
Puasa selama 32 jam membuat tubuh mama benar-benar lemas tak berdaya.Membuat Vivi dan keluarga sangat khawatir.Saat ini Mama sudah diperbolehkan minum,tapi hanya menggunakan tetesan dari sedotan.Tidak diperbolehkan langsung menyedot.
Setengah hari minum hanya dengan tetesan sedotan,akhirnya mama diperbolehkan minum dengan sendok teh.Vivi sangat senang dan lega.Namun,setiap kali Vivi memberikan mama minum,mama langsung memuntahkannya kembali setelah Lima detik kemudian.Vivi semakin khawatir.Air matanya menetes tanpa henti.
"Ma,jangan dimuntahin."Katanya sesrunggukan.
"Iyah,Nak.Mama juga pengennya gitu,tapi kayak perut mama langsung nolak."
"Maaaaaaa..." ringisnya.Uwakpun ikutan menangis.
Perawat memasuki ruangan mama dan menyuntikkan obat melalui infus mama.Kemudian keluar meninggalkan mereka.
Lima menit setelah obat disuntikkan,mama memegang perutnya di sebelah hatinya.Lalu mengerang kesakitan.Mama menggelinjang sambil minta tolong.
"Mama?Mama kenapa?"Vivi sangat panik.
"haduhhhhhh.....tolooooonggg....sakiiittttt!!!!!"Seru mama.
Cepat-cepat Nevi memanggil perawat.Dan tak berapa lama Vivi kembali bersama perawat.Perawat memeriksa nadi mama,juga infus nya.
"Tenang,ibu gapapa kok."Kata perawat sambil menyuntikkan sesuatu pada lengan mama.Seketika mama tenang dan tertidur.
"Saya permisi dulu ya?"Kata perawat meninggalkan mereka.
Selama mama tertidur,Nevi dan uwak tidak mengobrol.Mereka hanya terdiam menatap mama yang sedang tidur.
"infus nya hampir habis.Kamu pergi melapor ke perawat,Nak".
"Iyah,Uwak."Katanya menurut.
Tak berapa lama,Vivi kembali dengan perawat.
...****************...
"Aduhhh..."Erang mama lagi.
"Ma..Perut mama sakit lagi?"
"Sakit nak."Jawab mama lemas.
"Mama yang kuat yah?Mama harus bisa nahan.Aku yakin bentar lagi mama bakalan sembuh."Air mata Vivi mengalir deras.
"Iyah,Nak.Mama pasti kuat.Mama harus sembuh.Mama kan harus liat anak bontot mama sukses dan menikah nanti."Mama membelai Vivi.Vivi hanya mengangguk.
"Aduhhhh....sakiiittttt!"Teriak mama.
"Mama".
"De,yang kuat kamu."Uwak menggenggam tangan mama.Sambil berdoa dalam hati.Vivi juga memegang bagian perut mama yang sakit dan mendoakannya.Namun suara erangan mama semakin kuat.Cepat-cepat Vivi berlari menemui perawat di meja piket.
"Bu,tolong! mama kesakitan lagi."Katanya menangis.Perawat terlihat santai dan malas-malasan,seolah berat untuk melakukan apa yang menjadi tugasnya.
"Iya iya,Ntar saya kesana."Katanya datar.
handphone Vivi berdering.Itu panggilan telpon dari kakak.
"Vi,gimana keadaan mama?"suara kaka pas baru saja Vivi menjawab telponnya.
"Mama masih sama kak,Mengerang lagi."
"Ya ampun.Kita gantian yah?Kaka dulu yang masuk,kamu jagain Calvin."
__ADS_1
"Iyah ka,Aku turun sekarang."
...****************...
