
Tengah menikmati makan siang,suara handphone Vivi berbunyi.Vivi yang tadinya makan dengan tangan tanpa sendok langsung mencuci tangan dan mengelap tangannya.Ia minum dan membesihkan sekitaran mulutnya.
Dilihatnya panggilan masuk dari Marcel.Ia pun menjawab.
"Halo Marcel!"
"Halo Kak Vi.Kakak kok lama bangat sih jawab telponnya?"
"Iya,ini kakak lagi makan soalnya.Maaf yah?"
"Oh lagi makan kak.Yauda kakak lanjut aja dulu makannya,ntar aku telpon lagi."Kata Marcel merasa tidak enak mengganggu Vivi yang sedang makan.
"Gapapa Dek,kamu udah makan belom?"
"Udah kok kak."
"Kamu ga boong kan?"
"Udah tadi pagi maksudnya."Marcel cengengesan.
"Kakak tanya siang ini.Kamu belom makan kan?"
"Hehehe...iyah kak,belom.Ntar lagi aku makan kok kak."
"Sekarang!"Sahut Vivi tegas.Ia tidak mau Marcel telat makan.
"Iyah kakak.Habis telponan aku ntar langsung makan."
"Yauda deh kalau gitu.Ga boleh telat-telat makan loh dek.Ntar malah sakit maag."
"Iyah kak.Maaf yah.Ini juga Marcel langsung nelpon kakak karena Marcel ada kabar bagus."
"Oh yah?Apa itu de?"Vivi meneguk air putih di gelasnya.
"Kak...Marcelll..."
"Marcel..."Vivi mengikuti Marcel.
"Dapat..."
"Dapatttt...."Vivi mengikuti lagi dengan rasa penasaran.
"Dapaattt...." Ulang Marcel.
"Dapat apa de?Kakak penasaran bangat nih."
"Hehehe...haduhhh."Terdengar suara Marcel seperti deg-degan.
"Dapat apa Marcellllll?"
"Marcel dapat beasiswa di ASEAN *Shcolarship MOE* Singapura."
Vivi melongo tak percaya dengan ucapan Marcel barusan.
__ADS_1
"Kak...Ihh..kakak denger Marcel ga sih?Malah diem aja.Ketiduran yah abis makan?"
"Marcel...Kamu ga lagi becanda kan dek?"
"Ya enggaklah kak.Gimana kak?Ini berita bagus gak?"
"Baguuuuussss bangat.Kakak sampe ga percaya lohhh...Kamu emang adek aku yang paliiiingggg hebat.Kakak bangga sama kamu dek."
"Iyah kak.Aku juga masih ga nyangka sih.Aku sennnennggg bangat.Aku ga nyangka kalau aku bakal melanjut SMA di luar negeri."
"Ya ampun dek.Selamat yah?Kamu harus terus semangat dan jangan pernah puas dengan prestasi kamu.Kamu boleh bangga sama prestasi kamu,tapi jangan pernah sombong yah?"Kata Vivi menasehati Marcel.
"Iyah kak.Aku ga akan sombong.Akan tetap jadi Marcel yang kakak kenal dulu.Baik,pinter,ganteng,semuanya lah..."
"Hooohhh...Mulai tuh"
"Hihihi...canda kak."
"Trus Marcel ada rencana buat pulang ke tempat kakak ga?Biar kakak transfer duitnya."
"Engga kak.Kakak pakai aja duitnya buat kebutuhan kakak."
"Kakak serius loh dek."
"Marcel juga serius kak.Selama ini juga kakak udah ngeluarin banyak bangat uang untuk Marcel.Makasih yah kak."
"Iyah adekk..Yang penting kamu disana baik-baik.Trus ngasih kabar bagus gini kakak jadi seneng bangat.Udah cukup buat bayar rasa capek kakak."
"Dihhh...Jangan nangis.Kamu itu cowo.Ga boleh cengeng."
"Habisnya kakak bikin Marcel terharu."
"Hahaha...Bisa aja ade kakak ini.Ululuuuuu"Vivi menggoda.
