Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
sedih


__ADS_3

Malam ini,Vivi harus berkemas.Besok dia akan berangkat ke kota untuk bekerja.Tadi siang dia mendapat informasi dari teman lamanya bahwa tetangganya membutuhkan karyawan laundry.Untuk saat ini Vivi memang tidak perduli dengan pekerjaan apapun itu,yang penting bisa menghasilkan uang.Kata-kata mamanya kemarin selalu terngiang di kepalanya "Ga perlu gengsi,yang penting pekerjaan baik-baik." dan "Untuk sukses harus memulai dari hal-hal kecil".


sudah selesai packing barang-barangnya dengan semangat,mukanya berubah menjadi cemas.Sebenarnya ia tidak sanggup meninggalkan mamanya sendirian di kampung.Tidak sanggup jika mengingat mama melakukan semuanya sendiri.Ia beranjak dari tempat tidurnya menemui mamanya di kamar.


Dibukanya pintu kamar mamanya dengan perlahan.Ia melihat mama sudah tertidur.Memandangi mama dari pintu membuatnya meneteskan air mata.hari yang melelahkan terpancar di wajah mamanya.


Lama memandangi mama dari jauh,tiba tiba dia tersadar.


dari tadi mama tidak ada pergerakan.Dengan air mata mengalir dia berlari menuju mama.Vivi memperhatikan perut mama.


"huhhfftt...bergerak"katanya lega.Lalu ia menaruh jari telunjuknya di bawah hidung mamanya untuk lebih memastikan lagi bahwa mamanya benar bernafas.Hal ini memang sering kali dilakukannya ketika mamanya sedang tidur.Vivi terlalu takut kalau-kalau mamanya...


"husss...pikiran apa ini.mamaku pasti sehat,mamaku panjang umur,mama bakal liat aku sukses,bakal ngeliat aku menikah dengan orang yang saling mencintai sama aku,aku akan membahagiakan mama di masa tuanya dan kami akan hidup bahagia".katanya kemudian menghilangkan pikiran buruknya.lalu vivi memeluk mama.


"Nak?"kata mama terbangun


"Eh..mama bangun.Maafin Vivi yah ma udah ganggu tidur mama"


"pasti kamu abis cek napas mama ya?".


"hihihi...gitu deh".sahut Vivi menggarut kepalanya yang sebenarnya ga gatal.


"hahahah..ada-ada aja anak mama"


"Aku takut bangat mama ninggalin aku".katanya manja.


"Engga nak.Ga mama tinggalin.Kan mama udah bilang akan selalu ada buat Vivi"

__ADS_1


"Aku juga bakal selalu ada buat mama.Mah,aku batalin aja yah kerjanya?"


"Lohh...kok dibatalin sih,Nak?"


"Aku gabisa ninggalin mama.Nanti mama kesepian,mama kecapean.Aku gabisa ma.Ntar juga aku pas kerja bakal kepikiran mama terus."


"Ga loh,Nak.kamu harus tetap berangkat.Mama gapapa sendiri.sekarang udah modern kan.Kita nanti bisa Video call setiap malam.pokoknya kalo boleh mama minta kamu tetap berangkat yah sayang?"


"emmm..iya deh mah."


"Gimana barang-barang kamu nak?udah beres semua?Atau mau mama bantu?"


"Udah kok,Mah.udah beres semuanya


"Bagus deh kalo gitu.Sekarang kamu tidur yah,nak.udah larut malam juga"


" bolehkan Ma,malam ini aku tidur sama mama?"


...****************...


Pagi yang cerah.cahaya matahari menembus jendela kaca kamar Mama.Terlihat Vivi masih tertidur pulas dengan guling di pelukannya.


"Nak,ayo bangun.jam 9 Nanti kamu harus berangkat"Mama menarik selimutnya.


"huaaammm".Vivi menguap lalu duduk sebentar.


"Iyah mah.Vivi mandi dulu yah"

__ADS_1


"iya sana.Abis itu kamu ke meja makan.Mama udah siapin sarapan"


"Oh iya..Mama hari ini ga buka warteg?"


"Ngga dulu deh,Nak.Besok aja"


"Emm gitu.Yauda deh mandi dulu yah,ma"katanya sambil berjalan keluar kamar.


...****************...


Setelah sarapan,Vivi mengeluarkan koper dan tas kecilnya dari kamar.Mobil travel sudah menunggunya di halaman rumah.


"Mah,Vivi berangkat yah?".Air mata kembali menetes.Lagi-lagi tidak sanggup untuk meninggalkan mamanya sendiri di kampung.


"iyah sayang.Hati-hati yah?kabari mama kalau udah sampai.Ingat,ga boleh nakal-nakal di sana.Pokus kerja aja gausa terlalu pikirin mama.Dan satu lagi jaga diri baik-baik yah,Nak?"kata mama seraya memeluk Vivi.


"Iyah ma.Mama juga jaga diri baik-baik yah.Gaboleh kecapean.jaga kesehatan mama.pokoknya kalau nanti Vivi udah berpenghasilan mama gausa kerja lagi.Cukup Vivi aja yang kerja buat hidup kita"


"hehehe...Anak bontot mama".kata mama mengelus rambut Vivi.


"Yauda sana,Nanti sopirnya kelamaan nunggu"


"Iyah ma.Aku berangkat yah,ma.Nanti kalo udah sampai pasti vivi kabarin.Trus,tiap malam pokoknya kita harus Vc.


Soalnya Vivi suka kangen sama mama.Ini belum berangkat aja udah kangen bangat".


Vivi memang selalu dekat dengan mama selama ini.Dulu jika libur sekolah dia diantar liburan ke rumah sepupu,besoknya udah minta dijemput lagi sama mama.Berbeda dengan kakak satu-satunya yang sejak Sekolah tingkat Menengah Pertama sudah hidup mandiri sekolah di luar kota.Sekarang kakaknya sudah menikah dan memiliki kehidupan yang cukup mewah.Namun kurang memperhatikan keluarga di kampung,mama dan Vivi.

__ADS_1


"hahaha...iya iya nak.udah masuk mobil sana".kata mama tertawa bercampur sedih juga.


Vivi memasuki mobil dan melambaikan tangan pada mama.Mobil pun melaju meninggalkan rumah Vivi.


__ADS_2