Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Aku Tidak Percaya Ini


__ADS_3

Tiga bulan telah berlalu,bagi Vivi,Marcel dan Zeky melewati waktu tiga bulan ini seperti melewati waktu tiga tahun.Hari ini ketiganya begitu bahagia.Akan segera bertemu dan melepaskan rindu selama tiga bulan ini.Tidak sabar juga dalam waktu dekat Zeky dan Vivi akan menikah.


"Ga nangis lagi kan?"Tanya Zeky via Video Call.


"Ga lagi dong yang.Aku sekarang bahagiaaa bangat."


"Bagus lah sayang.Berarti sekarang aku bisa tenang.Kalau kamu sedih-sedih terus akunya ga tenang."


"Iyah sayang.Pokoknya hari ini aku mau nyambut kamu dengan berbagai macam hidangan masakan aku sendiri."


"Wah...Enak bangat tuh."Kata Zeky dengan wajah berusaha menutupi sedih.


"Sayang.Kamu kok kayak sedih gitu?Kamu lagi ada masalah yah?"Vivi yang juga merasa bahwa ada kesedihan yang terlihat di wajah Zeky langsung menanyakannya pada Zeky.


"Engga papa kok sayang.Aku baik-baik aja."


"Beneran sayang?"


"Beneran lah.Emang kenapa?"Zeky tersenyum.


"Kayak aneh aja.Kayak ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari aku.


Sayang,kamu janji sama aku kalau ada apa-apa,kalau ada masalah kamu bakal cerita sama aku.Aku kan calon istri kamu."


"Iyah sayang,aku janji.


Ululu....calon istri aku." Zeky masih menggoda Vivi yang membuat Vivi tersipu.


"Kalau gitu aku tutup telpon nya dulu yah sayang.Ini aku mau ke bandara."


"Oh iya sayang.Hati-hati kamu.Aku tunggu di bandara nanti."


"Gausah tunggu di bandara.Kamu tunggu aja di rumah."


"Engga.Aku mau jemput kamu ke bandara."


"Aku bilang ga usah sayang.Kamu dan Marcel tunggu aja di rumah.Soalnya nanti aku pulang dulu bentar ke rumah mama."


"Yauda deh yang kalau gitu.Aku tutup telpon nya yah sayang."


"Iyah sayang.Sampai ketemu nanti."


"Bye.Semoga kamu bahagia selalu."Kata Zeky tersenyum.


"Dih...Apaan sih ayang.kek alay bangat."Vivi tertawa.


"Hahaha...alay yah sayang?Tapi kan aku emang mau kamu bahagia selalu."


"Iyah sayang.Makasih yah.


Kamu siap-siap geh.Ntar malah telat lagi."


"Siap sayang!"


...****************...


Vivi sudah memasak beberapa jenis masakan yang sudah pernah ia hidangkan pada Zeky dan yang baru ia pelajari selama Zeky berada di Bandung.


"Wah...Makanannya banyak bangat kak."


"Iya dong.Akhirnya beres juga.Bentar lagi kan kak Zeky nyampe.Selama di sana dia ga selera makan.Maunya makan masakan kakak."

__ADS_1


"Cieee...Dasar orang dewasa.Tapi emang iya sih.Masakan kakak enak bangat ga ada duanya."


"Hahaha...Makasih Marcel adekku sayang!"


"Sama-sama kak Viviku yang cantik."


Keduanya tertawa bahagia.


Suara ponsel Vivi berdering di kamar.Marcel berlari dan membawanya ke dapur.Vivi memang sedang duduk beristirahat sehabis memasak.


"Kak..ini telpon dari kak Zeky."Kata Marcel memberi hp pada Vivi.


"Udah kamu angkat?"


"Udah."


"Halo Sayang!"Kata Vivi setelah menerima ponselnya dari Marcel.


"Halo sayangkuuuu." Sahut Zeky.


Vivi tertawa kecil.


"Sayang udah dimana?"


"Ini aku baru masuk taksi."


"Duhh..ga sabar ketemu kamu."


"Aku juga sayang.Di tunggu yah!


Aku mau matiin dulu telponnya.Batre aku tinggal sedikit.Ntar aku kasih pap aku ke kamu."


"Iyah sayang.Aku tunggu.Kirim poto yang banyaaaaakk.."


...****************...


Semenjak selesai telponan tadi,Vivi langsung mandi dan berdandan.Ia ingin menunjukkan penampilan yang spesial pada Zeky nanti.


Jam sudah menunjukkan pukul 14:15.Sehabis telponan tadi Zeky belum menghubunginya.


"Yah...Zeky pasti masih ngobrol sama keluarganya.Mana makanannya udah dingin lagi.Jadi ga spesial lagi deh.Atau dia ga jadi kesini yah karena kecapean perjalanan?"


"Sabar aja kak.Kak Zeky pasti datang.Dia kan udah janji."


"Iya sih.Apa kakak telpon aja yah de?"


"Iyah kak.Telpon aja!"


"Tapi gimana kalau dia masih ada urusan sama keluarganya,masih cerita-cerita,jadi ga enak kakak ntar sama keluarganya."


"Coba aja telpon kak.Cuman nanyain jadi apa engga ke sini."


"Iya sih de.Kakak telpon deh."


Vivi mencoba menghubungi Zeky,namun nomornya tidak aktif.


