
Dengan keringat bercucuran di sekujur tubuhnya,Vivi masih terus melanjutkan berlari mengitari taman.Minggu pagi ini,taman lebih ramai dari biasanya.Tanpa memperhatikan kesana kemari,Vivi hanya pokus pada jalan yang ia tempuh sambil sesekali mengelap keringat di wajah dan lehernya dengan handuk kecilnya.
Banyak suara-suara yang memanggilinya dari tadi tapi Vivi tak menghiraukan.Itu seperti suara pria-pria mata keranjang.
Tubuhnya yang ramping,dan kulit yang putih bersih memang menarik perhatian banyak orang disana.
"Serius bangat lari paginya!"Tiba-tiba seseorang sudah berada di sampingnya mengikutinya berlari kecil.Vivi menoleh tanpa menghentikan langkahnya.Dilihatnya sesorang pria berperawakan tinggi,berkulit putih dan tampan.
"iya."Jawab Vivi singkat dengan senyumannya.
"Sendiri aja nih?"
"Seperti yang kamu lihat."
"Em..Sama dong.Boleh ga kalau aku gabung ke kamu?"
"Terserah kamu."
Keduanya pun berlari bersama hingga beberapa putaran tanpa berbicara lagi.Langkah Vivi semakin melambat dengan suara napas yang berat.Wajahnya juga sudah terlihat pucat dengan keringat mengguyur tubuhnya.
"Kalau udah cape jangan dilanjut,istirahat dulu.Olahraga tuh biar sehat.Tapi kalau olahraganya kecapean bahaya juga." Kata pria tampan itu sambil terus mengikuti langkah Vivi.Vivipun menghentikan langkahnya begitupun dengan pria itu.
"Jangan terlalu dipaksain."Lanjutnya lagi.
"Huh..hah..huh..."Vivi ngos-ngosan dengan kedua tangannya bertumpu pada lututnya.
"Duduk dulu yuk."
"Iyah,boleh."Kata Vivi menurut.Keduanya lalu duduk di kursi taman.Mengelap keringat masing-masing.
"Segitunya bangat tadi kamu lari,sampai ngos-ngosan gini."
"hihihi...iyah.Tadinya aku punya target lari leliling sampai 20 putaran.Eh..rupanya masih 14 putaran udah ga sanggup lagi."Katanya dengan napas masih ngos-ngosan.
"Ya ampun.Lain kali gausah bikin target gitu.kasihan kamunya.Kecapean bisa bikin cepet meninggal loh."
"Oh yah?"Vivi menatapnya dengan mata bulat,kurang percaya tapi juga ada rasa takut.
"iya loh.Makanya lain kali ga boleh kecapean gitu.sampai mau pingsan gitu."
"Hihihi...Iyah deh."Jawab Vivi malu.
"Kamu ga minum?"
"Em...ini mau beli minum."
"Yauda sekalian biar aku aja yang beli.Kamu tunggu disini aja.Kan masih capek."
"Malah ngerepotin."
"Ga kok.Kan sekalian juga aku mau beli minum.Lagian kalau pun aku ga mau beli minum,aku bakal beliin khusus buat kamu."
"Hahaha..Bisa aja."Wajah Vivi memerah.
"Aku tinggal bentar yah! Jangan kemana-mana,nanti aku kecarian!"
"hah?"Kata vivi tersenyum.
"Ini uangnya!"
"Gausah,pakai uang aku aja."
"Aku ga mau.Kita kan belom kenal."
"Nanti kita kenalan.Sekarang kita harus minum dulu."
"Yauda ini uang buat minum aku."
"Gausa,aku baru gajian!"Katanya sambil berlari kecil meninggalkan Vivi.
...****************...
"Ini minumnya! Kamu nunggu lama yah?"
"Makasih.Ga kok.Kamu ga lama."
"Iyah.Em..Mau aku bukain."
"Gausah,aku bisa sendiri.Makasih yah!"Vivi mencoba membuka tutup botol minumnya namun kesulitan karena tubuhnya yang lemas akibat kelelahan tadi saat berlari mengelilingi taman.
"Yakin bisa?"
"Tangan aku lemas bangat,kayak ga berdaya gitu."
"Iyalah.Orang tadi kamu udah hampir pingsan kecapean."