Semenjak ditinggal kakak,Calvin menangis.Vivi benar-benar bingung harus berbuat apa.Vivi mencoba berjalan mengelilingi rumah sakit sambil memangku Calvin,keponakannya.Vivi berusaha mengambil alih perhatian Calvin.Ia menunjukkan bunga yang bermekaran di sekeliling rumah sakit,menunjuk kupu-kupu yang beterbangan,juga menunjuk mobil dan motor yang lalu lalang.Ternyata itu berhasil mencuri perhatian Calvin.Vivi sekarang lega,namun kembali lagi pikirannya kacau mengingat keadaan mama di dalam.
Vivi melihat ke lantai dua rumah sakit itu.
"Mama gimana yah keadaannya sekarang?Semoga ada mujizat mama sembuh.pengen bangat dapat kabar baik dari kakak pas turun nanti yang mengatakan mama sehat."
Memangku selama 30 menit membuat tangannya sakit.Calvin juga tidak mau menggunakan gendongan.Vivi mencoba duduk di kursi taman,sementara Calvin sudah tertidur.
"Kamu jangan cengeng yah?Bantu doain nenek biar cepat sembuh,biar bisa mangku kamu juga."Katanya pada ponakannya sambil mengelus pelan hidung Calvin.
Baru 1 menit Vivi duduk istirahat,Calvin sudah menangis lagi.
"Calvin...Tolong dong jangan nangis mulu.Kamu udah dipangku,dikasih dot,masih aja nangis.Emang masalah hidup kamu sebesar apa sih?Apa yang perlu kamu tangisin?hah?Kamu tau ga keadaan tante sekarang?itu yang perlu ditangisin.Bikin kesal lama-lama.Tante tuh capek kalo harus memangku kamu sepanjang hari keliling-keliling.Harusnya kamu ikutan berdoa biar nenek cepat sembuh.Apa susahnya sih tidur?kamu cuman disuruh tidur aja harus pakai acara nangis segala.Mata kamu sakit kalo lagi ngantuk?Heran deh sama bayi."Vivi mengoceh kesal.
Suara tangisan Calvin semakin menjadi-jadi.Mau ga mau Vivi harus berdiri lagi dan mengajaknya berkeliling,namun itu tidak berhasil membuat Calvin diam.Vivi akhirnya menelpon kaka.
"Ka,gantian yok.Calvin dari tadi nangis mulu."
"Ntar yah,de.Kaka lagi ganti pakaian mama.Mama tadi pipis di kasur."
"Iyah deh,ka."
Vivi kembali berusaha menenangkan Calvin.Namun Calvin tetap menangis keras.Orang-orang di sekitar Vivi melihat ke arahnya.Membuat Vivi menjadi malu dan ga enakan.
Vivi menelpon kaka lagi,tapi sudah tiga kali mencoba menelpon ,sama sekali tidak dijawab oleh kakak.
"Kakak kemana sih?Lama-lama aku bisa gila nih."gerutunya.
Vivi kembali menelpon.Akhirnya kakak menjawab.
"Kamu apaan sih Vi!.Kaka lagi ngomong sama dokter tadi.Malah ngamuk gini sama aku.Kamu kira aku disini santai-santai aja gitu?Besok mama harus dirujuk lagi ke rumah sakit lain.Kaka juga pusing tau ga?"Jawab kakak.
Vivi terdiam dan merasa bersalah.Namun,Ia juga tidak sanggup lagi menangani Calvin yang lagi cengeng.
...****************...
Malam telah tiba,Kaka turun untuk menggantikan Vivi,Sementara uwak sudah pulang dari tadi siang karena urusan pekerjaan.Tapi malam ini,dia akan kembali lagi untuk menemani menjaga mama.
"Kamu naik yah?Kaka mau keluar dulu cari makan.Dari siang kaka belom makan."
"Iyah ka."
"Kamu udah makan?"
"Udah makan roti tadi.Dan aku masih kenyang."
"Yauda,kakak titip mama yah malam ini?Kamu kan tau kakak gabisa jaga mama kalo malam karena punya bayi."
"Iyah ka,gapapa.Vivi bisa kok.Lagian nanti ada uwak juga yang nemenin Vivi."
