Dikejar Cinta Om Duda

Dikejar Cinta Om Duda
Chapter 106


__ADS_3

"Mertua mu adalah mertua impian untuk semua menantu contohnya seperti kita ini. Aku termasuk iri pada mu yang mendapatkan ibu mertua yang baiknya luar Biasa," ucap Fani sembari memperhatikan mamah Dona yang sedang mengajak baby Joe berjemur.


"Tuhan begitu adil mbak. Meskipun aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu, tapi sekarang aku mendapatkannya melalui mamah Dona. Aku yang tidak pernah mendapatkan perhatian dan kehangatan dalam keluarga sekarang aku dapatkan dalam hangatnya keluarga suami ku."


"Banyak-banyak bersyukur Kiran. Mbak ikut senang melihat kamu bahagia sekarang."


"Iya mbak. Sekarang aku lebih banyak bersyukur dengan kebahagiaan yang Tuhan berikan pada ku sekarang."


"Kiran, itu suami mu tolong di bangunkan. Udah jam segini gak bangun-bangun. Mau jadi apa dia?" Mamah Dona sedikit mengomel.


"Iya mah!" Sahut Kiran, "mbak. Aku ke kamar sebentar."


"Eh iya. Mbak mau ke sana dulu, lihat anak kamu."


Kiran pun bergegas pergi ke kamarnya. Memang betul kata mamah Dona, mau jadi apa Marvel jam delapan begini belum bangun juga.


"Mas, bangun!" Kiran menggoyangkan tubuh suaminya. "Mas bangun.....!!" Berulang kali Kiran membangunkan suaminya.


"Bentar lagi deh sayang. Mas ngantuk ni!"


"Aduh, mamah udah ngomel mas."


"Ah, tuhkan besar. Kamu sih maksa bangun, jadi bangun semua dong."


"Apa sih mas?, perasaan gak ada habisnya kalau urusan begituan."

__ADS_1


"Kamu tuh, maksa bangun!"


"Aku bukan membangunkan batang mu itu. Udah ah, malas deh!"


"Ayo main sekali," rengek Marvel.


"Ada mbak Fani di bawah. Kalau aku lama keluar nanti mamah dan mbak Fani curiga."


"Aku harus menelpon Jeff!" Seru Marvel.


"Buat apa?"


"Suruh jemput istrinya sekarang!"


"Mas, jangan dong. Mas tahu sendiri kalau mbak Fani teman ku satu-satunya. Masa mau di usir juga!" Kiran gregetan dengan ulah suaminya.


"Bangun cepat, bukankah mamah minta anterin ke bandara siang ini?"


"Ah, itu nenek-nenek udah punya cucu masih aja mau pergi liburan."


"Gak boleh gitu dong mas. Sama mamah sendiri juga. Mamah juga butuh liburan biar awet muda gak gila ngadepin kamu yang gila."


"Biar udah nenek-nenek tapi mas sayang loh sama mamah!"


"Cepat bangun mas. Udah ah, capek bangunin kamu. Aku keluar dulu, itu pakaian mas udah aku siapin."

__ADS_1


"Cium dulu dong sebagai vitamin pagi ini," ujar Marvel sembari menyodorkan bibir monyongnya.


Huft,.......


Kiran membuang nafas kasar, tidak mau menunggu lama ia langsung mencium bibir suaminya.


"Sarapannya roti sama kopi aja sayang. Mas lagi diet loh!" pesan Marvel sebelum istrinya keluar.


"Halah, dietan segala. Apa artinya diet kalau tengah malam suka makan dua kali?"


"Dua kali dari mana?, perasaan cuma satu kali deh."


"Makan nasi plus makan aku. Apa itu?, sama aja dua kali....!"


"Wah, pandai menggoda memang!"


Tidak mau meladeni suaminya, Kiran bergegas keluar dari kamar.


"Apa laki-laki sama semua?, heran sama om bewok, suka sekali mencari kesempatan!" Kiran menggerutu.


"Kiran, mbak pamit pulang ya. Udah kesiangan nih, mau buka toko kue dulu." Pamit Fani.


"Bentar banget mainnya mbak?"


"Nanti deh mainnya lama-lama kalau mbak punya waktu. Ya udah, mbak pergi dulu ya...!"

__ADS_1


Kiran semakin mengomel setelah Fani pergi. Bukannya apa-apa, ia juga ingin punya teman mengobrol selain mamah mertua dan suaminya.


"Awas aja, malam ini ku tinggal tidur!" Ucap Kiran yang kesal pada suaminya.


__ADS_2