Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Makan Malam Bersama


__ADS_3

"Halo!"Terdengar suara dari seberang.


"Halo ka Zeky."


"Iyah Vi,kenapa?"


"Kakak malam ini sibuk ga?"Kata Vivi agak ragu.


"Malam ini?emm..."Zeky berpikir sebentar.


"Ga sibuk sih.Kenapa emang?"


"Aku mau ngajak kakak makan di rumah."


"Di rumah kamu?"


"Iyah ka."


"Wah..Seru tuh.Tapi makanannya masakan kamu kan?Aku pengen makan makanan hasil masakan kamu."


"Iyah Ka,Ini masakan aku."


"Oke deh kalau gitu.Eh...Ntar yah ada kerjaan nih."


"Oh iya gapapa kak.Maaf mengganggu waktunya."


"Heheh..Enggak kok.Nanti malam aku pasti datang."


"Iyah ka,aku tunggu.babay!"


"Dah."


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul 18:30,Vivi sudah berdandan yang cantik.Ia duduk di ruang tamu bersama Marcel menunggu kedatangan Zeky.Duduk santai sambil menonton film di televisi.


Sesekali Vivi memperhatikan jam nya.Ia tidak sabar menunjukkan penampilannya kali ini pada Zeky.Ia berdandan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk momen ini.


"Tok...Tok..Tok..."Suara ketokan pintu depan terdengar.


Marcel beranjak dari tempat duduknya untuk membuka pintu.


"Itu pasti Kak Zeky.Biar kakak aja yang buka pintunya."Kata Vivi dengan wajah riang.


Ia berlari menuju pintu depan,lalu membuka pintu.


"Selamat datang Tuan."Katanya menyambut Zeky layaknya seorang pelayan yang sedang menyambut Raja.


"Eh...Aku salah alamat yah?"Sahut Zeky.


"Hah?Kok salah alamat."


"Aku mau ke rumah Vivi soalnya."


"Ya ini rumah Vivi kakak."Vivi mulai manyun.


"Vivinya mana?"


"Kakak mabuk yah?"Vivi memandangi Zeky kebingungan.Karena tampang Zeky memang tampan seperti biasanya,segar,tidak ada tanda-tanda orang mabuk di wajahnya.


"Ga mabuk ah.Kenapa emang?"Kata Zeky dengan wajah serius.


"Kakak tadi bilang salah alamat.Abis itu nanya Vivi dimana.Jelas-jelas ini Vivi lagi berdiri di depan kakak."


"Oh.Kamu Vivi?"


"Sok-sok nanya lagi."


"Hahaha...Sori yah,Vi.Kamu cantik bangat soalnya sampai bikin kakak mabuk."


"Ih kakak..."Katanya manja.


"Serius loh.mabuk cinta."


"Aaaa kakak!"


"Hahaha...Cantik bangat sih,Vi.Bisa ga kita disini aja terus saling tatap-tatapan.Aku ga bisa memalingkan pandangan soalnya ke yang lain.Pengen mandang kamu aja gitu."


"Mulai deh buayanya keluar."


"Apaan buaya.Emang serius kok aku."

__ADS_1


..."Iya iya.Makasih kakak buat pujiannya.Tapi aku ngundang kakak ke sini bukan buat tatap-tatapan,but buat dinner."...


"Hahaha...Iya sih."


"Yauda ayo masuk.Marcel udah nungguin tuh di dalem,udah kelaperan dia."


"Aku juga udah laper."Jawab Zeky.


Keduanya berjalan menuju meja makan.Benar saja,Marcel sudah duduk disana dengan muka lemas.


"Lama bangat sih ka buka pintu doang."


"Hahaha...Maaf yah marcel.Kamu laper bangat yah?"


"Iyah nih ka."


"Yauda marahin tuh om nya,dia yang bikin lama."


"Om lagi om lagi..."Sahut Zeky.


"Maaf ya super hero. Soalnya malaikat kamu cantik bangat malam ini.Om nya sampai gabisa jalan.Bisanya mandangin malaikat kamu terus."


"Dasar orang dewasa."


Vivi dan Zeky tertawa.


"Yauda,kakak buatin yah."Vivi mulai mengambil nasi dan membaginya ke piring.Lalu memberikannya pada Zeky dan Marcel.Terakhir ia membuat untuk dirinya sendiri.


"Silakan kak.Diambil."


"Iya,Vi.Makasih.Ini kayaknya enak semua deh."


"Iya dong om.Kak Vivi emang jagonya masak enak."


"Wahhh..."


"Marcel mau yang mana?"


"Marcel mau cobain semua makanan di meja ini ka."


"Hahah..oke deh.Kakak ambilin yah!"


"Mau juga dong diambilin."Zeky menatap Vivi dengan mata berbinar.


