Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Aku Benci Kamu


__ADS_3

Dengan ragu-ragu Marcel memasuki halaman rumah Vivi.Wajahnya menunjukkan rasa takut,sepertinia sudah melakukan suatu kesalahan.


"Permisi ka!" Serunya.


"iyah!" Vivi keluar dari rumah.


"Eh,Marcel. Kenapa de?"


"Ka,Aku mau balikin payung yang aku pinjem waktu itu." Katanya memberikan payung itu pada Vivi dengan kepala menunduk.


"Oh iya iya dek."Vivi tersenyum ramah.


"Kakak ga marah?"Marcel sedikit melirik ke arah Vivi.


"Marah kenapa?"


"Aku balikinnya lama.Kakak bilang waktu itu besok balikin lagi kalau mau main."


"Heummm...Iyah gapapa.Kakak ga marah kok."


"Makasih yah ka,Kakak baik bangat."


"Aaaaa...kamu bisa aja.Kakak jadi malu nih."Kata Vivi bercanda untuk memecahkan ketegangan Marcel.


"Emang baik kok,Kak.Kakak juga cantik."


"Oh my God." Vivi tertawa.


"Makasih Marcel.Marcel juga ganteng!"


"Kalau gitu aku pulang yah,ka!"


"Kamu buru-buru yah?"


"Ga sih ka,kenapa emang?"


"Kita ngobrol-ngobrol aja dulu,kakak kesepian nih gada temen."


"Oh gitu.Yauda deh aku temenin kakak disini biar ga kesepian."


Marcel pun duduk di kursi,sementara Vivi masuk mengambil cemilan ke rumah.


Vivi memperhatikan wajah polos yang sedang menikmati cemilan di hadapannya.Ingin rasanya ia memeluk Marcel.


"Kasian bangat kamu Marcel.Harusnya jam segini kamu itu duduk di sekolah, belajar sama teman-teman seusia kamu."Kata Vivi dalam hati.


"Oh yah ka,kaka ga takut tinggal sendiri di rumah besar gini?"


"Hemm..Enggaklah."


"Aku sih takut."


"Masa anak cowo penakut.Cowo itu harus pemberani,kuat.Biar bisa ngelindungin cewe-cewe."


"Gitu yah ka?"


"Orang tua kakak dimana?"


"Mama kakak baru aja meninggal sekitar tiga bulan yang lalu."

__ADS_1


"Oh yah?Sabar yah ka!"


"Iyah de."Jawab Vivi tersenyum.


"Ayah kakak?"


"Hemm...Ayah kakak ninggalin kak Vivi dan mama, juga kakak aku demi wanita lain."


"Maksudnya?"


" Dia selingkuh dan menikah sama cewe lain.Trus ninggalin kakak dan keluarga kakak."


"Jahat bangat ayah kakak.Aku kalau udah besar nanti ga mau selingkuh."


"Bagus lah kalau gitu.Kakak pegang kata-kata kamu."


"Iyah ka.Berarti kita sama dong ka.Kakak ditinggalin ayah kakak,dan aku ditinggalin mama aku."


"Iya.kita sama.Kita harus sabar dan terus semangat."


Marcel tersenyum sambil menikmati cemilan di atas meja.


"Kakak kok ga makan sih?Masa cuman aku yang makan.Ntar habis loh."


"Gapapa habisin aja.Kakak masih kenyang."


"Di rumah kakak banyak makanan yah?"


"Lumayan lah.Biar kakak ga bosen kalo lagi sendiri,biar ga ngantuk juga kalo jaga toko."


"Oh gitu."


"Marcel! Kakak boleh nanya ga?"


"Kamu jangan marah atau tersinggung yah?"


"Kenapa harus marah? Tanya aja ka.Aku suka menjawab pertanyaan.Makanya dulu di sekolah ibu guru senang bangat sama aku".


"Wahh..hebat.


Nah,kakak mau nanya soal sekolah kamu."


"Aku ga sekolah ka."


"Kamu ga sekolah?Kenapa?".Vivi pura-pura tidak tau apa-apa tentang Marcel.Marcel yang masih polos menjawab dengan jujur.


"Ayah ga mau nyekolahin aku ka.Ayah sibuk judian terus.Ga peduli sama sekali sama aku."


"Oh yah?Trus kamu ga pengen sekolah lagi?"


"Kalo itu aku pengen bangatlah kak.Aku pengen sekolah tinggi-tinggi biar bisa jadi orang kaya."


