Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Sendiri Lagi


__ADS_3

Vivi memandangi kamarnya dengan mata sembab karena menangis.Ia belum menyangka selama 10 tahun ia tinggal di rumah itu,dan akhirnya harus pindah.Ia juga tidak menyangka usaha Toko Kosmetik yang susah payah ia dirikan akan berakhir bangkrut.


Biaya pengobatan Sinta anak yatim piatu,yang sudah ia anggap sebagai adik perempuannya itulah yang membuat keadaannya sangat terpuruk seperti sekarang.


Sinta yang mengidap penyakit kanker harus rutin ia bawa melakukan pengobatan.Tanpa perhitungan ia lakukan semua dengan ikhlas.Hingga pada akhirnya Sinta meninggal dan Vivipun bangkrut.Selain karena uang pengobatan Sinta yang memerlukan banyak uang,toko kosmetik baru yang lebih besar membuat pelanggan Vivi satu persatu menghilang.


Perasaan sedih yang amat dalam ia rasakan.Harus kehilangan seseorang yang sudah ia anggap sebagai saudara,dan kehilangan toko yang sudah susah payah ia dirikan.Belum lagi sudah hampir tiga tahun Marcel hilang kabar.Sementara Diva sudah ia berhentikan kerja selama sebulan.


Ia menangis melihat poto-poto yang terpajang di kamarnya.Potonya bersama Marcel,Sinta,dan Diva yang tampak sangat bahagia.Keluarga yang benar-benar bahagia.Tidak pernah terbayang olehnya bahwa ia akan merasa sekesepian ini.Hanya ada dia bersama kenangan disana.


Setelah menangis sepanjang hari,akhirnya mulai membereskan barang-barangnya.Besok ia akan pergi dari rumah itu dan berencana kembali ke kampung halamannya.


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.Matanya belum juga bisa terpejam walau hanya satu menit.Di malam yang hening,isi kepalanya begitu berisik.Ia gelisah mengganti-ganti posisi tidurnya,namun tetap saja matanya tidak bisa tertidur.


Ia pun bangun dan duduk di meja kamarnya tempat dia biasa berdandan.Ia menatap ke cermin melihat seorang wanita pucat dengan mata sembab.


"Kasihan kamu.hidupmu menyedihkan."Katanya pada bayangannya di cermin.


Kemudian ia mengambil handphonenya,membuka media sosial.Masih lima menit,ia sudah bosan.Ia meletakkan handphone nya di meja lalu pergi keluar.


Ia duduk di kursi teras menikmati udara malam hari yang sangat menyejukkan.Ia menghela napas dalam-dalam.Suasana di luar juga sudah sepi.Hanya ada satu per satu kendaraan yang lewat memecahkan keheningan.


Vivi kembali mengenang kembali bagaimana dulu ia berusaha mengumpulkan modal untuk membuat toko,lalu kepergian mamanya bahkan sebelum sempat melihat ia membuka usaha,kemudian dia bertemu bu Asmi yang sudah ia anggap seperti ibu sendiri,lalu bertemu Marcel anak nakal yang kemudian jadi seseorang yang sangat ia sayangi,bertemu Zeky pria baik yang sempat memberi kebahagiaan untuknya,lalu kedua pekerjanya Sinta dan Deva.


Air matanya mengalir mengenang semua itu.Ia tidak menyangka hari ini ia sudah kehilangan itu semua.Bahkan seseorang yang ia sudah yakini benar-benar akan selalu ada untuknya,Marcel.Kini ia pun sudah kehilangan Marcel.


Sudah terlalu nyaman berada di luar negeri dengan orang-orang baru membuatnya melupakan seseorang yang mengangkatnya sebagai emas berharga.Itulah yang ada dilikran Vivi.

