Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Zeky Nembak Vivi


__ADS_3

Mulai pukul 4 sore tadi,Vivi sudah menutup tokonya.Wajahnya terlihat sangat ceria.Ia duduk di depan cermin,bersenandung sambil tangannya sibuk merias wajahnya.Marcel sendiri hanya duduk di tempat tidur Vivi memperhatikan wajah Vivi di cermin.


"Beres!"Kata Vivi meletakkan lipstik di meja riasnya.Ia tersenyum memandangi wajahnya di cermin.Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore.


Malam ini Zeky mengajaknya dinner.Itu lah yang membuat dirinya begitu ceria hari ini.


"Gimana make up kaka menurut Marcel?"


"Bagus kak.Kakak cantik bangat!" Marcel memberikan penilaian pada hasil make up Vivi.


"And now, tinggal ganti pakaian deh."


"Iyah ka.Pasti kakak cantik bangat nanti pas udah ganti pakaian.kek gini aja udah cantik bangat.Eh..jangankan kayak gini,polos aja tanpa make up aja tetap cantik bangat."Celocos Marcel.


"Em iya iya makasih.Tapi boleh kan Marcel keluar dulu?Kakak mau ganti baju."


"Siap!" Kata Marcel menutup matanya sambil berjalan keluar.


"Matanya dibuka Marcel.Ntar nabrak tembok tau."


"Hehehe."Marcel cengengesan.


Marcel keluar dari kamar dan langsung menarik pintu kamar Vivi.Ia duduk di sofa,menonton sambil menunggu bagaimana penampilaan Vivi berikutnya.


Vivi keluar dari kamar dengan gaun biru muda polos tanpa corak,bawahnya kembang seperti rok mini loly.Gaun 5 cm di atas lutut dengan high hells berwarna hitam.


Marcel memperhatikannya dari ujung rambut sampai dengan sepatu.


"Wow!!! Kakak cantik bangat.Kayak anime."


"Hah?Anime?"


"Hihihi...iya.Pasti kak Zeky suka bangat nanti liat kakak dan ga berenti ngeliatin kakak."


"Ih apaan sih.Sok tau kamu Marcel."


"Liat aja nanti.Aku udah ramal itu."


"Heleh."Vivi duduk di samping Marcel sambil menunggu Zeky menjemputnya.


Baru duduk dua menit,sudah terdengar suara ketukan pintu.


"Kak Zeky!"Kata Marcel dan Vivi bersamaan.


Vivi berjalan menuju cermin,merapikan kembali rambut dan bedaknya yang memang masih rapi.


"Okay.Harus bersikap biasa aja.Ga bisa gugup.huhhfftt.."


Vivi membuka pintu depan.


"Hai cantik!"


"Halo kak Zeky."


"Ya ampun.Kamu cantik bangat Vi."Zeky memandangi Vivi tanpa berkedip.


"Kak."


"Eum?"


"Kok liatin aku kayak gitu?"Tanya Vivi salting dengan tatapan Zeky.


"Kamu cantiiiikkk bangat.Kalau aja ada kata yang lebih dari cantik bangat,udah aku ucapin sama kamu."


"Kakak bisa aja."Vivi tersipu.


"Kamu siap Vi?"


"Iyah kak."


"Marcel!"Seru Vivi.Marcel langsung berlari menghampiri Vivi dan Zeky di depan.

__ADS_1


"Iyah ka?"


"Kakak tinggal bentar yah?Kamu jangan ke mana-mana loh.Nanti kakak khawatir.Nonton aja di rumah,kalau udah ngantuk langsung bobo.Ga usah nungguin kakak."Pesan Vivi pada Marcel.


"Iyah ka.Marcel ga ke mana-mana kok."


"Janji yah?"


"Iyah kak.Marcel janji."


"Kalau gitu kakak pergi dulu yah?"


"Iyah kak.Jangan lupa bawa oleh-oleh."


"Hahaha...iya."Zeky dan Vivi tertawa.


"Dah Super Hero!" Kata Zeky mengelus rambut Marcel.


"Dadah Kak Zeky.Hati-hati yah kalian.Ka Zeky ga boleh nyakitin kak Vivi."


"Hahah..Siap bos.Ya kali nyakitin malaikat cantik."Zeky tersenyum menatap Vivi.Vivi tersenyum menunduk.


...****************...


Zeky dan Vivi duduk di meja yang sudah direservasi Zeky.Duduk saling berhadapan membuat Vivi tidak bisa duduk tenang.Ia sangat gelisah.Sesekali merapikan rambutnya,menengok ponselnya,melirik jam tangannya,dan menengok sesuatu ntah apa di dalam tas nya.Sementara Zeky yang sedari tadi tidak bisa memalingkan pandangannya dari Vivi hanya tersenyum melihat tingkah Vivi yang sedang salah tingkah.