"Kamu udah lama berenti sekolah?"


"Dua tahun ka.Harusnya sekarang aku kelas 4 SD"


"Oh gitu.Umur kamu berapa?Maaf yah kakak banyak tanya!"


"Gapapa kak.Umur aku 10 tahun."

__ADS_1


"Kalau misal ada biaya kamu berarti masih mau sekolah dong yah?"


"Mau bangat dong ka.Tapi yaudalah,mau gimana lagi."Katanya menyerah pada keadaan.


"Kalau kakak yang nanggung sekolah kamu boleh ga?'


"Maksud kakak?"


"Kakak yang biayain sekolah kamu,kamu mau?"


"Kakak serius mau nyekolahin aku?"


"He'em". Vivi mengangguk tersenyum.Wajah Marcel terlihat sangat bahagia.Senyum lebar di wajahnya membuat Vivi juga ikutan senang.


"Marcel mau ka,Marcel mauuuuu!"


"Oke.Kalau gitu nanti kita ngomong sama ayah kamu yah?"


"Ayah lagi ga di rumah kak.Dari tadi malam ga puang-pulang."


"Ya ampun.Benar-benar ayah yang ga bertanggung jawab.Bisa dia nelantarin anaknya demi judi."


"Gitulah ka.Ayah mem..."


"Marcel!" Belum selesai Marcel berbicara terdengar suara seseorang memanggil namanya.Vivi dan Marcel melirik ke arah datangnya suara.Disana ada Andika yang menatapnya tajam.


"Kamu ngapain disitu?"


"Eh bang Andika."Marcel berdiri.Ketika Andika berjalan menghampirinya,Marcel juga langsung berjalan ke arah Andika.Sehingga keduanya bertemu di tengah.Vivipun berdiri memperhatikan mereka berdua.


"Ditungguin dari tadi ga nongol-nongol.Rupanya disini sama cewe ga jelas."


"Hah?Cewe ga jelas?Aku?".Bisik Vivi dalam hati dengan wajah melongo.


"Maaf bang.Tadi aku balikin payung kak Vivi yang aku pinjem waktu itu.Trus kakak minta ditemenin ngobrol.Kasian kakak nya kesepian gada temen disini.Lagian kakak baik bangat sama aku."


"Halah...baik apanya?"


"Oh yah?Dia mau biayaain sekolah aku bang."


"Emang kamu siapanya?Ga usah mimpi,dia cuman becanda.Dia mau ngasih harapan palsu ke kamu."


"Engga bang.Kak Vivi baik bangat."


"Udah ah,ngapain bahas cewe ga jelas itu.Kamu ga liat kemarin dia turun dari angkot digendong sama cowok?Dasar cewe ga tau malu."


"Maksud kamu apa ngomong kek gitu.Kamu ga tau masalahnya ga usah ikut campur yah!Keterlaluan bangat bilang aku cewe ga jelas."Bentak Vivi menghampiri keduanya.Marcel hanya terdiam menunduk.


"Ga punya harga diri!" Kata Andika sebelum akhirnya ia menarik tangan Andika dengan kasar meninggalkan rumah Vivi.


"Bajingan! Gua jijik sama lu! Lu bukan manusia! Lu itu hewan yang berbentuk manusia,brengsek!" Teriak Vivi tidak bisa menahan emosinya.Ia tidak terima dengan kata-kata Andika.Kata-kata itu benar-benar melukai hatinya.Air matanya tidak terasa sudah menetes di pipinya.


"Aku ada salah apa sih sama dia?Kata-katanya itu bener-bener nyakitin bangat.Dasar cowo bajingan.Aku jijik sama kamu.Sampai kapanpun aku ga akan mau maafin kamu,sampai kapanpun.Aku pikir dulu kamu itu pria dingin,rupanya salah.Selain sombong juga pria kasar dan jahat.Aku benci sama kamu." Vivi masih terus berbicara sambil menangis.


"Kenapa kamu Vi?"Bu Asmi menghampirinya.


"Ibu tadi kayak denger suara ribut-ribut disini.Kamu berantem sama siapa?"


"Ibuuuuu...."Vivi menangis di pelukan bu Asmi.Bu Asmi sudah seperti ibu kandung baginya.

__ADS_1


"Kenapa nak?Ayo cerita sama ibu."Kata bu Asmi mengelus lembut kepala Vivi.


"Ayo kita ke rumah dulu.kamu minum dan cerita sama ibu."


__ADS_2