Mungkin ini efek dari begadang tadi malam."
"Kamu tuh kebiasaan," ucap Dona, "lembur gak ingat waktu!"
Padahal Marvel sama sekali tidak ada lembur tadi malam.
Marvel meneguk segelas air putih. Beristirahat sebentar sebelum berangkat ke kantor.
"Mas berangkat ke kantor dulu ya sayang," pamit Marvel.
"Kalau mas gak kuat mending istirahat di rumah."
"Mas ada rapat penting dan gak bisa di tinggal. Udah, jangan khawatir. Mas sehat aja kok!"
Marvel mengecup kening istrinya juga mencium perut sang istri sebelum berangkat. Kiran kembali masuk kedalam rumah setelah mobil suaminya tidak terlihat lagi.
"Kiran, kamu istirahat ya nak. Mamah mau pergi dulu. Hati-hati di rumah," ucap Dona sebelum pergi.
Rumah sepi, tinggallah Kiran sendiri karena para asisten rumah tangga masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
Sementara itu, Marvel yang tiba di kantor langsung mengadakan rapat yang sudah di agendakan.
Rapat memakan waktu hingga dua jam membuat Marvel merasa sangat lelah.
"Bos sakit?" tanya Jeff heran.
"Aku baik-baik saja. Aku akan kembali ke ruangan ku dulu," ujar Marvel.
__ADS_1
Dengan langkah lesu Marvel kembali ke ruang kerjanya. Saat Marvel membuka pintu, ia kaget saat melihat seseorang duduk di dalam ruangannya.