
"Mas gak mau tahu. Besok kita pergi ke rumah sakit kamu harus KB. Kasihan Joe, dia masih butuh perhatian dari kita."
"Iya mas, makanya jangan main gasak aja!"
"Ah, gak apa-apa. Cuma satu ronde gak bakal jadi."
"Ah, masa sih?"
"Iya sayang. Percaya sama mas. Udah, ayo tidur!"
Sebenarnya Kiran sengaja merahasiakan ini semua karena ia masih takut jika di goyang berjilid-jilid apa lagi tenaga Marvel sangat kuat.
Malam berganti pagi, Joe tampan baru saja selesai di mandikan oleh oma cantiknya.
Marvel dan Kiran hanya bisa melihat apa yang di lakukan sang mamah pada anak mereka.
"Ehemmm,......Ehemmmm. Aduh tenggorokan gatal banget sih?" Mamah Dona berusaha menggoda Marvel.
"Kalau ngomong yang jelas mah. Bilang aja menyinggung Marvel."
"Apa sih Vel. Sensitif banget!"
"Titip Joe, Marvel mau antar Kiran ke rumah sakit."
"Ngapain?" Tanya mamah Dona.
"Kiran belum KB!" Jawab Marvel singkat.
"Loh, bukanya udah ya?, perasaan waktu itu Kiran sudah melakukan KB. Dokternya sendiri yang datang ke rumah kita." Ujar mamah Dona memberitahu.
Seketika Marvel melirik istrinya tajam.
__ADS_1
"Berani bohong ya sama mas?"
"Ya gak sengaja!" Seru Kiran.
"Hemm,.....mulai nakal. Berani sekali membohongi mas."
"Habisnya mas main gasak aja. Gak pengertian banget sih!"
"Ya kamu juga harusnya ngerti dong. Mas udah lama gak buka gembok!"
"Tapikan aku udah bilang belum siap!"
"Aduuuuuh,.....sana bahas di kamar kalian aja. Telinga Joe yang masih suci ini kalian kotori dengan percakapan kalian yang aneh!" Mamah Dona mengusir Marvel dan Kiran dari kamarnya.
"Kamu sih. Kan kita jadi di marahin sama mamah!" Marvel menyalahkan istrinya.
"Yang mulai kan mas duluan. Bukan aku!"
"Aduh, cepat keluar!" Usir mamah Dona.
"Mas gak mau tahu. Pokoknya malam ini lima ronde!"
"Gak, satu aja. Aku masih takut!"
"Ayang ......!" Marvel merengek.
"Mas......!" Kiran juga merengek.
"Lima ya sayang." Marvel merayu, "kamu minta apa aja mas turutin deh!"
"Satu aja deh mas. Aku masih takut!"
__ADS_1
Huft,.....
Marvel menghela nafas panjang.
"Gak usahlah. Mas cari sarang baru aja malam ini," ucap Marvel dengan wajah lesu.
"Apa.....?" Mata Kiran melotot mendengar ucapan suaminya.
"Sekian lama menunggu istri dengan setia tapi seperti ini. Mas sedih, kamu nolak. Gak apa-apakan mas cari sarang baru?"
Kiran maju, menatap tajam suaminya.
"Makan aku mas....goyang aku mas....pagi ini lima ronde pun aku layani. Ayo.....!" Kiran melepas semua pakaian.
"Asyik,.....sarapan pagi." Batin Marvel.
Tidak mau membuang kesempatan, Marvel juga melepaskan semua pakaiannya. Pria ini sedikit kewalahan karena Kiran agak agresif pagi ini.
"Lumayan sarapan roti tawar dengan selai tanpa rasa. Seronde pun jadilah." Batin Marvel.
Cukuplah berkeringat pagi ini, Marvel kembali merasa segar dan perkasa lagi. Asupan satu ronde pagi ini cukup memuaskan.
"Aku jadi malu sama mamah. Kita lama banget di kamar," ucap Kiran merasa tidak enak hati.
"Mamah pasti ngerti lah ya...!"
"Kalian kalau mau pergi silahkan. Mamah aja yang ngurus Joe. Mamah bosan ngurusin bayi tua seperti kalian," ucap mamah Dona.
"Wah,...bener-bener. Mentang-mentang punya cucu sekarang anak dan menantunya di tendang." Sahut Marvel.
"Terutama kamu Marvel. Mamah bosan sama kamu yang suka mengejek mamah. Sana pergi sama istri mu. Ajak liburan atau bulan madu kedua lagi."
__ADS_1
"Seriusan mah?" Marvel menghampiri mamahnya.
"Mas. Apa sih?"