Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Siap melabrak


__ADS_3

"Katanya setiap orang punya keistimewaan masing-masing.Tapi perasaan,aku ga ada spesialnya deh."


Vivi membaca postingan di story WA nya,itu adalah postingan dari andika.Ingin rasanya Vivi membalas story itu mengatakan bahwa baginya Andika sangat spesial sehingga setiap kali melihatnya jantung Vivi selalu berdetak tak karuan.


Vivi mencoba membalas story Andika.


"Engga kok." Balasnya,namun langsung dihapus sebelum terkirim.Ia takut Andika tidak membalasnya atau bahkan tidak mau membuka balasan story nya.Itu akan membuat hati Vivi sakit ditambah lagi malu pada Andika dan pada dirinya sendiri.


"Kataku spesial." Ketiknya lagi.Dengan ragu-ragu ia menekan tombol send dengan menutup matanya.Ia langsung meletakkan hp nya di meja depan dan masuk ke kamar berlari sekencang mungkin.Takut kalau-kalau Andika tidak menghiraukan chat darinya.


5 menit mengurung diri di kamar,ia keluar dengan mengendap seperti sedang mengintai pencuri di rumahnya.Ia melirik hp nya dan duduk perlahan di kursi.Diambilnya hp dan dilihatnya ada satu notifikasi whatsApp di hp nya.


Vivi membukanya dan ternyata itu adalah balasan dari Andika si cowok dingin kayak kulkas sepuluh pintu.


"Spesial Apanya?" Balasnya.


"*Ya gitu deh.Seneng aja liatnya walaupun dingin bangat kayak kulkas sepuluh pintu."


"Kaburrrrr." Balas Vivi lagi dan langsung berlari meninggalkan handphone* nya ke kamar.


Kembali 5 menit kemudian ia datang ke meja untuk mengambil hp nya.Dilihatnya ada satu balasan dari Andika.Dibukanya chat itu.


"Apa iya?Perasaan ga sedingin itu."


Vivi langsung membalas lagi,namun kali ini ia tidak kabur.Ia berencana untuk membalas cepat mulai sekarang.


"Kataku sih gitu mas." Balasnya.Centang dua langsung berubah jadi berwarna biru.Vivi sangat deg-degan menunggu jawaban dari Andika.


1 menit,5 menit,30 menit berlalu namun balasan darinya tak kunjung datang.Vivi yang sudah ngantuk akhirnya masuk ke kamar dan langsung tertidur pulas.


...****************...


Mata Vivi terbuka,dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 05:30.Ia langsung duduk dan menguap.Lalu diambilnya hp nya,dan sangat kecewa ketika melihat tidak ada balasan dari Andika.Ia melemparkan Hp nya ke bantalnya.Vivi beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi.


Setelah mandi,baru ia merapikan tempat tidurnya.Ia duduk di sudut tempat tidurnya sambil bersandar.Diambilnya hpnya dan dibacanya kembali chat nya dengan Andika tadi malam.


"Aku salah.Aku pikir kamu itu cowo dingin,ternyata engga.Kamu itu bukan cowo dingin tapi cowo sombong.Ternyata dingin dan sombong itu beda tipis.Mulai hari ini kamu bukan crush ku lagi.Mulai sekarang aku ga akan menyukaimu dan ga akan mengagumi mu lagi.Aku menyerah.Tapi gapapa sih,ini bukan salah kamu.Kalau emang kamu gasuka sama aku kan ga bisa dipaksa buat suka.Tapi andai kamu tau aku udah suka sama kamu sejak pertama kali liat kamu.Aku pastiin kamu ga akan nemu cewe yang sebaik dan setulus aku.Aku Adalah aku,Limited edition." Katanya kecewa sambil memandangi chat mereka.


...****************...

__ADS_1


"Hai Vi."


"Eh ibu.Ada apa bu?"Vivi langsung menghampiri bu Asmi yang berdiri di teras rumah Vivi.


"Gapapa nak.Cuman mau numpang duduk aja disini.Bosen bangat ibu di rumah."


"Oh gitu bu.Kalau gitu Vivi temenin ibu ngobrol biar ibu ga kesepian."


"Gausah nak.Kalau kamu ada kerjaan di rumah lanjut aja.Ibu ga mau gangguin kamu."