"Minta tolong!" Kata Vivi ragu-ragu sehingga terlihat menggemaskan sambil menyodorkan botol minumnya pada pria itu.Pria itu menatapnya tersenyum melihat wajah Vivi yang menggemaskan itu.Lalu membukakan botol minum tersebut.Vivi menghabiskan air minum 600 ml dengan cepat tanpa berselang waktu.
"Kehausan bangat yah?"
"Gitu deh."Katanya lega.
"Masih mau?"
"Udah cukup.Nanti malah kembung."
"Hahaha..Iya sih.
Oh iya,kita belum kenalan.Aku zeky."Katanya mengulurkan tangannya.
"Aku Vivi."Menjabat tangan Zeky.
"Kamu tinggal dimana Vivi?"
"Aku tinggal di jalan Hazairin."
"Oh iya iya.Deket dong yah kesini nya?"
"Lumayan lah."Vivi salah tingkah dengan tatapan mata indah Zeky.
"Kenapa?"Zeky mengerutkan keningnya.
"Gapapa kok."
__ADS_1
"Oh yah?Umur berapa sih kamu?Nanti sok-sok manggil nama ternyata tuaan kamu."
"Muka aku tua yah?"
"Engga sih.Kamu keliatan masih muda bangat,cantik,lucu imut,ngegemesin."
"Kamu bisa aja,aku malu."
"Kok malu sih.Aku serius loh."
"Makasih.Tapi itu sempurna bangat.Aku ga sesempurna itu."
"Kataku iyah.Kamu sempurna."
Vivi menunduk malu bercampur bahagia dipuji oleh pria tampan seperti Zeky.
"Jadi umur berapa?"
"Aku 21 tahun."
"Ohh..Aku udah 24 tahun."
"Udah dewasa bangat dong."Kata vivi.
"Udah nih.Tinggal nyari calon pendamping hidupnya aja yang belom."
"Hihihi."Vivi tertawa malu-malu.
"Kamu masih kuliah?"
"Engga Kak.Aku ga kuliah."
"Berarti kerja dong?"
"Ga tau.Dibilang kerja engga,tapi kerja."
"Eh,maksudnya apa? Hahaha".Zeky tertawa.
"Ya gitu.Yauda sebut aja kerja."
"Vivi,Kamu lucu bangat tau ga?"
"Masa sih ka?"
"Iyah,bikin gemes.Jadi kamu kerja dimana?"
"Aku kerja diiiiiiii"
"Diiii?"
"Rumah"
"sakit?"
"Bukan.Di rumah aku."
"Eh..gimana itu?" Reza tertawa lagi.
"Aku buka usaha kosmetik kecil-kecilan di rumah.Ya toko sekalian rumah lah."
"Hahaha..ga tau juga."
"Pengusaha dong."
"Kalau kakak sendiri gimana?"
"Saya kerja di Polres".
"Wah polisi?"
"kang parkir."
"Oh yah?"
"Hahaha..."Zeky tertawa lucu dengan kepolosan Vivi.
"Kirain tadi polisi.Soalnya body kakak memang bagus bangat.Aku suka."
"Kamu suka?"
"Eh..."Vivi gugup.
"Hahaha...iyah kakak polisi."
"Wah..keren bangat ka."
"Masa sih?"
"iya,keren!"
"Kamu suka?"
"hihihi...ga tau!"
"ka,kita ngobrol lain kali aja yah?Aku sekarang harus pulang."
"Yah cepet bangat.Baru aja ngobrol bentar."
"Aku ada urusan soalnya."
"Yauda deh.Em..Kamu bilang lain kali kita ngobrol?"
"he'em"
"Berarti aku boleh datang ke rumah kamu?"
"Iyah,boleh datang belanja."
"Hahahah...Harus belanja yah?Kalau buat ngapelin kamu gabisa?"Zeky menatapnya dalam-dalam.
"Ih kakak."Vivi tersipu.
"Hahah..canda..canda...
__ADS_1
yaudah,lain waktu aku kesana buat belanja."
"Hihihi...ditunggu kak.Kalo gitu aku duluan yah ka?"Vivi beranjak dari kursi.Tiba-tiba ia hampir terjatuh.Zeky langsung menopangnya.
"Kamu kenapa?"
"Aduhh...badan aku lemes bangat ka.Kaki aku juga kayak ga berdaya gitu."
