Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 54


__ADS_3

"Ada apa ini bu? kenapa sidangnya malah kacau seperti ini?" Sika bertanya pada ibunya.


"Diam kau Sika!" bentak Desi panik.


"Ayah, tolong jelaskan. Apa yang sebenarnya terjadi?"


Hasan hanya diam.


"Sebenarnya, ini ide gila siapa hah?" tanya Desi sangat geram pada suaminya, "kau yang menuntut Kiran untuk merebut warisan itu. Tapi, kenapa malah kita yang di tuntut balik hah?"


"Semua ini idenya Gama!" jawab Hasan sangat menyesal telah mengikuti omongan Gama.


"Kiran tahu dari mana masalah yang sudah kita tutupi sekian tahun?" Desi penasaran.


Tiba-tiba saja tubuh Hasan menegang ketika mengingat sesuatu.


"Kenapa dengan wajah mu itu hah?" tanya Desi pada suaminya.


"Jangan-jangan Kiran telah membongkar isi yang ada di dalam gudang belakang. Aaaarrrrgh......!" Hasan mengacak rambutnya frustasi, "kenapa aku lupa melenyapkan semua barang-barang ibunya itu?"


Desi yang mendengar ucapan suaminya sangat marah.


"Dasar bodoh!" umpat Desi, "bisa-bisanya kau......!!" Desi geram.


"Ayah ibu, rahasia apa yang telah kalian sembunyikan dari ku?" tanya Sika bingung.


Belum sempat Desi dan Hasan menjawab, dua orang petugas tiba-tiba membawa Hasan dan Desi untuk di masukan ke sel untuk sementara waktu.


Sika berusaha menahan, tapi apa lah daya ia tidak memiliki kemampuan. Mau tidak mau Sika pulang sendirian. Sidang yang seharusnya membuahkan hasil bagi Hasan namun nyatanya malah berbalik menyerangnya.


Semua ini sudah di atur oleh Marvel, ia sengaja membongkar kejahatan Hasan dan Desi di persidangan ini.


Gama, pria ini mulai merasa gelisah karena semua rencana yang sudah ia atur kini telah hancur berantakan.


"Brengsek kau Gama!" umpat Sika, "gara-gara kau, sekarang ayah dan ibu ku mendekam di penjara."


"Aku juga tidak tahu mengenai masalah ini. Kenapa menyalahkan ku hah?"


"Jika bukan karena ide gila mu itu, tidak mungkin akan seperti ini. Kau harus bertanggung jawab Gama!"


Gama pusing, ia tidak peduli pada Sika. Gama memutuskan untuk pergi meninggalkan kantor polisi. Bukannya pulang ke rumah tapi Gama malah pergi ke rumah Marvel untuk menemui Kiran.


Kiran dan Marvel yang baru saja turun dari mobil memandang malas pada Gama.


"Kiran,....!"


Gama berlari kecil menghampiri Kiran.


"Mau apa kau kemari hah?" tanya Kiran acuh.


"Masalah ayah mu, kenapa kau semakin tega menuntut om Hasan?"

__ADS_1


Kiran tertawa kecil,


"Gama,...Gama,....sebenarnya apa sih tujuan yang sebenarnya? kenapa kau tiba-tiba kekeh membela ayah ku yang tidak tahu diri itu?"


"Berhenti ikut campur dalam masalah ini jika kau tidak ingin hidup mu susah!" ancam Marvel.


"Lepaskan Kiran om!" pinta Gama tak masuk akal.


Telinga Marvel mendadak terbakar mendengar ucapan Gama. Tanpa berpikir panjang lagi, Marvel langsung memukul wajah Gama.


Kiran yang melihat Marvel menghajar Gama hanya bisa diam saja.


"Bisa-bisanya kau mengatur rumah tangga kami. Siapa kau hah?" Suara Marvel menggelegar.


"Kalian hanya menikah bohongan. Aku tahu betul sifat Kiran, dia sangat membenci mu om!" Gama yang keras kepala masih berani memancing emosi Marvel.


"Gama, jujur saja. Apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Kiran penasaran.


"Aku tidak menginginkan apa pun, aku hanya ingin membantu mu bebas dari om gila ini."


"Kau tidak berhak mengatai suami ku gila. Jaga bicara mu Gama!"


Kiran marah, wajahnya menampakan kebencian pada Gama.


"Pergilah Gam. Apa kau lupa jika kau sendiri yang sudah memutuskan hubungan pertemanan kita?"


