Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Cemas


__ADS_3

Vivi duduk di depan cermin dengan piyama kotak-kotak dan handuk masih di kepalanya.Kesegaran ia rasakan setelah seharian merasakan kelelahan berjualan di toko.Diliriknya Ponselnya untuk melihat sudah jam berapa.Dilihatnya ada 12 panggilan tak terjawab dan 15 pesan dari Marcel di What'sApp nya.


"Hah?Sebanyak ini?Marcel kenapa yah?"Katanya risau sembari melepas handuk dari kepalanya.Ia kemudian langsung menelpon Marcel,namun nomornya tidak aktif.


Vivi semakin khawatir kalau-kalau ada sesuatu hal buruk yang terjsadi pada Marcel,dan tadinya Marcel ingin meminta tolong padanya namun tidak menjawab telpon dari Marcel karena sibuk melayani pelanggan yang ramai hari ini.


Vivi tidak tau harus berbuat apa sekarang.Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam sementara panggilan dari Marcel sejak tadi jam 12 siang.Kalaupun tadi Marcel mau minta tolong,artinya Vivi sudah sangat terlambat.


Mata Vivi berkaca-kaca,membayangkan suatu hal buruk terjadi pada Marcel.Itu semua pasti adalah kesalahannya.Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya.Bagaimana dengan keluarga Marcel?Apa yang akan ia katakan pada ayahnya nanti jika hal buruk terjadi pada Marcel?


Pikirannya benar-benar kacau.Ia mencari-cari cara bagaimana bisa menghubungi Marcel.Namun,ia juga lalai sebelumnya tidak meminta nomor handphone teman satu kost Marcel.


"Permisi ka!"Kata Diva mengetuk pintu kamarnya.


"Iyah dorong aja,dek."


"Kakak makanannya udah siap.Mari makan kak!"AjaK Diva yang sudah selesai memasak makan malam.


"Iyah de,kalian makan aja dulu."Vivi masih mondar-mandir.


"Maaf nih sebelumnya.Kakak kenapa kayak lagi ada masalah gitu?"


"Haduhhh....iyah nih dek.Kakak lagi pusing bangat.Karena sibuknya kita hari ini kakak sampai ga liat ada berapa puluh panggilan dan pesan dari Marcel.Dia tadi nelpon jam 12.Kakak khawatir bangat jangan-jangan dia dalam bahaya tadi."Vivi meneteskan air mata.


"Ya ampun.Trus gimana kak?Kakak udah nelpon Marcel balik?"


"Itu dia masalahnya dek.Kakak telpon,eh... nomornya ga aktif.Mana kakak kelupaan lagi minta nomor teman-teman satu kost nya."


"Yahhh...Parah bangat ini kak.Jadi khawatir juga sama adek Marcel."


Vivi terdiam tidak berkata-kata lagi.


"Kakak makan aja dulu.Setelah itu kita pikirin lagi kak."


"Kakak ga selera makan kalau kayak gini de.Kamu sama Sinta makan aja duluan."


"Ntar kakak malah sakit loh.Kita doain aja semoga Marcel ga kenapa-napa."


"Ga dek.Ntar aja kakak makannya.Kalian makan duluan yah.Abis itu kalian langsung istirahat.Capekkan seharian ini pelanggan lebih ramai dari biasanya."


"Iya deh ka.Kalau gitu aku permisi dulu yah,ka."


"Iyah Dek."


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam,mata Vivi belum bisa terpejam semenit pun.Pikirannya sekarang benar-benar hanya dipenuhi Marcel.


Suara Handphone nya berdering,Vivi melirik tidak semangat.Tiba-tiba matanya melotot.


"Hah?Marcel?"


Vivi lalu menjawab telpon dari Marcel.


"Halo kak!"Katanya dengan suara yang sedikit berat.


"Halo.Marcel! Marcel kamu gapapa kan dek?Kamu baik-baik aja kan?"


"Hah?Kakak kenapa?Kok tiba-tiba ngomong gitu?"


"Kamu baik-baik aja kan?Jawab kakak!"


"Iyah Kak.Marcel baik-baik aja".

__ADS_1


"Suara kamu berat gitu?"


"Aku baru bangun kak.Kebangun tadi eh liat panggilan dari kakak ada 25 panggilan tak terjawab."


"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja."


"Emang kenapa sih ka?"


