
Tiga tahun sudah Vivi bekerja dengan tante Andini dan Om Yoga.Selama tiga tahun ini ia menabung gaji dan uang jajan yang diberikan tante untuk membuka usaha seperti impiannya dengan mama.Vivi sudah membicarakan pada tante dan om bahwa ia akan membuka usaha sendiri.Om Yoga dan Tante Andini pun mau tidak mau harus mengijinkan Vivi berhenti bekerja walaupun berat rasanya.Apalagi Vivi sudah dianggap sebagai anak sendiri dan sekaligus karyawan yang selalu melakukan semua tugas di toko Kosmetiknya dengan sangat baik.
Seminggu mencari tempat yang tepat untuk membuka usaha,akhirnya Vivi menemukan tempatnya.Betapa bahagianya ia membayangkan ketika usaha nya nanti sudah berjalan dan ia bisa mengajak mama tinggal bersamanya.
"Ini tempatnya strategis,cocok bangat untuk tempat usaha aku nanti.Sekarang waktunya menelpon mama.pasti mama senang bangat.
Baru saja Vivi mau menelpon mama,ada panggilan masuk dari kakak.
"Halo kak."
"Vi,kamu udah tau mama sakit?"
"Mama sakit?Aku ga tau kak.Emang mama sakit apa?"
"Kakak ga bisa jelasin sekarang,yang jelas rumah sakit Pelita ga sanggup buat nanganin penyakit mama,jadi besok mama dirujuk ke rumah sakit Medika.Sebenarnya hari ini sih mama dirujuk,tapi mama bilang ke dokter biar besok aja ke rumah sakit Medika."
"Ya ampun mama....Mama kok ga bilang ke aku kalo mama lagi sakit..."Vivi menangis.
"Yauda,kamu pulang duluan,nanti kaka nyusul.Kaka beresin dulu urusan kerjaan kakak."
"Iyah ka.Aku tutup telponnya yah?Aku langsung OTW pulkam."
...****************...
"Mah...mama kenapa ga bilang kalo mama lagi sakit?"Kata Vivi berlari sambil menangis menghampiri mama nya yang duduk di ruang tamu.Vivi langsung memeluk erat mama.
"Kamu pulang nak?"
"Mama kok diam aja gitu?kenapa ga bilang kalo mama lagi sakit.sakitnya sampai separah ini,sampai dirujuk ke Rumah Sakit Medika."Vivi menangis sesrunggukan.Mama mengelus lembut kepala Vivi.
"Kaka yang ngasih tau kamu yah?"
"Iyah ma.Orang mama ga ngasih tau aku."Vivi terus menangis.
"Udah,Nak.Jangan nangis.Mama juga bingung.mama ga ngerasain sakit sama sekali,ini juga karna tetangga pada bilang wajah mama berubah jadi pucat kekuningan dan maksain mama buat berobat.Mama akhirnya pergi periksa ke rumah sakit.Ternyata rumah sakit bilang ga sanggup buat nanganin,makanya dirujuk lagi."
"Tuh kan,tapi kenapa mama ga bilang sama aku?"
"Kamu kan lagi kerja nak,kamu cape.mama ga mau nambahin beban kamu.lagian mama ga ngerasa sakit.Iyasih tubuh mama keliatan menguning,tapi bener ga sakit sama sekali."
__ADS_1
"Ga ada yabg lebih penting dari mama.Harusnya mama bilang sama aku.atau kalo mama udah liat perubahan di diri mama,harusnya mama cerita sama aku.Biar aku juga bisa bantu cari tahu penyebabnya dan cara pengobatannya ma."
"Ini cuman sakit kuning biasa,mama juga udah bikin obat herbal.Mama minum jamu kunyit dan temulawak.Kamu tenang yah,Nak.Mama baik-baik aja."
"Aku gabisa tenang ma.Aku gabisa.Aku ga akan sanggup kalo....huaaaaaaaaa"Vivi tidak melanjutkan kata-katanya.Ia menangis sekencang-kencangnya.
"Udah dong,Nak".Mama ikutan menangis.
"Mamaaaaaa..."Vivi semakin erat memeluk mama.Mama menciumi Vivi berusaha menenangkannya.
"Pokoknya besok mama akan dirujuk,dan semoga mama lekas sembuh.Mama yakin,mama bakalan sembuh."Mama optimis.
