
"Permisi!" Seru seseorang dari luar.
Vivi keluar menemui Andika yang datang mengantarkan galon.
"Galon nya mbak."
"Iyah,mas.Makasih yah."
Vivi berusaha mengangkat galon dengan kesusahan.
"Aku bantuin mbak!"Kata Andika yang sedari tadi memperhatikan Vivi yang kesusahan mengangkatnya.
"Ga usah mas.Aku bisa.Tangan aku emang agak pegel aja abis bersih-bersih rumah tadi.Jadi agak susah ngangkatnya.Bentar lagi juga bisa kok,kek biasanya."
"Yaudah deh ,mbak."
Vivi tersenyum pada Andika.Sekarang ia sudah memaafkan kesalahan Andika yang dulu.Yang sering membuat luka di hatinya.
"Mbak aku minta maaf yah selama ini udah jahat sama mbak."
"Hem...Gapapa kok mas.Udah lupain aja."
"Mbak baik bangat.Pantas Marcel bisa betah tinggal sama mbak.Aku liat juga kehidupan dia sekarang benar-benar terawat.Dia terlihat bahagia setiap hari."
"Hahaha...Biasalah mas."
"Boleh ga mbak kita ngobrol?"Kata Andika ragu-ragu.Telinga dan wajahnya terlihat memerah.
"Oh boleh Mas.Silakan duduk.Aku ambilin minum dulu yah bentar."
"Ga usah repot-repot mbak.Saya juga cuman bentar aja kok disini."
"Yauda deh."Vivi akhirnya duduk di kursi yang berada di sebelah kiri Andika.
"Nama aku Andika,mbak."
"Iya Mas.Kenalin aku Vivi."
"Maaf sebelumnya,Mbak Vivi tinggal berdua sama Marcel aja yah disini?Soalnya aku ga pernah liat ada orang lain gitu disini."Andika berusaha berbasa-basi.
"Iyah mas.Tinggal berdua aja."
"Oh pantes."
Keduanya kemudian mengobrol,memperkenalkan diri,menceritakan kehidupan,dan membahas tentang Marcel.
...****************...
"Marcel mau langsung pulangkan?"Kata Pak Satya menghentikan motornya didepan Marcel.
"Iyah pak."
"Kalau gitu sekalian deh sama bapak."
"Bapak mau ke mana emang?"Kata Marcel ragu.Takut kalau nanti pak Satya ternyata ingin bertemu dengan kak Vivi,padahal kak Vivi udah pacaran sama kak Zeky.
"Hahaha...Kepo bangat.Ayo naik."
Mau tidak mau Marcel akhirnya naik ke motor pak Satya.
...****************...
Sampai di depan rumah Vivi,mereka melihat Vivi dan Andika sedang mengobrol.
"Siapa itu Marcel?"Tanya pak Satya sambil membuka helm nya.
"Oh itu tukang galon pak.Tuh kan ada galon di teras."
"Oh gitu.Kirain pacarnya kak Vivi.Padahal dia jomblo kan yah?"
Marcel tidak menjawab.Ia tidak tega memberitahu pak Satya tentang hubungan Vivi dan Zeky.
__ADS_1
"Halo Vivi."Kata pak Satya menyapa Vivi.
"Hai Kak Vivi,hai bang Andika."Sapa Marcel.
Vivi dan Andika menganngguk tersenyum.
"Aku ambil kursi buat pak Satya yah.Tunggu sebentar ."Kata marcel,lalu berlari ke rumah dan kembali dengan membawa kursi.
"Silakan duduk pak."Kata Marcel ramah.Vivi hanya terdiam,sementara Andika sudah mulai gelisah.Ia merasa tidak enak.Berpikir kalau pak Satya adalah pacar Vivi.
"Kalau gitu saya pulang dulu yah mbak Vivi,Marcel."Katanya Andika sungkan.
"Kok langsung pulang bang?Padahal aku senang bangat tadi pas liat abang disini.Aku pengen cerita banyak sama abang."
"Tapi ga enak malah mengganggu kalian."Andika melihat ke arah Pak Satya yang hanya terdiam.
"Tenang aja kak.Santai aja ya kan Kak Vi?Kalau soal pak Satya,Pak Satya ini guru Marcel bang.Sekarang jadi temannya kak Vivi."
"Teman?"Sahut Andika pelan.
"Iyah.Jadi ga usah sungkan."Kata Marcel lagi banyak omong.
"Kalau gitu biar makin enak ngobrolnya aku ambilin minum aja kali yah sama snack."
"Nah,ini cocok bangat."
"Dih."Kata Vivi sok-sok judes pada Marcel.
"Hehehe."Marcel cengengesan.Pak Satya dan Andika tersenyum.Andika semakin melihat kebahagiaan Marcel tinggal bersama Vivi.
"Ntar yah!"Kata Vivi sopan pada Andika dan pak Satya.