"Ga ganggu kok,bu.Kerjaan di rumah juga udah beres,Jadi udah bisa santai."


"Oh gitu nak."


"Oh yah gimana nih soal Andika?"Kata ibu menatap Vivi tersenyum seolah menggoda.Wajah Vivi berubah jadi manyun.


"Andika kenapa,bu?"Katanya pura-pura tidak tau.


"udah jadi deket belom?Atau mau ibu comblangin?"


"Gausah bu.Aku gasuka juga sama dia."


"Heleh...bisa aja boong nya.Dari tatapan kamu aja setiap ngeliat dia udah keliatan bangat loh."


"Masa sih bu?"


"Iyah.Keliatan bangat kok.Jujur aja deh sama ibu.Kayak sama siapa aja pake acara rahasia-rahasiaan segala".


"Tapi bener bu.Vivi udah ga mau lagi sama dia,Vivi udah gasuka lagi sama dia."


"Kok gitu?Deket aja belom udah langsung nyerah aja."


"Aku udah berusaha ngedeketin dia,tapi kayaknya dia gasuka sama Vivi.Selama ini aku pikir dia itu cowo dingin,pendiam eh ternyata dia itu cowo sombong."


"Sombong gimana?"


"Udalah bu.Aku udah ga mau bahas tentang dia.Nyesek aku."


"Hahaha...dasar anak muda yah?Kalo lagi jatuh cinta pasti suka ngambek-ngambekan.Padahal aslinya sayang bangat dan pengen diperhatiin lebih."

__ADS_1


"Apasih bu?Siapa juga yang lagi jatuh cinta dan ngambek-ngambekan!"Kata Vivi manja.


"Oh iya,Aku buatin minum buat ibu yah!"


"Boleh boleh kalo maksa."


"Hahahah...ada-ada aja deh ibu."


Vivi masuk ke rumah untuk membuatkan teh untuk bu Asmi.


...****************...


"Permisi,galon."Terdengar suara di depan rumah bu Asmi.Itu adalah Andika dan bocah yang suka bikin Vivi kesal.


"Wah..Galon ibu datang.Ibu pulang dulu yah?Udah lama juga ngobrolnya.Kelamaan juga nanti Vivi jadi bosen."


"Ibuuuu...Mana ada Vivi bosen ngobrol sama ibu."


"Hehehe..Yauda ibu ke rumah dulu yah?"


"Iyah bu."


Setelah memberikan galon dan kupon pada bu Asmi,kedua nya pun naik ke motor dan meninggalkan rumah bu Asmi,Vivi hanya duduk seolah tidak melihat mereka disana.Ia malu pada Andika sekaligus sangat kesal.


Di depan Vivi motor mereka melaju lambat.


"Dasar tepos!"Suara bocah itu terdengar lagi di telinga Vivi.Vivi menatap mereka dengan tatapan tajam.Lalu motor mereka langsung melaju kencang.


"Bused...Dia bilang apa tadi?Tepos?".Vivi melongo dan memperhatikan tubuhnya ke bawah.


"Parah bangat itu anak kecil.Awas aja yah kalo dapat nanti,aku hajar kamu.Berani-beraninya anak kecil ngatain gitu ke aku.Pasti itu suruhan Andika bajingan itu.Dasar cowo gajelas,cowo sombong,cowo aneh,dasar batu."Katanya kesal.


Vivipun masuk ke rumah dan mencoba menelpon Andika.Dia sudah tidak sungkan karena kali ini benar-benar ia sudah sangat emosi.Namun,Andika tidak menjawab telpon darinya.


Vivi mengambil topi dan keluar.Kali ini kesabarannya sudah habis menghadapi bocah ga sopan itu.Ia berjalan menuju kios Andika.Setibanya disana,ia disambut oleh ibu Andika.


"Ada apa nak?"


"Andika sama adeknya ada,bu?"

__ADS_1


"Oh mereka lagi ngantarin galon.baru aja pergi.Kenapa emang?"


"Oh gitu bu.Gapapa kok bu.Nanti aja aku kesini lagi."Kata Vivi lembut.Emosinya yang sudah menyala siap menyambar Andika dan bocah itu perlahan padam.Suara lembut ibu Andika meluluhkan hatinya.Bagaimana dia bisa mengamuk di depan ibu Andika.Vivi akhirnya pulang.


__ADS_2