
Cahaya matahari menembus jendela kaca kamar Vivi.Vivi bangun dengan matanya terlihat sembab akibat menangis seharian kemarin sampai tadi malam, sampai akhirnya ia ketiduran.
Bagaimana tidak,Bu Asmi yang sudah ia anggap sebagai ibunya meninggal kemarin pagi.Ini membuat hatinya sangat terpukul.Untuk kedua kalinya dia kehilangan seseorang yang sangat ia sayangi dalam hidupnya.
Dengan langkah terseret ia keluar dari kamarnya.Tubuhnya terlihat sangat lemas tak berdaya.Suasana di rumahnya sangat sepi.Ia berjalan menuju kamar Marcel untuk membangunkannya.Namun,ketika dibukanya pintu kamar Marcel,tidak ada Marcel disana.Kamarnya juga sudah begitu rapi.
"Marcel!" Panggil Vivi lembut sambil berjalan menuju dapur.
"Mungkin Marcel lagi mandi."Gumamnya.
Namun suasana begitu hening,Marcel tidak menjawab.Vivi duduk di kursi meja makan dan dilihatnya ada telur dadar di sana.Di dekatnya terdapat sebuah surat.
"Ka,Marcel udah berangkat sekolah yah.Maaf Marcel ga pamit langsung sana kakak.Soalnya kakak lagi tidur pulas tadi,jadi takut malah mengganggu.Ini aku buatkan telur dadar buat kakak.Kakak jangan lupa sarapan yah.Aku ga mau kakak malaikat sakit.
Marcel:) "
Vivi tersenyum membaca surat dari Marcel.
"Ya ampun anak kecil itu bisa aja deh."
Vivi mencoba mencicipi telor yang ada dimeja.Terlalu matang bahkan hampir gosong dengan rasa khas terlalu asin.Vivi sampai menyipitkan matanya ketika menguyah telur dadar buatan Marcel yang keasinan.
Vivi lalu mengambil pulpen dan menulis dibalik surat dari Marcel.
"Makasih buat makanannya ya Super Hero,Lain kali kalo masak telor jangan masukin garam semangkok." Tulis Vivi ditambah dengan emot tertawa di belakang kalimatnya.
Ia lalu berjalan ke kamar Marcel dan menaruh surat itu di meja belajarnya.Vivi melihat sekeliling kamar Marcel,temboknya ditempeli dengan gambar-gambaran anime.Itu sepertinya hasil gambar tangan Marcel sendiri.Gambar yang bagus.
Tepat di dekat tempat tidurnya,terpisah gambar seorang wanita dengan long dress dan sepatu kaca,dan mahkota perak di kepalanya.Dilihat-lihat wajah wanita di lukisan itu mirip dengan Vivi.
Di bawah gambar ada tulisan "Malaikat ku,Vi".
"Ini aku?"Kata Vivi hampir tertawa.Namun masih banyak kesedihan di hatinya akibat kepergian bu Asmi yang membuatnya tidak sanggup tertawa.
Vivi berlari ke kamarnya untuk mengambil handphone nya,lalu memoto lukisan yang mirip dirinya itu dan yang sudah ia yakini bahwa itu adalah dia.
Kamar Marcel benar-benar rapi,bersih dan teratur.Tidak seperti kamar anak-anak pada umumnya.Padahal semenjak ia tinggal disana belum pernah sekalipun Vivi ikut campur membereskan kamarnya.Marcel selalu membuat Vivi kagum padanya.
Ingin sekali rasanya memeluk Marcel saat itu juga.
Vivi lalu langsung ke kamar mandi,setelah itu berdandan yang cantik.Vivi memang tidak pernah kalah soal penampilan.
Jam menunjukkan pukul 12:00.Ia mengambil tas kecil berwarna coklat lalu mengunci pagar rumahnya.Hari ini ia berencana tidak membuka toko dulu.
Ketika sedang menunggu taksi Online,ia melirik ke rumah di sebelahnya.Membayangkan biasanya bu Asmi duduk disana sambil menikmati kopi dan cemilan atau merajut pakaian.Bu Asmi banyak menghabiskan waktu seharian di teras.Air mata Vivi menetes.Rasanya sangat rindu pada bu Asmi.Rindu kasih sayang bu Asmi,rindu perhatiannya,juga rindu masakan-masakan yang hampir tiap hari ia antar ke rumah Vivi.
...****************...
Sampai di sekolah Marcel,Vivi duduk di warung depan sekolah.Ia terlihat asyik dengan Handphone nya sambil sesekali meneguk minuman es yang ia beli di sana.