Sementara Vivi mengambil makanan dan minuman,Marcel juga ikut masuk untuk mengganti pakaiannya.Andika dan Satya mengobrol di luar.
...****************...
"Silakan diminum."Kata Vivi meletakkan minuman di depan Andika,Satya,dan Marcel.Lalu kembali ke rumah untuk mengambil makanannya.
"Makasih ka"
"Makasih mbak."
"Makasih Vi."
"Sama-sama."Jawab vivi kemudian duduk di samping Marcel.
Selama mengobrol,Marcel yang lebih banyak berbicara.Mereka semua tertawa terbahak-bahak mendengar Marcel bercerita,Sesekali tangan Vivi nakal mengacak-acak rambut Marcel.
Ketika sedang asik mengobrol,sebuah mobil berhenti di depan rumah Vivi.Refleks saja mereka semua terdiam penasaran siapa yang datang.
"Halo Sayang!"Zeky turun dari mobil dengan seragamnya yang masih rapi.Mata Andika dan Satya terbelalak mendengar Polisi itu memanggil sayang pada Vivi.
Marcel langsung berdiri kegirangan menyambut kedatangan Kak Zeky.
"Halo kak Zeky!"
"Hai Super Hero. Lagi pada ngapain sih?Kayaknya asyik bangat tadi."
"Aku boleh gabung kan?"
"Iyah Sayang.Sini duduk."Vivi berdiri menyambut kekasihnya.
"Kakak duduk di samping kak Vivi yah.Biar aku berdiri aja."
"Kasian dong Marcelnya jadi berdiri."
"Gapapa kak Zeky.Kan aku super hero. Masa berdiri aja ga tahan.Gimana mau lindungin kak Vivi."
Mereka semua tertawa.
"Sayang,kamu udah makan?"Tanya Zeky lembut pada Vivi.
__ADS_1
"Belom sih.Tadi masih nungguin Marcel pulang sekolah.Eh..Marcelnya ternyata diantar sama pak Satya."
"Oh gitu.Bagus lah kalau ada yang mau ngantarin Marcel dengan tulus."
Satya melirik ke arah Zeky.
"Maaf nih Vi,bukannya kamu bilang kamu sama dia ga ada hubungan yah?"Kata Satya kecewa.
"Kamu bilang tadi kita ga ada hubungan yang?"Sahut Zeky dengan muka datar.
"Bukan tadi yang.Tapi pas kamu datang marah-marah waktu itu loh."Vivi menjelaskan.
"Oh yang ituu..Iya sih bro.Disitu kita belum jadian. Tapi sekarang Kita udah pacaran.Udah seminggu."
"Oh gitu."Satya sangat kecewa.Ia menunduk dan tidak berbicara lagi.Ingin rasanya bisa menghilang dari tempat itu.Menyesal kenapa tadi ia tidak langsung pulang.
"Kamu udah makan siang yang?"Vivi memecahkan keheningan.
"Ini mau nyari makan yang.Mampir dulu ke tempat cantiknya aku,soalnya kangen bangat."
"Kamu bisa aja."Vivi malu.
"Beneran kok."
"Kalau gitu makan bareng aja yok!"
"Gimana yah?"
"Iyah kak Zeky.Makan bareng aja disini sama kita.Lagian dibandingin masakan kak Vivi,makanan di luar ga ada enak-enaknya."
"Heleh."Kata Vivi.
"Iya memang!"Sahut Zeky setuju pada Marcel.
"Mana ada."bantah Vivi.
"Beneran kok."Jawab Zeky lagi.
"Kalau gitu aku pamit dulu ya mbak.Makasih makanan dan minumannya." Andika berdiri.
"Oh mau pulang?Iya mas.Sama-sama."
"Kalau gitu aku juga pamit,Vi.Makasih buat hidangannya."Lanjut Satya lagi.
"iya ka,Sama-sama."Jawab Vivi tidak enakan pada Satya.Ia tau Satya pasti sangat kecewa mengetahui ia sudah berpacaran dengan Zeky.
"Yang satu lagi tadi siapa,sayang?"Tanya Zeky.
"Itu tukang galon,ka.Tempat aku dulu kerja sebelum tinggal sama kak Vivi." Celocos Marcel.
"Oh gitu Cel.Yauda kita makan yuk.Laper bangat.Apalagi ingat masakan pacar aku."
"Yehhh...bisa aja."Vivi mencubit lengan Zeky.
"Aduh yang."Ringis Zeky.
"Ini mau dibawa ke rumahkan?"
"Iyah yang."
"Biar aku angkat!"
"Makasih gantengnya aku."
"Aduhh..jadi ga kuat ngangkatnya."
"Kenapa yang?Kamu laper bangat yah?"Vivi serius memperhatikan Zeky.
"Lemes denger kamu ngomong gitu.Lemes bestieehh."
"Hahaha...Ayang ada-ada aja."
__ADS_1