Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Bikin Kesal


__ADS_3

Baru diisi tiga hari,air galon di rumah Vivi sudah kosong lagi.Dan agak berat untuknya menge'chat Andika karena kejadian di taman,Kejadian yang sangat memalukan.


Lalu ia mengambil handphone nya dan mulai mengetik.


"Galon mas."


Belum dikirim,ia menghapusnya kembali.


"Segan bangat ngechat si cowo dingin ini.Mending aku yang kesana deh.Lagian kan masih pagi,masih enak buat jalan.Trus kalau pagi yang jaga kiosnya kan Ibunya bukan si cowo dingin."Vivi berbicara sendiri.


Ia lalu berdiri dan langsung mengambil galon yang sudah kosong.Ia berjalan santai menuju kios Andika Water.


"Permisi!"Katanya ketika sampai disana.


"Iyah".jawab seseorang.Vivi mengenali suara itu.Andika menghampiri Vivi sambil mengelap mulutnya dengan tisue.Rupanya dia sedang sarapan tadi.


"Galon nya mas."Kata Vivi menahan malu dengan wajah sok santai.


"Oh iya mbak.Ntar abis sarapan diantar yah,Sekalian uangnya"Jawabnya tanpa senyum sedikitpun.


"Iya,makasih mas."Vivi memasang senyum terpaksa kepada si pria dingin di hadapannya.


Vivi langsung balik kanan,melangkah 3 langkah dengan perlahan kemudian berlari sekencang-kencangnya.Andika hanya mengangkat alis kanannya melihat tingkah Vivi.


...****************...


"Permisi ka,galon!"Terdengar seruan di depan rumah Vivi.Vivi agak asing dengan suara itu,seperti suara anak-anak.Vivi pun keluar menemui orang itu.


"Iyah."Vivi tersenyum pada anak laki-laki sekitar 10 tahun di hadapannya.Dilihatnya di balik gerbang Andika duduk di motor seperti menunggu seseorang.


"ini ka kuponnya."Katanya ramah.


"Kamu yang ngangkat galonnya tadi?"


"Iyah ka."


"Ya ampun.kuat bangat kamu!"


Anak itu tertawa senang dipuji seperti itu.


"Makasih yah!"


"Sama-sama."Katanya berlari keluar dari gerbang dan langsung menaiki motor Andika.


"Lah..Dia siapa?Adiknya Andika bukan yah?Tapi kata bu Asmi kan Andika anak bontot.Trus anak keci itu?Hadeh...Bukannya sekolah malah kesenangan nemenin Andika.Dasar anak zaman sekarang."


...****************...

__ADS_1


"Nak Vivi."


"Eh bu Asmi.Kenapa bu?"


"Ibu mau beli odol,ada kan?Mau mandi nih."


"Iyah bu,ada.Ntar aku ambil bu.Ibu mau yang ukuran kecil apa sedang atau besar?"Tanya nya sambil berjalan memasuki toko sekaligus rumahnya.


"Yang besar aja deh.Biar ga cepet-cepet abis."


Bu Asmi melihat ke dalam rumah Vivi,seperti memperhatikan ke setiap sudut rumah itu,dan keadaan di rumah itu.


"Ini bu."Vivi memberikan odol pada bu Asmi.


"Gimana sekarang,Vi?"


"Soal apa bu?"


"Rumah kamu ini!"


"Oh...Ya malam-malam masih suka ada kejadian aneh gitu bu.Dan aku rutin ngelakuin saran yang ibu kasih."


"Oh gitu.Yauda,pokoknya lanjut aja terus kek gitu sampai mereka nyerah."


"Iyah bu.Dan makin kesini juga udah lumayanlah pembelinya juga.


kalau gitu ibu pamit yah?mau mandi nih."


"Iya,bu.Makasih yah bu."


"Sama-sama nak."


...****************...


Vivi duduk di luar sambil memainkan *han*dphone nya.Sesekali dilihatnya orang yang lalu-lalang di jalan.Ketika sedang membaca novel di online,terdengar suara seseorang dari jalan.


"Ka."Kata suara itu.


Vivi melirik ke jalan,disana ada anak yang mengantar galon tadi mengancungkan jari tengah padanya.


"**** you man."Katanya melihat Vivi.


"Hah?"Vivi melongo kebingungan.


"bajingan! Ada masalah apasih tuh bocil.Aneh bangat gada hujan,gada angin tiba-tiba ngancungin jari tengah sama aku.Dasar mereka orang aneh.Yang satu membatu,yang satu rada-rada gelo."Vivi mengatai Andika dan anak kecil itu.


Ia merasa sangat kesal dengan tingkah anak kecil tadi.Merasa kalau bocah itu sudah menginjak-injak harga dirinya.Ia memasukkan cemilan banyak-banyak ke mulutnya untuk melampiaskan kekesalannya pada anak itu.