Kiran mengusir Gama. Suaranya dingin, Gama tidak pernah mendengar nada bicara Kiran seperti ini yang terasa seperti orang asing.


Marvel mengajak Kiran masuk, sedangkan Gama hanya bisa terpaku melihat sikap Kiran sudah tak mau melihat dirinya lagi.


Aaaarrrggh.....


Gama kesal pada dirinya sendiri.


"Kau bukan mencintai Kiran, kau hanya terobsesi padanya Gama!" ucap Fani yang entah tiba-tiba muncul dari mana.


Gama menoleh ke belakang, sudah ada Fani dan Jeff.


"Mbak,....!" ucap Gama pelan.


"Jangan mengusik kehidupan Kiran, biarkan dia bahagia. Marvel dan Kiran saling mencintai."


"Aku masih tidak terima jika Kiran sudah menikah. Entah kenapa ada yang mengganjal di sini," ujar Gama menunjuk dadanya sendiri.


"Kau sendiri yang memulai, bukan Kiran. Jadi, jangan salahkan dia!"


"Hai kau....!" seru Jeff, "pergilah. Aku muak melihat mu!"


Gama hanya melirik kemudian pergi begitu saja. Jeff geram sendiri melihat Gama.


"Ayo, antar aku pulang!" kata Fani.

__ADS_1


"Loh, tidak jadi bertemu Kiran?"


"Besok-besok saja lah. Kiran pasti butuh waktu untuk menerima kenyataan ini. Aku tahu betul bagaimana perjuangan dia dulu."


"Jangan pulang dong,...!"


"Lah, terus?"


"Kita jalan-jalan dulu!" ajak Jeff langsung di iyakan Fani.


Jeff dan Fani pergi, mereka dekat tapi tidak memiliki ikatan apa pun. Jeff terlalu takut untuk mengungkapkan isi hatinya.


Sementara itu, Kiran masih sedih atas apa yang terjadi hari ini. Rumitnya kehidupan membuat Kiran kenapa ia bisa sekuat ini.


"Sayang, minum teh dulu!" Kata Marvel sambil menyodorkan secangkir teh.


Kiran tersenyum tipis, lalu mengambil teh tersebut.


"Terimakasih mas," ucap Kiran.


"Menurut pasal, ayah mu termasuk melanggar pasal berat. Pembunuhan berencana dan penyalahgunaan obat-obatan. Apa kau sudah siap dengan keputusan hakim?"


"Menurut mas, berapa lama hukuman yang akan di terima ayah?" tanya Kiran penasaran.


"Bisa jadi hukuman seumur hidup penjara atau hukuman mati. Entahlah, mas pun tidak tahu. Tapi, ayah mu termasuk manusia jahat yang sangat tega membunuh istri sendiri."


"Terserah hakim saja. Aku sudah pusing dengan masalah keluarga ku sendiri. Aku hanya menginginkan keadilan untuk ibu."


"Mas bukan mau mengompori kamu sayang. Tapi, ayah mu dan ibu tiri mu sudah jahat sekali. Mereka harus di hukum sesuai dengan hukuman yang berlaku."


"Lagian, sudah lama sekali rasanya aku ingin membalas tante Desi dan Sika. Ngomong-ngomong, apa kabarnya si SIKAT WC itu?"


"Apa kau mau tahu tentang dia sayang?" tanya Marvel membuat Kiran penasaran.


"Mas tahu kabar si sikat wc itu?"


"Sebenarnya, SIKAT WC itu bukan saudara tiri mu melainkan dia saudara kandung mu sendiri," kata Marvel sungguh membuat Kiran kaget.


"Apa maksud mu mas? kenapa bisa seperti itu?"


"Sika lahir sebelum ayah dan ibu menikah. Saat ibu mu mengetahui kenyataan tersebut, beliau terkena serangan jantung."


"Mas, dari mana kau tahu semua tentang keluarga ku di masa lalu?" tanya Kiran heran.


"Ada uang semua informasi bisa aku dapatkan. Kau tidak perlu pusing memikirkan bagaimana aku bisa mendapatkan informasi tentang keluarga mu. Asal.....!"


Marvel tidak melanjutkan ucapannya.


"Asal apa mas?" tanya Kiran penasaran.


"Asal malam ini lima ronde...!" sambung Marvel sembari mengedipkan matanya sebelah.

__ADS_1


__ADS_2