__ADS_1
"Lagi nungguin Marcel?"Seseorang menghampirinya.
"Iyah pak!"Jawab Vivi ketika melihat itu adalah guru muda di sekolah Marcel.Guru dengan pakaian olahraga tengah keringatan.
Ia tersenyum memandangi wajah cantik Vivi.
"Hello!"Vivi melambaikan tangannya.
"Eh iya".
"Liatin saya?"
"Em...Itu...Mau kemana cantik bangat hari ini."Katanya gugup.
"Ga kemana-mana.Cuman mau jemput Marcel aja."
"Cuman mau jemput Marcel secantik ini?"
"Salah yah?berlebihan gitu?"Kata Vivi sedikit malu dikatain seperti itu.
"Ga salah.Tapi...gimana yah?mau jemput Marcel aja secantik ini,gimana kalau nanti dandan mau ke pelaminan?"
"Hah?"Kata Vivi melongo.Keduanya lalu tertawa.
Pak guru muda mengambil minuman dari Showcas.
"Oh iya.Pulang nya bentar lagi kok.Sepuluh menit lagi udah bel."
"Iya pak.Saya tunggu disini."
...****************...
Bel sekolah berbunyi.Anak-anak berlarian keluar dari gerbang.Vivi sampai kebingungan memandangi anak-anak untuk mencari Marcel.
Vivi akhirnya berjalan menuju gerbang sekolah.Semua orang memandanginya.Penampilannya yang sangat mempesona selalu berhasil mencuri perhatian orang-orang.
"Kakak!"Kata Marcel.
"Eh Marcel."
"Kakak ngapain jemput Marcel?Kan Marcel udah bilang bisa pergi dan pulang sendiri."
"Marcel ga suka yah kakak datang ke sekolah Marcel?"
"Bukannya gitu kak.Tapi kan kakak jadi repot kalau kayak gini.Aku ga mau nyusahin kakak mulu."
"Engga nyusahin loh."
"Tapi aku senang bangat.Kakak udah ga nangis-nangis lagi."
__ADS_1
"Hehehe...iya dek."
"Kak.Tadi Marcel sama temen-temen dikasih kuis sama guru ips.Kakak tau?Dari sepuluh kuis Marcel benar sembilan."
"Wah...Hebat bangat Marcelnya kakak.Selamat yah! Kakak senang bangat dengernya.Pokoknya harus rajin belajar yah." Vivi memeluk erat Marcel.
"Iyah ka.Pasti dong!"
"Oh yah,kakak lagi mau bepergian yah?"Marcel memandangi seperti menilai penampilan Vivi.
"Kenapa emang?"
"Kakak dandan kayak gini biasanya kalau mau bepergian kan?"
"Iya sih dek.Emm...
Oh iya,kebetulan bangat.Kamu kan baru dapat nilai bagus.Jadiiiii...Kakak mau ngajak kamu jalan."
Marcel tersenyum riang mendengarnya.Namun tiba-tiba wajahnya berubah cemberut.
"Gausah deh kak.Sayang bangat uangnya.Kakak biayain sekolah aku aja udah syukur bangat.Itu juga udah tugas aku kan buat belajar rajin,biar kakak ga kecewa."
"Ya ampun pemikirannya dewasa bangat.Bangga bangat sama Marcel.
Tapi apapun itu kakak mau bawa kamu jalan-jalan hari ini.Kan nilai kamu bagus."
"Besok dan seterusnya juga aku bakal dapat nilai bagus kok.Lalu kakak bakal bawa aku jalan terus?"
"Hahaha..Yauda kalau emang selalu bagus kita jalan terus.Biarin"
"Ih kakak boros."
"Hahaha.Ayo ah.Kakak udah dandan gini juga masa ga jadi pergi."
"Lah emang kakak tau aku bakal dapat nilai bagus makanya udah langsung dandan dan jemput Marcel ke sekolah?"
"Tau dong.Kan kakak bisa ngeramal."
"Oh iya ya.Ya ampun kakak keren bangat sih."
"Iya dong."
"Trus baju aku?Masa pakai seragam sekolah buat jalan-jalan."
"Nanti kita beli sekalian deh."
"Emang kakak ga ngerasa rugi gitu ngasih ini itu buat Marcel?"
"Hadehhh...Bocah ini yah.Selalu aja ngasih pertanyaan-pertanyaan pro.Sekarang kita berangkat.no comment".
__ADS_1