"Amin.Mama yang kuat yah?."
"Iya sayang."
...****************...
Hari ini Vivi,kakak,dan mama berangkat ke Rumah Sakit Medika.Ini agak sulit bagi mereka.Keponakannya yang baru berumur 7 bulan tidak diperbolehkan masuk ke rumah sakit,karna masih rentan kena penyakit.Jadi Vivi dan kakak harus bergantian menjaga mama di ruangan dan menjaga keponakan di luar rumah sakit.
Setiap sekali sejam,keduanya bergantian menjaga mama dan Calvin, keponakannya.
Hari ini mama akan dibawa ke ruang Endoscopy untuk melaser bagian yang membengkak pada empedunya.Vivi mendampingi mama masuk ke ruang Endoscopy sementara kaka di luar menjaga Calvin.
"Mama semangat yah?Mama yang kuat.Mama harus sembuh".Vivi menggenggam tangan mama.
"Iyah,Nak.Mama pasti sembuh."
Sudah hampir 30 menit mama di ruangan,belum juga ada kabar.Vivi hanya bisa berdoa dan berdoa.Tiba-tiba seorang perawat membuka pintu dan meminta Vivi untuk masuk melihat keadaan mama.
Cepat-cepat Vivi memasuki ruang Endoscopy.Dilihatnya mama sudah berbaring tengkurap dibius dengan selang berukuran besar berada di mulut.Air matanya menetes.
"Kemari dan lihatlah."Kata Dokter Adi padanya.
"Waktu kami menangani pasien di ruangan ini hanya 30 menit.ini sudah 32 menit.Kami sudah berusaha.Lihat ke layar.Kami sudah berusaha melaser dan menghancurkan pembengkakan itu,tapi selalu melenceng karna gumpalan hitam ini."Kata dokter menjelaskan.
Vivi melihat sambil menangis.Memang terlihat seperti bintik-bintik hitam menghalangi cahaya laser itu sehingga tidak dapat menembus ke empedu.Air matanya semakin deras mengalir.Tubuhnya gemetar.
"Kemungkinan ini adalah tumor."Lanjut Dokter Adi.
__ADS_1
Vivi menggeleng tak percaya mama nya punya penyakit separah itu.Untuk tindakan selanjutnya biar kita bicarakan nanti."
"Baik,Dok."
...****************...
Setelah keluar dari ruang Endoscopy,mama harus menjalani puasa.Ini semakin membuat Vivi sedih.
"Nak,mama haus.Tolong kasih mama minum."
"Gabisa ma,Kata dokter mama gabisa makan dan minum dulu."
"Tapi mama haus bangat nak,mama gapapa ga makan yang penting dikasih minum."
"Maaf ma,tapi Vivi takut nanti malah makin buruk keadaannya."Vivi menangis.
Vivi tau betul mamanya pasti sangat kehausan setelah dibius.Ditambah lagi tadi malam Vivi memberikan mama makan dari luar diam-diam karna mama bilang pengen makan bakso dan mie.
"Mama yang kuat yah?sekarang mama tidur aja.Biar ga terasa hausnya."
Mama pun berusaha memejamkan matanya.
Beberapa saat kemudian,mama terbangun lagi.Kembali meminta agar Vivi memberikan mama minum.Tapi kata dokter mama tidak boleh minum selama 32 jam.
"Ini namanya mereka mau bunuh mama,nak.masa mama harus puasa selama itu".kata mama dengan suara lemas.bibirnya pun sudah sangat pucat dan pecah-pecah akibat kehausan.Vivi sebenarnya tidak tega melihatnya.
"Tapi ini demi kebaikan mama."Vivi menangis.
"Mama bakal sembuh hanya dengan dikasih air minum.percaya sama mama.Mama ga tahan,nak."
"Gimana kabar mama kamu?".suara seseorang.Vivi menoleh Ternyata itu adalah uwaknya (kakak mama).
Vivi menjelaskan panjang lebar tanpa ketinggalan satu katapun.Uwak menangis sambil mengelus kepala mama.
"Yang kuat yah,Dek Kamu harus sembuh."Katanya.
"iyah ka,ka-kak gau-sah kha-watir.A-ku pasti sem-buh."kata mama terpatah-patah.
uwak memeluk mama.
__ADS_1