Dinikahi Berondong Tampan

Dinikahi Berondong Tampan
Ketemu orang tua Zeky


__ADS_3

Cahaya matahari pagi itu menembus jendela kaca kamar Vivi.Vivi bangun dan membuka gorden dan jendelanya.Dilihatnya keluar rumah,banyak orang yang lalu-lalang.Mulai dari anak sekolahan,orang dewasa yang mau bekerja,serta penjual keliling.


Lagi-lagi air matanya menetes di pipinya mengingat sang kekasih sudah berpulang ke rumah yang Maha Kuasa.Belum bisa ia terima kenyataan pahit ini.


Mimpinya bersama Zeky yang akan menikah setelah pulang dari Bandung sekarang kandas.Tak pernah ia bayangkan bahwa Zeky akan meninggalkannya secepat ini.


"Semua yang aku sayangi pergi ninggalin aku.Aku benci kehidupan ini."Katanya dengan tatapan kosong keluar jendela.


"Apa aku tidak ditakdirkan untuk bahagia?Semua kebahagiaanku selalu diambil.Mama,bu Asmi,dan sekarang Zeky.Kehidupan macam apa ini.Sekarang duniaku redup.Tidak berwarna sama sekali."


"Kakak!"Marcel memasuki kamar Vivi.


"Marcel.Kamu kok belum siap-siap sih?Ntar kamu telat sekolah loh."


"Iyah ka.Marcel izin hari ini ga masuk sekolah."


"Kenapa de?kamu lagi sakit?"


"Engga ka.Cuman masih sedih aja atas kepergian kak Zeky kemarin.Aku juga mau nemanin kakak dulu di rumah.Takutnya kalau kakak ditinggal sendiri malah kesepian dan nangis terus."


Vivi menatap Marcel,lalu memeluknya.


"Marcel!"Katanya lembut dengan suara gemetaran.


"Iyah kak."


"Orang yang sangat kakak sayangi dan yang sayang sama kakak selalu aja pergi ninggalin kakak.Kakak ga tau harus gimana sekarang ngejalanin hidup kakak."


"Ka,Marcel sayang bangat sama kakak.Kakak jangan sedih lagi yah?"


"Janji sama kakak kalau kamu ga akan ninggalin kakak sama kayak mereka."


"Aku janji kak."


"Hum..."Vivi melepaskan Marcel dari pelukannya.Ia duduk di tempat tidur.Marcel hanya memandanginya.


"Percuma.Sekarang aku tidak percaya janji.Aku benci ketika seseorang berjanji padaku.Karena setelah berjanji,pasti bakal ingkar janji.Sama kayak mama,bu Asmi dan Zeky."


"Kalau gitu aku ga janji sama kakak kalau aku ga akan ninggalin kakak.Aku bakal janji sama diri aku sendiri."


Kembali Vivi menangis sambil memeluk Marcel.Marcel pun membalas pelukan Vivi.


"Kakak jangan sedih lagi yah?Bukan kak Zeky yang Tuhan takdirkan untuk kakak.Oh iya,Nanti aku bakal bantu nyariin cowo yang baik buat kakak.Kakak itu cantik,baik,mandiri.Aku rasa pasti cepat buat kakak dapat pacar.Nanti biar aku minta kenalin aja sama abang teman-teman aku."


"Ga usah,Dek.Kakak lagi ga kepikiran untuk pacar-pacaran.Untuk sementara ini juga kakak mau tutup hati dulu buat cowo-cowo.Kakak ga tertarik sama sekali."

__ADS_1


"Eum...Gitu yah ka.Yaudah deh kalau itu mau kakak."Marcel tersenyum.


"Kakak sekarang ini mau pokus sama sekolah kamu aja.Sekarang kakak mau nyelesaiin tugas kakak dulu."


"Tugas?"Marcel mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Iyah.Tugas kakak nyekolahin Marcel dan terus dorong Marcel sampai sukses.Kakak mau pokus itu sekarang."


"Oh yah?Makasih yah kak.Kakak baik bangat.Aku bahagia bangat bisa kenal kakak.Bener-bener malaikat buat Marcel."


