
"Permisi!"
"Iya,sebentar pak!" Jawab Vivi dari dalam rumahnya.Suaranya terdengar jauh dari dalam.Sepertinya ia sedang berada di dapur.
Vivi berlari ke depan dengan kedua tangan masih basah.Ia mengambil Tisue di meja kasir dan mengelap tangannya.
"Beli apa pak?" Katanya sambil mengeringkan tangan dengan tisue.Pria di hadapannya tersenyum padanya.
"Beli parfum,bu." Jawabnya menahan tawa.
"Ka Zeky?" Mata Vivi terbebelalak karena kaget ada Zeky disana.
"Ibu kok liatin aku gitu?"
"Eh maaf ka,aku kira siapa tadi malah aku panggil bapak."
"Iya gapapa,bu."
"Ih,ka.Jangan manggil aku ibu."
"Yauda deh.Abis ngapain sih kok lama datangnya?"
"Abis nyuci piring tadi ka."
"Oh gitu,kalo nyuci piringnya nanggung lanjutin aja lagi sana,selesaikan aja dulu.Biar aku tungguin disini."
"Gapapa kok,kak.Aku layanin kakak dulu."
"Tapi aku masih lama disini."
"Yauda gapapa.Biarin aja piringnya di situ dulu."
"Hahaha..kakak serius loh.Waktu itu perkenalan kita belom selesai,kamu udah minta pulang."
"Hehehe...Maaf yah ka."
"Gausa minta maaf.Gapapa kok."
"Yauda kakak duduk aja dulu.Aku bikinin teh."
"Wahh..gausa repot-repot Vi,tapi kalo maksa gapapa."
"Hahaha...yauda sebentar yah ka."Vivi tertawa sambil berlari ke dapur.
...****************...
"Ini ka,silakan diminum."Katanya meletakkan segelas teh dan sepiring keripik pisang di meja.
"Maaf yah ka,Cemilan di rumah tinggal ini.Dimakan yah ka!"Sambungnya lagi.
"Ya ampun baik bangat sampai repot-repot segala.Makasih yah Vi! Kebetulan nih aku suka bangat sama keripik pisang."
"Masa sih ka? Kakak pasti boong,cuman ga mau aku merasa ga enakan aja kan?"
"Ga ah,Vivi sok tau."Katanya menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum menggoda Vivi.Vivi tersenyum malu pada Zeky.
__ADS_1
"Yaudah,diminum ka.Ntar keburu dingin ga enak."
"Hemmm...Enak bangat nih pulang kerja langsung diseduhin teh."Kata Zeky lalu kemudian meneguk teh nya.
"Heemmm..."Vivi hanya tersenyum.Bingung harus memulai obrolan apa pada Zeky.Ia juga kurang percaya diri duduk berdampingan dengan Zeky yang masih menggunakan seragam polisi.Itu membuat Vivi salah tingkah.Zeky terlihat jauh lebih tampan dari pertama kali mereka bertemu di taman.
"Kenapa Vi?"Zeky menatapnya dalam-dalam.
"Kakak ganteng bangat!"Vivi langsung menutup mulutnya dengan tangannya,Vivi keceplosan.
"Hah? Serius?Ga boong?"Tanya Zeky memastikan sambil tertawa kesenangan.
"Em..Apa tadi.Em kakak nyari apa tadi?Nyari parf.."
"Nyari kamu!" potong Zeky sebelum Vivi menyelesaikan kata-katanya.
"Kok aku?"Vivi salah tingkah dan wajahnya memerah.Matanya bergerak memandang kesana kemari.Sementara kedua tangannya *******-***** lututnya.
"Hahaha.. Nervous?" tanya Zeky mengerutkan keningnya.
"Eng-ga ka!"
"Heleh...Bilang aja iyah.Tapi beneran ga sih aku ganteng?"
"Engga kak."
"Oh gitu.Huhhfft...iya sih.Kirain tadi kamu serius bilang gitu."Katanya kecewa.Keduanya lalu terdiam seperti orang yang berada di halte tidak saling mengenal satu sama lain.
Zeky menikmati keripik pisang yang dihidangkan Vivi,sementara Vivi sok-sok sibuk memeriksa kukunya.
"Ka!"
"eum?"