"Iyah de."
"Ka,Maaf yah tadi Vivi malah bentak kaka.Padahal di dalam kakak juga sibuk."
"Iyah gapapa dek.Kakak maklum."
"Yauda,sana kakak makan dulu."
__ADS_1
Vivi memasuki ruangan mama,disana ternyata udah ada uwak sedang melihati *handphon*e nya.Sementara mama sedang tidur.
"Uwak udah makan?"
"Udah,Nak.Kamu?"
"Udah juga uwak.Uwak gimana keadaan mama?"
"Gitulah nak,belum ada perubahan.Makanya besok akan dirujuk lagi ke Rumah Sakit Harapan."
"Hmph...gitu yah Uwak.?"
...****************...
Uwak sudah tertidur,sementara Vivi terus menjaga mama.Matanya memang sudah sangat berat,ngantuk sekali rasanya.Kadang-kadang matanya terlelap namun langsung tersadar.Entah hari ini Vivi kecapean sehingga bisa sengantuk itu.
"Kamu tidur aja nak,biar mama kamu uwak yang jagain."
"Uwak istirahat aja,Vivi bisa kok jagain mama."
"Tapi itu kamu ngantuk bangat nak.Kayaknya kamu kecapean hari ini."
"Iyah de uwak."
Vivi menuju tikar dan belum semenit ia sudah tertidur.Tiba-tiba terdengar suara orang muntah,Vivi terbangun.
"Mama?"Katanya kaget.
"bantu lap,Nak! Biar uwak yang nampung muntahannya."
Vivi menurut.Tapi muntah mama kali ini berbeda dari sebelumnya.Muntahnya terus mengalir bahkan memenuhi kantong plastik yang dipegang uwak.Vivi mengambil kantong plastik yang baru dan menggantikan uwak menampung.Makin lama mama makin lemas dan pandangan matanya kosong.Muntahannya juga berubah menjadi warna merah kecoklatan.Vivi sangat terkejut.
"Uwak apa ini?"teriak Vivi menangis histeris.
"Ini darah yang udah masak nak,darah yang udah ga segar lagi."
"Apa?".Vivi langsung berlari memanggil perawat.
"Mama muntah darah."katanya panik.Namun para perawat disana terlihat biasa aja dan malas-malasan.Akhirnya Vivi kembali lagi ke ruangan.Mama masih muntah juga.Ia menelpon kakanya dan mengabari keadaan mama lewat video call.
"Tunjukin ke kakak,De"seru kakak yang sedang berada di penginapan depan rumah sakit sambil menangis.Vivipun mengarahkan kamera pada mama.
"Eh.jangan dipoto.gaboleh."Kata perawat yang tiba-tiba muncul.
"Aku ga ada potoin mama,aku cuman lagi vc sama kakak aku.Kakak aku lagi pengen liat mama.Kalian juga lama bangat.Ngapain aja dari tadi?"Bentak Vivi.
Mereka terdiam.
"Mana dokternya?"
"Dokter Adi lagi ada urusan."
"Ini rumah sakit apaan sih?ga becus bangat.Terus sekarang gimana?"
Mereka memeriksa nadi di tangan dan leher mama.Kemudian menggunakan alat pacu jantung.
"Maaf yah Bu,Adek.Pasien udah meninggal."
Vivi langsung menjatuhkan badannya.Kakinya tidak sanggup menopang tubuhnya.Vivi menutup telinganya.
"Engga.Mama pasti masih hidup.Mama tadi muntahin penyakitnya.Jadi setelah darah kotor itu keluar,mama udah sembuh.Pasti mama akan sembuh."Katanya meyakinkan dirinya.Karena Vivi pernah membaca tentang mujizat yang dialami seorang anak kecil yang sakit parah yang setelah mengeluarkan kotoran berwarna hitam akhirnya ia sembuh.
__ADS_1
"Kamu yang sabar yah,Nak.Kamu harus kuat."Kata uwak memeluk Vivi.