Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Penjelasan dari Marcel


__ADS_3

Matahari yang terik membakar kulit Marcel yang tengah menunggu angkutan untuk pulang ke rumah.


Tenggorokan Marcel juga sudah mulai kering.Ia melihat botol minum yang ia bawa dari rumah juga sudah kosong.Ia mengelap keringat di wajahnya dengan sapu tangan pemberian Vivi.


"Halo Marcel."


"Eh kak Zeky"Marcel tersenyum pada Zeky.


"Nunggu angkutan?"


"Iya nih,ka."


"Sampai keringetan gitu nungguinnya.Sama kakak aja ayok!"


"Ga usah ka.Ga mau ngerepotin kakak."


"Ga ngerepotin.Ayok!"


"Yauda deh ka."


Marcel menaiki motor Zeky dan pergi meninggalkan sekolah.


"Marcel laper ga?"


"Dikit ka.Tapi haus bangat dari tadi."


"Oh yah?Ya ampun.Emang kamu ga bawa air minum dari rumah?"


"Bawa tadi.Tapi udah habis."


"Yauda,kita beli minum yah!"


"Boleh ka."


...****************...


Sampai di depan sebuah cafe keduanya turun dari motor.Marcel kebingungan sambil memperhatikan sekitarnya.


"Kak,ngapain kita ke sini?"


"Kakak mau traktir Marcel makan."


"Oh yah?"


"Iyah dong."


"Horeee....Makasih yah ka.Kakak baik bangat.Sama kayak kak Vivi.Suka bangat kalau kakak pacaran sama kak Vivi.Kalian cocok bangat kak."


"Heleh..."Zeky memberantaki rambut Marcel.Kemudian memegang tangan Marcel memasuki Cafe.


Setelah makan,keduanya duduk santai.


"Marcel!"


"Iya Kak Zeky?"


"Kemarin kakak dari rumah kamu loh."


"Tau kok kak."


"Tau dari mana?Orang kamu lagi bobo kok.Atau kamu pura-pura bobo yah?"


"Kak Vivi yang ngasih tau."


"Oh gitu.Dia bilang apa?"


"Katanya kalian berantem."Jawab Marcel polos.


"Oh yah?Dia bilang gitu?"


"Iyah ka."


"Iya sih.Kakak kecewa bangat pas tau kalau dia udah punya pacar.Berduaan lagi di depan kakak.Tapi yaudalah.Semoga cowoknya itu cowo baik-baik,ga nyakitin dia."


"Itu makanya jangan sok tau kak."


"Maksudnya?"


"Siapa bilang cowo itu pacarnya kak Vivi?"


"Lah..Emangnya bukan?"

__ADS_1


"Bukan lah.Itu pak Satya,guru yang aku ceritain ke kakak.Kemarin dia beli salep jerawat,sekalian numpang duduk di teras.Kak Vivi kan emang ramah sama pelanggan makanya disamperin ke luar.Pak Satya ngajak kakak kenalan deh."Marcel menjelaskan dengan rinci.


"Oh gitu ceritanya.Buset..Salah paham dong kak Zeky?"Zeky tersenyum malu.


"Memang!"Marcel memandang Zeky dengan tatapan tajam.


"Hahaha..Maaf yah Super Hero"


"Jangan minta maaf sama aku.Minta maaf sama kak malaikat."


"Malu bangat kakak serius.Udah salah paham,sok-sok ngamuk lagi kemarin."


"Makanya kak.Apa-apa tuh dibicarakan baik-baik."Kata Marcel bijak.Cara pikir Marcel memang sudah dewasa,berbeda dengan cara pikir anak-anak seumuran dirinya pada umumnya.


"Iya de.Kakak jadi ga enak nih.Gimana coba perasaan kak Vivi kemarin."


"Dia sedih lah."


"Kenapa sedih?"


"Dia kan suka sama kakak".


"Ups..."Marcel menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Kamu serius?"


"Ga tau sih ka.Aku cuman ngarang aja.Hehehe."Marcel menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Huhhfft...Kakak pikir beneran."


"Sorry ka."


"Iya deh.Berarti kak Vivi jomblo sekarang."


"Jomblo sih setahu aku."


"Gimana yah?"


"Makanya kakak tembak aja.Keburu keduluan ntar sama pak Satya."


"Ih apaan Ga boleh sampai terjadi."


"Emang kamu setuju kalau pak Satya pacaran sama Vivi?"


"Setuju aja sih selagi kak Vivinya senang.Aku cuman bisa dukung kak Vivi terus apapun keputusannya.Soalnya kak Vivi baik bangat sama aku."