"Aku boong.Jujur kakak ganteng bangat pakai seragam kayak gini.Aku sampai ga pede duduk berdampingan sama kakak disini." Vivi memberanikan diri berkata jujur pada Zeky.
"Hahaha...kenapa ga pede? Santai aja kali.by the way makasih yah udah bilang ganteng.Akhirnya ngaku juga si Vivi.Kamu juga cantik."
"Hehehe...Makasih kembali kak."
"Oh yah,Kamu tinggal sendiri disini?"
"Iyah gitulah ka."
"Orang tua kamu?saudara kamu?"
"Aku baru pindah kesini ka.Orang tua aku udah ga ada.Mama aku meninggal tiga bulan yang lalu.Sementara ayah pergi ninggalin aku dan keluarga waktu aku masih berumur empat bulan,yah demi wanita lain yang menurutnya lebih baik dari mama,nyatanya ga ada orang yang lebih baik atau bahkan sebaik mama."
"Ya ampun.Kasian bangat kamu cantik.Yang kuat yah?"
"Iya ka.Makasih."
"Saudara kamu?"
"Kakak aku udah menikah,jadi tinggal sama suami dan anaknya."
__ADS_1
"Oh gitu.Pasti kamu kesepian disini."
"Gitulah ka.Aku baru pindah tiga bulan kesini.Semenjak mama meninggal lah."
"Wahh..masih warga baru dong."
"Iyah ka.Aku sebenarnya pengen menghilang dari semua orang yang kukenal dulu.Termasuk kakak aku.Aku mau memulai hidup yang baru dan melupakan masa lalu.Aku udah lost Contact dari kakak dan juga keluarga yang lain.Dari temen-temen sekolah aku dulu juga."
"Loh..Kok gitu?"
"Panjang ka ceritanya.Aku juga agak malas berkenalan dengan orang baru,karena aku harus menceritakan diriku dari awal lagi."
"Jadi kamu males kenal sama aku?" Wajah Zeky berubah menjadi datar.
"Engga ka.Aku senang kenal kakak.Maksud aku males kenalan sama banyak orang.Cape kalo harus ceritain diri dari awal terus.Kakak kan baru orang keberapa yah?yah masih belum banyak lah." Vivi mencoba menjelaskan karena tidak ingin membuat Zeky kecewa.
"Hahaha..Yaudah deh.Pinter bangat kamu berdalih."
"Aku serius kak."
"Iya iya.Kalo gitu siapa tau kamu butuh bantuan atau teman curhat kamu hubungin aku aja."
"Aku udah punya tempat curhat yang baiiiikkkk bangat ka."
"Oh yah?Maaf yah.Aku kira kamu masih single."
"Hah?Yang bilang aku punya pacar siapa?"
"Emang ga punya?"
"Enggak!" Vivi menjawab dengan cepat dan dengan wajah datar.Ekspresinya membuat Zeky tertawa gemas.
"Trus teman curhat kamu itu?"
"Itu bu Asmi,tetangga yang pas disamping rumah aku ini.Semenjak aku pindah kesini bu Asmi selalu ada buat aku.Udah kayak ibu aku sendiri,baik dan perhafian bangat sama aku.Dia juga udah nganggap aku seperti anaknya sendiri.Jadi aku ga terlalu kesepian sih."
"Ohh gitu.Kalau teman curhat cowo ada ga?"
"Ada!" Jawab Vivi cepat dan lantang.
"Hem..Yauda deh kalau gitu."
"Kenapa ka?"
"Kirain ga ada tadi.Tadinya pengen jadi temen curhat kamu,eh rupanya udah ada. "
"Orang itu adalah kak Zeky.Aku barusan aja curhat sama kakak kan?" Kata Vivi tersenyum memandang Zeky.
"Hahaha...Bisa aja kamu.Kirain siapa tadi.Bikin nyesek aja kamu tadi."
"Kok nyesek sih?"
"Ya nyesek.Kalau tadi beneran udah temen curhat cowo,berarti kamu ga butuh cowo lain lagi buat curahin isi hati kamu kan?Aku pengen aja gitu jadi temen baiknya Vivi.
Oh iya,Boleh aku minta nomor WhatsApp kamu ga?Biar kita bisa contact-contact an gitu kalau lagi di rumah.Biar makin akrab juga."
__ADS_1
"Ya boleh deh,kak."