"Sayang.kamu kemana sih?Nomor ga aktif.Kamu sengaja ngilang,atau hp kamu lowbat,atau nge'prank aku,atau gimana sih?"Bisiknya.Matanya mulai berkaca-kaca.


"Gimana yah ka?"Marcel juga mulai khawatir.


"Ga tau dek.Kakak pusing kalau udah gini."

__ADS_1


"Oh iya.Aku baru ingat waktu kak Zeky mau berangkat dia ninggalin nomor telepon rumahnya."


"Masa sih?"


"Iyah ka."


"Bagus deh.Sini kasih sama kakak nomornya."


Marcel berlari mengambil buku di dalam tasnya tempat dimana ia menulis nomor telepon Zeky.


"Ini kak."Marcel memberikan nomor itu pada Vivi.


Vivi langsung mengetik nya di hp nya dan menelpon.Tak lama kemudian seseorang menjawab telponnya.


"Halo!"Jawab seseorang.Dari suaranya sepertinya dia sudah paruh baya.Suaranya sedikit serak.


"Iya halo bu.Apa benar ini telpon rumahnya Zeky?"


"Iya non.Ini teleponnya Tuan Zeky."


Dari sana Vivi sudah bisa tebak kalau itu adalah asisten rumah tangga Zeky.


"Bu,Zeky nya ada?Bisa saya bicara sebentar?Saya pacarnya."kata Vivi lemah lembut.


Ibu yang menjawab telpon langsung menangis dan tidak menjawab Vivi.


"Bu!"Panggil Vivi.


Ibu tersebut terisak.


"Iyah,Non.Sebenarnya keluarga ini lagi berduka,Non."


Jantung Vivi langsung berdetak kencang,Wajahnya memerah,dan tangannya keringat dingin.Perasaannya benar-benar tidak enak.Vivi hanya terdiam.Ada bayangan-bayangan buruk yang menghantui pikirannya sekarang.


"Non."panggil wanita itu.


"Iyah bu?"


"Nak Zeky...."Suaranya terhenti.


"Zeky kenapa bu?"


"Nak Zeky sudah meninggal.Dia kecelakaan ketika pulang dari bandara menuju ke rumah."Katanya sambil menangis semakin kencang.


"Ga.Ga mungkin.Bentar lagi dia mau datang ke sini.Dia udah janji sama aku.Aku udah masak banyak buat dia.Aku udah dandan untuk dia.Bilang sama dia aku ga suka dia becanda kek gini.Bilang sama Zeky aku ga suka dikerjain kayak gini."Suara Vivi menahan nangis.Vivi tidak percaya dengan ucapan asisten rumah tangga Zeky.


"Saya serius,non.Yang sabar yah.Non datang aja ke sini.Bentar lagi nak Zeky akan dimakamkan."


Handphone Vivi langsung terjatuh,tangannya benar-benar lemas.Kakinya tak mampu lagi menopang tubuhnya sehingga ia terjatuh di lantai.Marcel juga yang mendengar percakapan barusan tidak sanggup berkata-kata lagi.Ia menangis di sofa.


"Ka,Kakak tenang dulu yah.Sekarang kita ke rumah Kak Zeky."


"Kenapa?Kenapa dia jahat bangat sama aku?Dia janji bakalan datang hari ini ke rumah.Aku udah masak banyak makanan buat dia,aku udah dandan spesial buat dia,Dia udah janji bakal nikahin aku sepulang dari Bandung.Sekarang dia ga ada kabar.Pas aku telpon,malah dia pergi ninggalin aku untuk selama-lamanya.Kenapa Zeky?Kenapa kamu tega bangat sama aku?Kamu bilang sayang bangat sama aku.Kamu kok gini sih sama akuuuu?"Vivi menangis histeris.


Marcel memeluk Vivi sambil menangis.


"Jangan ngomong gitu kak.Takdir ga ada yang tau.Kak Zeky juga kalau bisa memilih bakalan memilih untuk tetap hidup,menikah dan hidup bahagia sama kakak.Kakak harus sabar yah,yang kuat.Kak Zeky ga akan tenang kalau kakak terus-terusan larut dalam kesedihan."Marcel masih memeluk Vivi.


Vivi mengambil hp nya yang terjatuh di lantai.Lalu membuka galeri.Dilihatnya pap terakhir dari Zeky ketika berada dalam mobil menuju ke rumah.


"Pantes aja.Tumben kamu mau ngirim-ngirim poto dan video.Ternyata kamu udah ada firasat.Ya ampun sayang.Aku belum bisa percaya ini.Kamu ngasih aku boneka buat selalu menghibur aku kalau kamu ga ada,kamu ngasih aku sapu tangan buat hapus air mata aku,kamu titip pesan buat Marcel buat jagain aku.Tapi kok bisa aku ga sadar itu?Aku sama sekali ga kepikiran sama hal buruk yang terjadi sekarang.Ternyata kamu persiapin semuanya bukan untuk kepergian tiga bulan,tapi untuk kepergian kamu selama-lamanya."

__ADS_1


"Yauda ka,Sekarang kita harus pergi ke rumah kak Zeky.Kakak ga mau liat Kak Zeky untuk yang terakhir kalinya?"


"Iyah dek.Kita kesana sekarang."Katanya sambil terus bercucuran air mata.


__ADS_2