"Yahhh...Aku pikir Marcel bakalan bantuin aku terus buat dapatin Vivi."


"Makanya cepetan tembak."Suara Marcel lantang.


"Eh buset nih bocil.Coba aja aku ga sayang sama kakak kamu,udah kutinggalin kamu disini."


"Aku kasih tau kak Vivi yah.Ternyata kak Zeky jahat,tega,sama anak kecil."


"Eh jangan.Lagian kamu sih.Kakak cuman becanda kok.Mana mungkin kakak tega gitu sama anak-anak."


"Iya deh.Kita pulang yuk kak.Takut kak Vivi nyariin."


"Eum ayok.Kak Vivi suka makanan apa?Biar kita bawain buat dia."


"Kak Vivi suka sama semua makanan."


"Buset.Yang paling?"


"Ga tau.Dia suka semua."


"Oke.Berarti kita pesan aja semua yang ada di menu makanan."


"Kebanyakan kak.Nanti ga habis.Kan sayang bangat uangnya.Nyari uang itu susah loh.Ga boleh buang-buang makanan."


"Ya ampun Marcel Malu bangat aku sama kamu.Bisa punya pikiran kayak gitu padahal masih bocil."


"Tapi bener kan ka?"


"Bener bangat.Yaudalah,kakak pesanin buat kak Vivi dulu yah?"


"Siap bos."


...****************...


"Kak."Marcel turun dari motor Zeky.

__ADS_1


"Marcel?Kamu dari mana aja sih?Kakak khawatir tau.Udah sampai pergi ke sekolah kamu,kamunya ga ada."


"Maaf yah,ka.Aku pergi sama kak Zeky."


Vivi menatap Zeky sebentar,kemudian kembali menatap Marcel.


"Lain kali kalo mau kemana-mana bilang sama kakak."


"Aku minta maaf yah.Bawa Marcel pergi tanpa izin kamu."


"Ya."Jawab Vivi sok jutek.Padahal hatinya dag-dig-dug parah.


"Tadi aku lama nunggu angkutan kak.Sampai kehausan gitu.Air minum aku habis.Tiba-tiba kak Zeky lewat.Dia bilang mau nganterin aku sekalian beli minum.Jangan marahin kak Zeky kak.Kak Zeky baik bangat sama aku."


Vivi menatap Marcel dan Zeky bergantian.


"Yaudalah.Ga ada yang salah juga.Makasih ya kak Zeky udah nganterin Marcel."


"Iyah Vi.Santai aja."Zeky tersenyum.


"Ini oleh-oleh buat kakak."Marcel memberikan bingkisan pada Vivi.


"Oleh-oleh?"


"Makanan ka.Dari kak Zeky spesial buat kakak."


"Eh...Apaan."Kata Zeky malu.


Wajah Vivi memerah menahan tawa.


"Makasih Marcel buat oleh-olehnya."


"Bukan dari aku.Bilang makasih sama ka Zeky kak."


"Makasih kak Zeky."Vivi menurut pada Marcel.


"Iyah sama-sama.Kalau gitu aku pamit yah!"


"Ga mampir dulu ka?"Vivi mulai berbasa-basi.


"Lain kali deh.Aku mau balik ke kantor."


"Iya kak.Sekali lagi makasih udah nganterin Marcel,dan makasih buat makanannya."


"Iyah.Dihabisin yah."


Vivi mengangguk tersenyum pada Zeky,membuat cinta Zeky padanya semakin bergejolak.


"Eh,,,satu lagi."Kata Zeky.


"Em?"


"Marcel masuk dulu boleh? Pengen ngomong bentar sama kak Vivi."


"Siap bos.Bersenang-senanglah!"


"Hah?"Kata Vivi dan Zeky bersamaan.Marcel langsung berlari meninggalkan keduanya.


"Vi."Kata Zeky ragu.


"Iyah,ka."Suara Vivi juga seperti tertahan.


"Aku minta maaf yah udah marah-marah ga jelas kemarin."


"Gapapa kok,kak.Aku tau kok kakak cuman salah paham."


"Iyah,maaf yah?"Kata Zeky sambil memegangi hidungnya."


"Iyah,ka.Gapapa.Marcel pasti udah cerita semuanya yah?"


"Iyah tadi."


"Dasar bocil itu."Bisik Vivi dalam hati.


"Kalau gitu aku pamit yah?"


"Iyah ka,Hati-hati."


"Dah Vi!"


"Dah ka Zeky."

__ADS_1


__ADS_2