"Kakak ihh...ledekin Marcel yah?"
"Hahaha...Engga ih."
"Kakak tau ga tinggi Marcel sekarang berapa?"
"Ga tau,berapa tuh?"Vivi penasaran juga.Tidak bertemu dengan Marcel selama setahun berapa tinggi badannya bertambah.
"Tinggi Marcel sekarang 179 cm kak. "
"Oh yah?Wahh..Tinggi bangat adek aku.Masih kelas tiga SMP udah segitu.Gimana nanti kalau udah SMA yah?"
"Hihihi...Nanti kalau udah SMA kakak sepinggang aku lah".Sekarang malah balik Marcel yang menggoda Vivi.
"Ih Marcel.Ngejek kakak kamu yah?"
"Ga ngejek loh.Cuman..."
"Bilang aja iya."Vivi memotong pembicaraan Marcel.
__ADS_1
"Hahaha...Kalo cewe pendek imut kok kak.Awet muda terus.Bagus tinggi kakak segitu.Jadi ngegemesin.Hahaha..."
"Berani kamu sama kakak yah?"
"Hahaha...Ga kak.Marcel bercanda"Marcel berusaha menahan tawanya.
"Humm...Yauda,kamu makan geh dek.Kalau mau ngobrol sama kakak nanti aja kita lanjut.Jangan telat-telat makannya."
"Yaudah deh kak.Kalau nanti malam kakak udah tutup toko kabarin Marcel yah?"
"Iya dek.Ntar kakak kabarin."
...****************...
Hari ini Marcel akan berangkat ke Singapore.Vivi pun sudah tiba di Jakarta sejak kemarin siang.Sejak sampai di kos'an Marcel,Vivi tidak ingin rasanya jauh dari Marcel.Vivi merasa sedih karena akan berpisah dengan Marcel lagi.Tidak hanya beda kota,sekarang akan beda negara.
"Kakak jangan sedih gitu.Marcel kan mau ngeraih cita-cita kita.Kakak mau Marcel jadi orang sukses kan?"
"Iyah de."Vivi menangis.
"Trus kenapa harus nangis?Aku jadi ga tenang gitu loh kak"
"Ya kita bakal beda negara.Kalaupun kakak pengen ketemu kamu bakalan susah kan?"
"Humm...Iya sih kak.Udah ah jangan nangis lagi.Marcel ikutan sedih nih."Katanya dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak takut bangat kamu bakal lupain kakak nanti.Nanti Marcel udah sukses,eh..malah ga peduli dan ga mau tau tentang kakak lagi.Kakak takuuttt.Marcel kan keluarga kakak satu-satunya sekarang."
"Ih ngomong apaan sih kakak.Ga mungkin lah Marcel lupain kakak.Emang Marcel ga setau diri itu?Kacang lupa kulit gitu yah?"
"Ya kan siapa tau,nanti Marcel lupain kakak.Nemu keluarga baru disana."
"Hahaha...udah yah kak.Gausah mikir kayak gitu.Marcel ga akan pernah berubah kok.Kakak akan tetap nomor satu di hati Marcel."Marcel memeluk Vivi.Tinggi Marcel yang jauh di atas Vivi membuat orang-orang berpikiran keduanya pasangan kekasih.
"Kamu jaga diri baik-baik disana."
"Iyah kak.Kakak juga jaga diri baik-baik disini.Jaga kesehatan.Jangan kecapean yah."
"Kamu juga.Makan jangan telat-telat loh yah."
"Iyah kakak akuuuu."
"Trus kalo lagi ga sibuk jangan lupa hubungin kakak."
"Kakak kali yang sibuk.Marcel malah segan ntar ganggu kakak kerja.Jadi kalo kakak ada waktu, kakak yang hubungin Marcel duluan."
"Apaan sih,ga ada kek gitu.Kamu yang hubungin kakak.Kapanpun kamu nelpon kakak,kakak pasti selalu ada waktu."
"Wahh..spesial bangat dong aku."
"Memang."
"Makasih kakak.Kakak terbaik emang."
__ADS_1