__ADS_1


"Bleeee."Suara terdengar lagi dari jalan.Keduanya lewat lagi dengan membawa beberapa galon kosong.Bocah itu meledeknya lagi dengan lidahnya.Vivi yang tadinya sangat kesal makin kesal lagi.Ingin rasanya mengejar motor mereka dan menangkap bocah itu,lalu menyetrum lidah dan tangannya.


"Bajingaaaaaan!"Teriaknya keras-keras.


Ia langsung masuk ke rumah membawa hp, toples makanannya dan juga air mineralnya dengan langkah kesal.


...****************...


Kuota internet Vivi yang habis membuatnya harus pergi ke konter.Jarak dari konter ke rumahnya memang tidak terlalu jauh.Konter berhadapan dengan Andika water.Jadi menurutnya tidak perlu kendaraan untuk tiba disana.


Setelah mengisi kuota internetnya,Vivi langsung pulang.Ia memang buru-buru karena jam masih menunjukkan pukul setengah delapan dan ia harus tetap berjualan.


Ketika berjalan keluar dari konter Vivi mendengar suara memanggilnya.


"Kaaaak!"Seru suara itu.


Vivi melihat ke sekelilingnya namun tidak ada orang.


"Kayaknya aku salah denger deh."Gumamnya.


"Kakaaak!"Seru suara itu lagi.Vivi menghentikan langkahnya dan melirik ke arah rumah Andika.Suara itu berasal dari sana.Dilihatnya namun tidak ada siapa-siapa disana.


"Kakak Jeleeeekkkkk!"Terdengar lagi dengan sangat jelas di telinga Vivi.Matanya melotot,sepertinya ia sangat kesal.Ia menyebrang menuju Kios Andika Water.Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seseorang yang melompat dari pohon mangga di samping kios.


"Anak itu lagi.Dia nyari gara-gara sama aku."vivi berbicara sambil menekan gigi atas dan gigi bawahnya karena kesal.


"Kabuuurrrr."Anak itu berlari kencang menghindar dari Vivi.


"Awas aja kalau besok-besok aku liat kamu lewat dari depan rumah aku.Emang aku ada salah apa coba sama dia.Waktu nganterin galon ke rumah aku baik-baik ngomong sama dia.Dia nya juga baik-baik aja sama aku.Apa jangan-jangan dia dipengaruhi si pria dingin itu.Jangan-jangan dia nyuruh si bocil laknat ini buat bikin aku kesal.Tapi ga mungkin deh pria batu itu punya pikiran kotor kek gitu.Keliatannya juga dia ga perduli sama orang di sekitarnya.Buktinya aku pura-pura jatuh di depannya dia,dia sama sekali ga peduli dan malah pergi gitu aja."Kemudian ia melanjutkan langkahnya dengan terburu-buru.Takut kalau-kalau sudah ada pelanggan yang menunggunya di toko.Dan benar saja,ketika ia sampai di depan rumah sepasang suami istri tengah berhenti dengan motor mereka memandangi ke dalam,karena memang tadi Vivi hanya menutup gerbang ketika mau berangkat ke konter.


"Ada apa bu,pak?"Katanya sedikit ngos-ngosan.


"Eh,adek yang punya toko yah?"


"Iyah bu.Maaf bu ada urusan tadi bentar."Katanya sambil membuka gerbang.Ia dan sepasang suami istri itupun berjalan memasuki toko.


"Ibu mau beli skincare nih.Ibu boleh tanya-tanya dulu ga?Maklum dah ibu-ibu rumah tangga kurang pahan sama hal-hal kayak ginian.Biasanya cuman sibuk di rumah ngurusin suami dan anak-anak.Tapi harus tetap jaga penampilan kan biar suami matanya ga berpaling ke wanita lain."Katanya bercanda.Vivi dan ibu tersebut tertawa.


"Apaan sih,ma."Kata suaminya menatap istrinya.


"Hahaha...Iyah bu.Harus tetap jaga penampilan lah."


"Kamu pakai apa?Wajah kamu keliatan bagus bangat.Putih dan kenyal gitu,mulus bangat lagi.Bagi rahasianya dong sama ibu biar ibu bisa cantik kayak kamu dan keliatan lebih muda."Ibu memuji kecantikan Vivi.


"Hahah..Boleh...boleh bu.Ini aku kasih tau rahasianya."


Vivi berkomunikasi dengan baik dengan para pelanggan untuk mendapatkan hati mereka.Wajahnya yang memang cantik membuat orang-orang tertarik dengan produk yang Vivi tawarkan,walaupun sebenarnya ia tidak menggunakan produk yang ia tawarkan itu.

__ADS_1


__ADS_2