"Tadi siang kamu nelpon kakak kan?Kakak sama yang lain sibuk bangat dari siang sampe malam.Pas kakak udah tutup toko baru deh liat hp ada panggilan dari kamu sampai berapa itu tadi yah?Kakak pikir kamu lagi dijahatin orang jadi mau minta tolong sama kakak."


"Ohhh...Engga kak.Aku baik-baik aja."


"Trus,nelpon kakak sebanyak itu ada apa?"


"Yah,kangen aja sama kakak aku."


"Serius Marcel!"Vivi rada-rada kesal.


"Iyah serius kakak.Dan...ada satu hal lagi."


"Apa itu?"


"Aku dapat juara 1 kelas sekaligus juara 1 umum kak."


"Hah?Kamu serius dek?"


"Serius dong kak."


Vivi tertawa riang.Pikirannya sekarang benar-benar lega.


"Jadi kamu mau ngasih tau itu tadi siang?"


"Iyah kak.Makanya aku telpon-telpon.Kalau ngasih taunya lewat chat ga seru.Makanya aku nge'chat nya cuman manggil kakak doang."


"Yaampun.Maaf yah kak.Hp aku lowbat tadi.Pas dicas malah ketiduran aku. Ini barusan kebangun kak."


"Hadeh....kamu itu yah.Tapi syukurlah dek.Kakak senang bangat."


"Kasian bangat kakak aku kecapean kerjanya.


Kakak makan aja dulu kalau gitu.Ntar kakak sakit loh."


"Tengah malam gini kamu suruh kakak makan?Ntar malah buncit ah,gendut."


"Gapapa kak.Daripada sakit?Lagian gendut itu imut."


"Hahaha...Ga deh.Besok aja kakak makannya."


"Iihhhh...kakak ahh..Makan sekarang kaaaaa.Dikiiittt aja!"


"Huhhffttt...iya deh adek bawel.Kakak makan sekarang."


"Jangan iya-iya aja."


"Hah?"


"Lakuin!"


"Ohhh...Udah ngatur-ngatur sekarang yah?"


"Hahaha...Engga loh kak.Cuman perhatian aja."Marcel tertawa.


"Heleh...Mentang-mentang udah lebih tinggi dari kakak kamu yah!"

__ADS_1


"Hahaha...Engga loh kak.Kakak ihhh...ngajak berantam ini kayaknya!"


"Kamu tuh ngajak berantam."


"Yauda iya kakak.Kakak makan yah! Marcel salah.Marcel minta maaf kakak cantik."


"Hahaha...tau ah.Iya kakak makan sekarang."


"Ga percaya Marcel.Vc coba.Mau liat kakak langsung lagi makan."


"Nih anak makin kesini makin ke sana yah?"


"Tuh kann..ga berani."


"Siapa takut.Tuh alihin ke Video Call."


"Kakak abis nangis?"Tanya Marcel ketika sudah mulai video call dengan Vivi.


"Engga ah!"


"Itu matanya sembab!"


"huhhfftt...iya.Soalnya khawatir bangat tadi sama kamu."


"Ututu....si paling khawatir."


"Nih yah,aku mau ke dapur mau ambil makan".Vivi menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju dapur.Mengambil piring dan menaruh sedikit nasi di piringnya.


"Dikit bangat itu,kak!"


"Lah,,,kata kamu tadi dikit aja gapapa."


"Tambah dikit lagi."


"Udah cukup ah."


"Dikit lagi loh,kak!"


"Hadeh...iya iya bawel.Aku tambahin banyak.Puas lu!"


"Hahaha..iyah puas bangat.Diabisin loh.Mubazir buang-buang makanan."


"Iyah de.Kamu diam dulu.Aku mau berdoa".


Marcel cengengesan.Vivi dan Marcel lanjut video call sambil makan.


"Makannya belepotan ih.Kayak anak kecil aja."


"Mana ada!"


"Itu,di dagunya!"


Vivi melihat ke kamera.Ada bekas sambel di dagunya.Lalu ia mengelap dengan telapak tangannya.


"Kak...Lap nya jangan pake tangan dong.Itu kan ada tisu.ngambil tisu doang males bangat."


"Ih..Marcel.Bawel bangat kayak emak-emak arisan."


"Hahah...Lagian kakak sembrono bangat."


"Iyah iyah.Marcel doang yang rapi,Marcel yang teratur,Marcel yang rajin,Marcel yang ganteng,Marcel yang segalanya."


"Hahaha...Memang!"

__ADS_1


__ADS_2