Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Lulus Sekolah


__ADS_3

Vivi berjalan menghampiri mamanya yang sedang merapikan pakaian di lemari.


"Ma,Vivi mau kuliah" katanya berderai air mata.Mama langsung menghentikan pekerjaannya lalu melirik pada Vivi sambil tersenyum.Namun senyum itu terlihat palsu.


"Mama juga maunya gitu nak,tapi mama harus gimana?mama ga akan sanggup membiayai uang kuliahmu nanti."kata mama mengelus kepala Vivi dengan lembut.


Vivi terdiam.Mengingat pekerjaan mamanya semenjak ditinggal pergi ayahnya demi wanita lain, mamanya yang hanya buka warteg kecil-kecilan,punya penghasilan pas-pasan untuk biaya sehari-hari saja,dia tidak melanjutkan lagi.


Vivi juga sebenarnya kasihan dengan mamanya,membuatnya tidak mau memaksa untuk tetap kuliah.Vivi berjalan menuju kamarnya lalu mengurung diri.menangis seharian di kamar hingga akhirnya tertidur.


Jam sudah menunjukkan pukul 21:00 tetapi vivi belum juga keluar dari kamarnya sejak tadi pagi.


"tok..tok..tok.."


"Nak,buka pintunya".Suara ibu terdengar yang membuat Vivi terbangun dari tidurnya.Vivi membuka mata dan bangun dari tempat tidur lalu berjalan menuju pintu kamarnya dwngan langkah terseret.


"kenapa ma?".Tanyanya setelah membuka pintu


"dari pagi kok di kamar terus,Nak?kenapa?lagi sedih yah karna masalah tadi pagi?"tanya mama dengan lemah lembut.


"hmm".Vivi tersenyum terpaksa


"gapapa kok mah,Vivi ngerti"


"Maafin mama ya nak?".Mama menangis memeluk Vivi.Tiba-tiba air mata Vivi pun mengalir deras.


Vivi tidak menjawab.Dia hanya mengangguk sambil membalas pelukan mamanya.


"sekarang kamu makan yah?mama ga mau kamu sakit"


"iyah ma"


...****************...

__ADS_1


Tidak terasa sudah tiga bulan Vivi lulus SMA,namun Vivi belum punya rencana ke depannya seperti apa.Hari-harinya selalu dibalut kesedihan.Apalagi melihat keempat sahabatnya yang sudah kehidupan baru di perguruan tinggi,mendapatkan seragam baru dan teman-teman baru membuat hatinya semakin pilu.


"Dalam waktu dekat mereka akan melupakanku.Mereka udah punya teman-teman baru.Mereka sudah tidak peduli lagi padaku.Aku sudah tidak punya teman sekarang".Katanya sambil menangis melihat poto temannya dengan teman baru yang diposting ke Instagram.Vivi keluar dari grup chat mereka dan menghapus pertemanan dari keempat sahabatnya di semua akun sosmednya.


"Kenapa nak?"kata mama yang tiba-tiba memasuki kamarnya.


"Ma,Vivi udah ga punya temen lagi.Sahabat-sahabat Vivi udah punya teman baru masing-masing.Vivi sendiri sekarang".Jawabnya menangis


"Nak,itulah namanya hidup.setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.Vivi dipertemukan di sekolah dengan teman-teman,dipisahkan oleh masa depan.Tenanglah...Mama akan selalu jadi teman terbaik Vivi"


"iyah mah.Aku juga udah putus hubungan sama mereka di sosmed"


"lohhh..kok gitu??"


"Aku malu mahh..ditanyain Vivi sekarang dimana?Vivi kuliah dimana??mama liat sendiri Vivi sekarang cuman jadi sampah masyarakat.ga berguna".Vivi menagis lagi.


"stttt...ga boleh ngomong gitu.Vivi harta mama yang sangaaatttt berharga.lebih dari apapun.jadi ga boleh ngomong gitu lagi yah?"


...****************...


" Nak,lagi apa?".Tanya mama memasuki kamar Vivi yang dibiarkannya terbuka sejak tadi.


"eh mah,ga Ngapa-ngapain mah"


"Hmmm...Vi,kamu ga ada niatan buat nyari kerja,Nak?"


Vivi mendengus pelan.


"Tamatan SMA dapat kerja apa,ma?"


"Banyak loh Nak,coba aja deh cari-cari info loker pakai hp kamu"


"Bingung mah.Aku kayaknya ga punya skill apa-apa."

__ADS_1


"kok ngomong gitu sih,Nak?Mama ga bisa liat kamu tiap hari diam sendirian di kamar.Coba aja kamu kerja selain dapat pengalaman,dapat teman baru juga.Biar pikirannya juga ga buntu.Yahh..setidaknya kamu punya kesibukanlah".kata mama lembut sambil mengelus rambut putrinya itu.


"Aku takut ma".Vivi menatap mamanya dengan wajah memelas


"Takut kenapa,Nak?"


"Yah takut aja.Nanti ketemu bos galak,temen jutek,pekerjaan nya ga bisa aku kerjain,semuanyalah"


"Lahh..pikirannya kok gitu sihh.


Coba aja dulu nak.Nanti kalo kamu bener ga nyaman kan bisa ngundurin diri.Intinya dimana kamu nyaman,disitu kamu bertahan.Kamu harus belajar mandiri sayang.Ga boleh serba bergantung sama orang tua.Gimana coba nanti kalo mama udah ga ada"


"aaaaa..mama kok ngomong gitu sihhh??"Ringis Vivi seperti biasa kalo mama menyinggung tentang jika suatu saat mama udah ga ada.


"Lahh..bener kan?


"Ga.Aku gasuka mama ngomong gitu.Pokonya aku bakalan sukses dan bahagiain mama.Aku bakal ngangkat derajat keluarga kita ma."


"Nah bagus itu sayang.Tapi gimana mau sukses.gimana mau ngangkat derajat keluarga,kalau kamunya aja diam aja di rumah."


"Iya juga sih Ma".sahut Vivi malu.


"Mama seneng bangat loh kalo misalkan putri mama ini mau berusaha,memulai dari hal kecil.kerja apa aja,Nak.ga perlu gengsi yang penting pekerjaan yang baik-baik"


"Iya ma,secepatnya Vivi bakal dapat kerja.Biar secepatbya juga Vi bisa bahagiain mama".Vivi tersenyum memeluk mama,namun air mata menetes di pipinya.


"Mama selalu doain anak mama ini kelak sukses,hidup bahagua.Bisa hidup tanpa berkekurangan juga dapat pasangan yang benar-benar menyayangi kamu nak."


"hmmm..makasih yah mah,udah selalu ada buat Vivi.selalu semangatin Vivi.Dan bahagia vivi sebenarnya tuh cukup mama selalu di samping Vi"


"Maafin mama yah Nak,Mama gabisa kabulin keinginan Vivi buat kuliah"


"udah ma,ga perlu bahas itu lagi.Vivi gapapa kok.Lagian sukses ga harus sarjana kan?Pokoknya aku udah ga mau bahas ini lagi ma.Aku mau pokus nyari kerja apa aja sekarang."

__ADS_1


"Mama seneng bangat liat anak mama semangat kayak gini.Mama juga makin semangat deh buat jualan"kata mama tertawa bahagia.karna ini pertama kali melihat Vivi tceria lagi semenjak lulus SMA.


__ADS_2