__ADS_1


"Gimana keadaan kamu Marcel?Masih ingat dengan wanita yang mengangkatmu jadi adik ini?Masih ingat dengan wanita yang senasib denganmu?masih ingat sama aku?Kenapa?Kenapa kamu malah lupain aku.Kamu tau sekarang aku udah sendiri?.Hahah...Dari awal juga aku udah bilang,gausa berjanji untuk selalu ada buat aku.Karena aku udah tau pada akhirnya kamu juga akan sama dengan semua orang.Sama kayak mama,Bu Asmi,Zeky,Sinta."Vivi berbicara sendiri.


"Aku selalu berusaha yang terbaik dalam hidupku.Pada diriku sendiri dan juga orang lain.Tapi selalu saja berakhir kecewa.Ayolah kebahagiaan...ayo berpihak padaku..ayoo.....Aku ingin hidup bahagia,aku ingin hidup bahagiaaaaaaa."Katanya menangis sesenggukan.


"Sekarang aku percaya bahwa tidak semua orang yang hidupnya susah karena tidak berusaha.Meski sudah berusaha adakalanya dunia tidak mengijinkan bahagia.Tapi...Aku sudah lelah dengan kesedihan.Dari kecil juga hidupku sudah menyedihkan.Aku bahkan tidak mengenal siapa ayahku.Aku kehilangan mamaku bahkan sebelum aku sempat membahagiakannya.Aku kehilangan kekasih yang sudah kuanggap sebagai rumah."Lagi-lagi ia berbicara sendiri.


Ia kembali masuk ke rumah.Merentangkan tubuhnya sambil menatap langit-langit kamarnya.


...****************...


"Vivi sayang..."Suara terdengar di telinga Vivi.Ia kaget dan terkejut melihat mamanya duduk di tempat tidurnya dan Zeky berdiri di dekat mamanya.Keduanya tersenyum memandang Vivi.


"Vivi sayang..."Kata mama lagi.


"Ma..ma..."Jawab Vivi terbata-bata dengan mata terbelalak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Mamaaaaaa...."Vivi memeluk mama erat-erat sambil menangis histeris.


"Anak mama jangan nangis."Mama mengelus rambut Vivi.


"Aku kangen bangat sama mama.Kenapa mama ninggalin aku?Aku ga sanggup tanpa mama,ga sanggup hidup sendirian."Tangis Vivi semakin menjadi-jadi.


"Stttt....Mama selalu ada buat Vivi."


"Mama bohong.Mama ninggalin Vivi."


"Engga sayang.Kamu ga sendiri.Kamu tau?Ada banyak orang yang sayang bangat sama Vivi."

__ADS_1


"Engga...Semua orang ninggalin Vivi.Sekarang Vivi sendirian."


"Anak mama...Kamu ga sendirian.Masih banyak yang peduli sama kamu.Jangan nangis,anak bontot mama kan kuat.Nanti kalau udah saatnya,kita bakal kumpul lagi kok.Cuman belom waktunya aja sayang."


"Iya Vi.Kamu harus semangat yah?Ga boleh nyerah ga boleh putus asa."


"Kak Zeky!"Vivi menatap Zeky.


"Iyah sayang."Zeky memegang tangan Vivi.


"Sayaaang...."Vivi memeluk Zeky.Zeky membelainya.


"Sayang bangat sama Vivi."kata Zeky.


"Bohong! Kalau sayang ga akan ninggalin aku."


"Aku ga ninggalin kamu sayang.Aku selalu jagain kamu."


"Jangan pergi lagi,,,tolong.Aku kesepian disini.Aku ga mau diginggal lagi."Vivi berderai air mata.


"Hemm..."Zeky tersenyum.


"Kalau gitu mama pamit dulu yah,nak"


"Aku juga sayang."Lanjut Zeky.


"Mama,sayang...kalian mau ke mana?Jangan tinggalin akuuuuuuuu."Vivi terbangun.Ia melihat sekeliling kamarnya.Matanya benar-benar basah seperti habis menangis.

__ADS_1


"Hanya mimpi."Katanya kembali merebahkan tubuhnya.Ia merasa bahwa mimpi itu seperti nyata.


__ADS_2