
"Halo Marcel!"Sapa Vivi kegirangan menjawab video call dari Marcel.Sudah hampir dua bulan memang Marcel tidak menghubungi Vivi.Ini membuat Vivi sangat rindu sekaligus mengkhawatirkan keadaan Marcel.
"Halo juga kakak.Maaf yah kak,Marcel baru bisa hubungin kakak sekarang."
"Iyah de,Gapapa kok kalo emang lagi sibuk disana.Kamu disana baik-baik aja kan?Kamu sehat?"
"Iyah ka.Marcel baik-baik aja kak.Kalau kakak gimana?Kakak sehatkan?"
"Eh..muka kakak kayak pucet gitu.Kakak lagi sakit yah?"Sambung Marcel lagi sebelum Vivi menjawab pertanyaannya.
"Ga kok dek.Kakak sehat."
"Kakak jangan boong dong sama Marcel.Marcel khawatir tau sama kakak."
"Beneran kakak ga sakit loh dek.Iya sih dua hari lalu kakak sakit,demam sama batuk sedikit.Sekarang udah baikan kok."
"Ya ampun kak.Marcel baru tau sekarang.Maafin Marcel yah kak."
"Ngapain minta maaf sih.Marcel ga ada salah loh.Kakak gapapa juga.Kayaknya cuman kangen aja sama Marcel.Kangen bangat sih de."
"Marcel juga kangen bangat sama kak Vivi."Mata Marcel berkaca-kaca menahan air matanya menetes.
Vivi menatap Marcel sambil tersenyum sedih.Ingin rasanya ia memeluk Marcel.Ia sangat merindukan Marcel.
"Kak,kakak jangan kecapean yah disana!"
"Iya de,engga kok."
"Kalau emang kakak sama karyawan kakak ga sanggup,mending cari anggota satu orang lagi kak.Biar kakaknya ga kecapean."
"Hehehe...Kakak sama Deva dan Sinta masih sanggup kok dek.Kamu tenang aja yah."
"Kakak jaga kesehatan yah!"Kata Marcel sangat perhatian.
" Iya pasti.Kamu juga yah."
__ADS_1
"Iyah kak.Kak...Maafin Marcel yah belum bisa kasih apa-apa buat kakak.Maaf Marcel belum bisa bantuin kakak.Maaf Marcel belum bisa bahagiain kakak."
"Ih...Ngomong apaansih?Kamu itu bisa dapat beasiswa ke luar negeri udah bikin kakak bahagiaaaaa bangat.Kakak bangga bangat sama Marcel."
"Pokoknya Marcel harus sukses.Kakak doain Marcel yah!Marcel janji sama kakak Marcel bakal bahagiain kakak suatu saat nanti.Marcel bakal bawa kakak jalan-jalan ke Korea Selatan."Kata Marcel.
"Jangan janji sama kakak."Sahut Vivi.Ia memang tidak suka seseorang menjanjikan sesuatu padanya.Ia takut orang itu akan mengingkarinya dan membuatnya kecewa.Sama seperti mamanya,bu Asmi,dan Zeky yang berjanji akan selalu ada untuknya,namun malah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"Aku janji sama diri aku sendiri."Marcel meralat kata-katanya.
Keduanya lalu tersenyum.
"Kak,Marcel senang bangat.Disini Marcel udah punya banyak teman.Dari berbagai negara lagi.Mereka semua juga baik-baik bangat."
"Wahh...seneng bangat kakak dengernya dek."
"Iyah kak.Ada juga tuh yang dari Korea Selatan dua orang.Mereka ganteng-ganteng bangat kak.Aku suka nanya-nanya tentang Korea Selatan juga sama mereka."
"Oh yah?Trus mereka cerita apa aja tentang Korea Selatan?"Tanya Vivi penasaran.Ia sangat tertarik mengenai Korea selatan.Ia juga berharap suatu saat bisa pergi ke sana.
...****************...
Setelah sekian lama mengobrol lewat Video call,Marcel izin untuk mengerjakan tugas sekolahnya.
"Kalau gitu Marcel tutup telponnya dulu yah ka.Marcel mau ngerjain tugas.Ntar kalo lagi ada waktu kita lanjut ngobrol lagi."
"Oh iya dek.Kamu belajar yang rajin disana."Sahut Vivi.
"Pasti dong kak.Oh iya salam buat kak Sinta dan kak Deva yah kak."
"Iyah,kakak sampein.Atau ga mau ngobrol dulu gitu bentar sama mereka?"
"Em...Boleh deh bentar."
"Sinta kangen bangat sama Marcel loh.Tiap hari selalu nanyain ke kakak tentang Marcel ada ngubungin kakak apa enggak."
__ADS_1
"Oh yah?"Kata Marcel tersenyum manis dengan gigi gingsulnya kelihatan.Ditambah lagi lesung pipi membuat senyumnya begitu sempurna.
"Aaaa...kakak apaan sih?"Kata Sinta malu.Pipinya benar-benar memerah bak tomat siap dipetik.Ia memang menyimpan perasaan suka pada Marcel.
"Emang bener kok.Iyakan Deva?"Vivi melirik Deva.
"Iyah Marcel.Tiap malam suka bangat bahas-bahas tentang Marcel kalau mau bobo gitu."Sahut Deva memihak Vivi.
"Hahahha..Mana coba kak Sintanya?"
Vivi menyorot Sinta dengan kamera handphonenya.Sinta langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Halo kak Sinta!"Sapa Marcel dengan sopan dan lemah lembut.
Sinta pun perlahan menurunkan tangannya.Dilihatnya ke layar hp,wajah tampan Marcel membuatnya terbelalak.Kemudian kembali wajahnya memerah.Tidak sanggup menahan tatapan mata indah Marcel.
"Hai Marcel."Katanya dengan suara pelan dan gemetaran.
"Kakak apa kabar?"
"A...aku baikk..ka...mu?"Sahut Sinta terbata-bata karena gugup.
"Syukurlah.Marcel juga baik kak.Eh...suara kakak kok lemas gitu?"
"Eum...gapapa kok dek."
"Muka kakak juga!"
"Duh...merah bangat yah?"Sinta memegang kedua pipinya.
"Engga.Cantik!"Goda Marcel.
"Cieeeee...."Kata Vivi dan Deva.
"Aaaaaa....."Sinta berlari ke kamar tidak sanggup lagi berbicara pada Marcel.Marcel,Vivi,dan Deva tertawa melihat tingkah Sinta.
__ADS_1