"Waduhh...parah ini.Tadi kamu terlalu maksain diri biar apa?"
Vivi duduk kembali di kursi,terdiam dengan wajah manyun.
"Kalo kek gini kamu ga bisa jalan lagi pulangnya.Gimana yah?Aku juga kesini tadi lari,ga bawa motor."
"Yaudalah ka.Ntar juga baikan.Aku tunggu aja bentar lagi."
"Katanya ada urusan."
"hem."Vivi tersenyum terpaksa.Sebenarnya ia juga tidak ada urusan apa-apa setelah ini.Ia hanya ingin menghindar dari Zeky.Karena tidak sanggup berlama-lama mengobrol dengan Zeky.Tatapan Zeky selalu membuatnya hampir melayang.
"Aku naik angkot aja."
"Yauda ayo!" Zeky jongkok membelakangi Vivi memberi kode agar Vivi naik ke punggungnya.
"Kakak ngapain?"
"Ayo naik.Katanya mau pulang naik angkot.Biar aku anter sampai gerbang taman."
"Gausah ka.Aku ga enak sama kakak.Jangan terlalu baik sama aku,kita baru kenal."
"Ngomong apa sih.Ayo!"
"Yauda deh,maaf yah ka."Katanya dengan perlahan naik ke punggung Zeky.
"Aku berat,pasti kakak kecapean nanti."
"Gak lah.Jangankan Gendong kamu ke gerbang.gendong sampai ke rumah juga bisa.Mau?"
"Aaaa ga mau."
"Kenapa?"
"Malu ka."
"Kenapa malu?"
"Kayak anak kecil."
"Kan emang kecil."Katanya meledek Vivi yang tinggi badannya hanya 155 cm.Vivi memang terlihat pendek untuk Zeky yang tinggi badannya 180 cm.
"Kakak...."Vivi memukul bahu Zeky pelan dan tiba-tiba menghentikan tindakannya.
"Eum maaf ka."
"Hahaha..Gapapa.Namanya juga masih kecil."
"Kakak...Aku udah dewasa."
"Emm..udah dewasa?"
"Udah!" Vivi manyun melepaskan pegangannya dari Zeky.
"Ngambek nih?"
"Engga!"
"Iya,Vivi tinggi."Zeky mengalah.
"Engga,pendek." Vivi cemberut.
"pegangan loh,ntar jatuh nangis."Zeky masih menggoda Vivi yang sudah ngambek.Vivipun kembali memegang Zeky.Sesampainya di gerbang Zeky menghentikan langkahnya.
"Yaudah turunin!" Kata Vivi ga sabaran karena malu juga dilihat orang-orang.
"Ssttt...Angkot belum datang.Ntar aja turunnya.Kan kaki kamu lagi lemes." Vivipun menurut.Tak berapa lama angkutan pun datang dan berhenti di depan mereka.
Vivi masuk dan duduk,Reza pun menyusul duduk di samping Vivi.
"Loh..Mau kemana?"
"Udah...liat aja jalannya.Ntar rumah kamu kelewatan lagi."
Vivi terdiam kebingungan.
...****************...
Sampai di depan rumah Vivi,Vivi minta berhenti.Zeky langsung turun dan menawarkan punggungnya lagi pada Vivi.
"Kakak?"
"Cepet naik.Sopir angkotnya buru-buru.
Vivipun naik ke punggungnya lagi.Turun sebentar untuk membuka gerbang lalu naik lagi ke punggung Zeky.Setelah sampai di teras,Vivi langsung duduk di kursi teras.
"Makasih banyak yah ka?Kakak baik bangat sama aku,padahal kita baru kenal."
"Iyah sama-sama.Kalau gitu aku pamit yah?"
"Pamit?"
"Iya.Soalnya ga ditawarin duduk."
"Ya ampun maaf yah kak.Aku sampai lupa.Duduk dulu ka!"
"Aku langsung pulang aja."
"Kak.Aku minta maaf.Kakak marah yah?"
"Engga loh.Kamu rawat tuh kaki kamu.Kakak emang harus pulang sekarang.Yang penting aku udah tau alamat kamu,jadi kalau mau belanja udah tau."
"Kakak bisa aja."
"Yauda,kakak pulang dulu yah! Dah Vivi!"
__ADS_1
"Dah ka!"