"Hemm...pelit."


"Yauda deh."Vivi mengambil lauk-pauk dan menaruhnya di piring Zeky.


"Dimakan yah!"


"Makasih Cantik."


Zeky dan Marcel langsung menyantap makanannya.Vivi hanya tersenyum melihat keduanya.


"Makannya pelan-pelan.Ntar keselek"


"Enak bangat soalnya." kata Marcel dan Zeky bersamaan.


"Makasih."


"Kakak juga makan lah"


"Iyah de.Kakak makan".


Zeky tersenyum memperhatikan Vivi yang sedang makan.


"Kakak nambah lagi yah!pokoknya makanannya harus habis." Vivi menambahkan lagi nasi,lauk dan pauk Zeky.Zeky hanya tersenyum.


"Gini yah rasanya pulang kerja makan sama keluarga,dilayanin makan sama istri."


Marcel dan Vivi menatap Zeky.


"Kenapa om ga nikahin kak Vivi aja?Biar bisa makan bareng terus dan dilayanin sama kak Vivi terus".


Vivi tersedak.


"Uhuk...uhuk..."


"Vi,kamu gapapa kan?"Zeky langsung menghampiri Vivi ke kursinya.


"Aku gapapa kak."Katanya sambil sedikit berbatuk.

__ADS_1


"Minum dulu nih."Zeky menyodorkan minuman dengan pandangan khawatir.Vivi langsung meminumnya.


"Makasih ka."


"Udah baikan?"


"Udah kak."


"Makannya pelan-pelan ka,biar ga keselek!"Kata Marcel menirukan cara bicara Vivi tadi.


Vivi tertawa malu.


"Marcel ih.Bikin malu kakak aja deh."


Zeky kembali ke kursinya.


"Kakak sih."


"Marcel setuju kalau kak Vivi nikah sama om Zeky gitu?" Tanya Zeky sambil sesekali mandang Vivi.Ingin melihat reaksi menggemaskannya.


"Setuju bangat lah om.Om kan baik bangat,polisi lagi.Pasti nanti bisa jagain kakak."


"Hahaha...Makasih.Pasti om jagain."


"Kalian ngomong apa sih?"Vivi salah tingkah.


"Gapapa.Ini urusan cowo.Iyakan Marcel?"


"Yoi!"


"Marcel lagi,malah berpihak sama kak Zeky."Vivi menatap Marcel yang masih menikmati makanannya.


"Emang kakak ga mau nikah sama om Zeky?"


Vivi terbelalak.Pertanyaan ini membuatnya tidak sanggup menguyah makanan di mulutnya.Vivi mengambil air minum dan membaur makanan di mulutnya.


"Makan aja dulu.Kalau lagi makan ga boleh sambil ngobrol."


"Heleh..Bilang aja ga mau kalau emang ga mau."Kata Zeky setengah berbisik yang membuat Vivi tetap mendengarnya.


"Apan sih ka."


"Nanti abis makan dijawab pertanyaan Marcel,yah!"


"Pertanyaan apa sih?"Vivi pura-pura tidak mengerti.


"Tuh kan,pura-pura ga tau lagi."


...****************...


"Om belom pulang kan?Kita ngobrol aja dulu."Kata Marcel setelah makan.


"Belom sih."


"Yaudah kita ngobrol disana."Marcel menarik tangan Zeky ke ruang tamu.


"Ini tentang om dan kak Vivi."


"Iya,tapi bisa kan ganti om jadi kak Zeky aja?"


"Hehehe...iya deh ka Zeky."Marcel cengengesan.


Vivi duduk di kursi yang berada di depan mereka.Menyalakan TV seolah-olah tidak mendengar pembahasan mereka.


"Aku senang bangat kalau kak Zeky menikah sama kak Vivi." Marcel memulai lagi.


Mata Vivi memang memandang ke televisi namun telinganya terarah pada obrolan Zeky dan Marcel.Wajahnya sudah memerah.


"Tapi kayaknya kak Vivi gas suka deh sama kakak.Liat aja itu dia cuekin kita kan.Gak mau ikut bahas soal ini.Pertanyaan kamu tadi juga belum dijawab.Kayaknya dia ga mau jawab."


"Ka!"


"Apasih Marcel?"


"Mau ga nikah sama kak Zeky?"


"Marcel.Kamu masih anak-anak ngapain bahas soal nikah-nikah.Belajar aja yang bener."


"Yaudah deh kak.Marcel mau ke kamar aja,belajar."


Kata Marcel menunduk sambil berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Keadaan berubah menjadi hening.Zeky dan Vivi diam menonton televisi tanpa kata-kata.Menadi sungkan satu sama lain sampai akhirnya Zeky pamit pulang.


__ADS_2