Tak lama kemudian pelayan mengantarkan makanan ke meja mereka.


"Ini pesanannya Mas dan Mbak.Selamat menikmati."


"Makasih mba."Kata Vivi gugup.Sementara Zeky masih terus memandanginya.


"Ka!"Katanya dengan suara tertahan.


"hem?"


"Kakak ngapain sih ngeliatin aku mulu dari tadi."


"Pengen liatin kamu aja.Ga mau liat yang lain."


"Hahaha...Kenapa harus malu?"


"Aku paling gabisa kalo ditatap sama cowo lebih dari 10 detik."


"Eh segitunya,hahaha."Zeky tertawa.


"Kita makan aja dulu.Laper."


"Vivi laper.Ya ampun maaf yah.Yauda kita makan.Silakan dimakan yah cantik."


"Makasih kak."


...****************...


Sehabis makan,Vivi langsung meminta Zeky mengantarnya pulang.Bagaimana tidak?Ia benar-benar tidak sanggup menahan tatapan Zeky terus-terusan memandangnya.


"Kalau gitu kita pulang aja sekarang yah,ka!"


"Kok pulang sih.Baru juga selesai makan."


"Kasian Marcel sendirian di rumah malam-malam gini."Kata vivi berdalih.


"Halah...tenang aja.Marcel aja gapapa kok bilangnya tadi.Namanya juga super hero."


Vivi akhirnya menyerah.Sepertinya alasan ini tidak dapat membuat ia bebas dari pandangan Zeky.


"ehem."


"Vi."


"Iyah ka?"

__ADS_1


"Vivi beneran ga punya pacar?"


"Ehhmm...Iyah ka."Kata Vivi malu.Jantungnya deg-degan.Pikirannya mengatakan bahwa malam ini Zeky bakal menembak dia.


" Vivi,Kamu mau ga jadi pacar aku?"


"Hah?Kan bener?"Bisik Vivi kaget.


"Ngomong apa?"Sahut Zeky yang tidak jelas mendengar omongan Vivi barusan.


"Gapapa kak.


Kakak kok ngomong gitu ke aku?


Kan kakak udah punya cewe idaman.Yang cantik,baik,orang kaya,sempurna."


"Hehehe...Iya memang."


"Kakak kenapa sih?Trus kenapa malah nembak aku barusan?Kakak mau mainin aku?Mentang-mentang kakak ganteng seenaknya aja mainin perasaan cewe?Mentang-mentang aku cinta sama kakak jadi kakak seenaknya..."Suara Vivi semakin pelan dan menghentikan omongannya.


"Vivi cinta sama aku?"Zeky menaikkan alisnya menatap Vivi.


"Lupain.Aku tadi cum..."


"Kakak juga cinta sama Vivi."


"Kak,tolong yah gausa mainin aku kayak gini."


"Mainin gimana sih,Vi?"


"Kakak ngaku ke aku suka sama si cewe sempurna itu.Sekarang kakak malah bilang cinta ke aku."


"Yah karena cewe yang kakak maksud itu kamu,Vi."


Vivi terdiam tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Aku jauh dari kata sempurna."


"Di mata aku kamu wanita paling sempurna.Sekarang kamu jawab yah,Kamu mau ga jadi pacar aku?"Kata Zeky penuh harap.


Vivi masih terdiam tidak bisa menjawab.Jantungnya berdetak tak karuan.Senyum di bibir Zeky perlahan hilang.Ia sudah bisa tebak jawaban Vivi.


"Aku gabisa kak."Jawab Vivi menunduk.


"ehm...Iya gapapa kok.hem".Zeky tersenyum palsu.


"Aku gabisa nolak kakak."Lanjut Vivi lagi.Mata Zeky terbelalak ketika mendengar Vivi mengatakan itu.


"Apa Vi?Coba ulangin.Kayaknya kakak salah denger."


"Aku gabisa nolak kakak."Kata Vivi tersenyum.


"Berarti kamu nerima kakak?"Tanya Zeky kegirangan.Ia berdiri dari tempat duduknya dengan kedua tangan bertumpu di meja.


"Iyah ka."


"Serius?Kita sekarang pacaran?"


"He'em."


"Ahhh...Lega bangat rasanya.Bahagia bangat aku malam ini Vi."Zeky kembali duduk.


"Aku juga,kak."


"Iyah sayang."Sahut Zeky.yang membuat Vivi tersipu.


"Udah bisa manggil Sayang belom?"


"Hahaha..Apaan sih,ka."


"Serius loh aku nanya.Siapa tau kamu ga mau."

__ADS_1


"Boleh."


"Makasih sayang."Zeky menggenggam tangan Vivi.


__ADS_2