"Iya de.Kakak udah janji sama diri kakak kalau kakak bakal berusaha yang terbaik buat pendidikan kamu.Kamu juga harus janji sama diri kamu kalau kamu ga akan ngecewain kakak yah?"


"Iya ka.Semenjak aku tinggal sama kakak aku udah janji sama diri aku sendiri."


"Kakak mau masak sarapan dulu yah buat kita."Vivi berdiri.


"Ka,Sebenarnya aku udah siapin sarapan buat kita."


"Oh yah?Kok gitu?Emang Marcel bisa?"Vivi kembali duduk di samping Marcel.


"Aku buka tutorial memasak makanan rumahan kak semalaman.Trus udah langsung aku praktekin.Soalnya aku liat kakak sedih bangat jadi pengen ngelakuin sesuatu aja gitu buat kakak."


"Ya ampun.Makasih banyak yah de.Kamu perhatian bangat sama kakak."


"Em..Makan apa mandi dulu yah?"Vivi memegang dagunya sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya.


"Terserah kakak sih."


"Marcel udah mandi belom?"


"Udah kak.Tadi abis masak Marcel langsung mandi."


"Wihh...gercep bangat yah.Kamu emang bangun jam berapa tadi?"


"Aku tadi bangun jam setengah empat kak."


"Ya ampun.Itu mah kamu bangunnya kecepatan.Kurang tidurkan kamu."


"Engga kak.Sesekali gapapa."


"Nanti kamu tambahin jam bobo siangnya yah!"Kata Vivi perhatian.


"Iyah kak.Jadi kakak mau makan atau mandi dulu?"


"Mandi dulu deh kayaknya.Soalnya kemarin sore juga kakak ga mandi.Udah gerah bangat."

__ADS_1


"Iya udah kak."


"Tapi enggak deh.Kakak penasaran bangat adek aku ini masak apa?Rasanya gimana?Jadi aku mau langsung makan aja daripada penasaran terus."


"Hahaha...Kakak plin plan bangat sih."


"Let's go makan!"


"Go!"


...****************...


Setelah sarapan Vivi dan Marcel bersiap-siap untuk Ziarah ke makam Zeky.Hari ini dan seterusnya Vivi berencana untuk tidak buka toko dulu sampai keadaannya membaik.


Sampai di makam Zeky,ternyata sudah ada mama dan papa Zeky juga disana.Marcel dan Vivi menyalim keduanya.


"Ya ampun nak."Mama Zeky menangis.Wajahnya terlihat pucat dengan penampilan acak-acakan.Ia memeluk Vivi sambil menangis.


"Jadi kamu pacarnya almarhum Zeky?"


"Iyah tante."Vivi membalas pelukan itu dan ikut menagis.


"Sayangnya,Zeky nya udah pergi yah bahkan sebelum ngenalin kamu sama tante.Sebelum berangkat ke Bandung Zeky memang bilang kalau dia bakal ngenalin pacarnya sama tante dan akan segera menikah setelah pulang dari Bandung."Jelas mama Zeky.Sementara papanya hanya mengelus-elus bahu mamanya.


Vivi menangis semakin menjadi-jadi mendengar mama Zeky bercerita.Mulutnya seakan tak sanggup terbuka untuk mengucapkan sepatah katapun.


"Kamu Vivi Lestari?"Tanya mama Zeky melepaskan pelukannya sambil menatap Vivi.


"Iyah Tante,aku Vivi Lestari."


"Cantik bangat kamu nak.Tante juga yakin kamu wanita yang baik.Menantu idaman ibu-ibu."Kata mama Zeky tersenyum.


"Engga tante.Ga sebaik yang tante pikirkan."


"Tante yakin kamu wanita baik.Zeky udah cerita semua tentang kamu.Cuman ga pernah mau nunjukin poto kamu sama tante biar makin surprise gitu kalo nanti dia bawa kamu ke rumah dan ngenalin sama om dan tante.Setiap hari dia selalu bercerita tentang kamu,atau hanya sekedar menyebut nama kamu."


"Oh yah?"Vivi terharu.Tidak menyangka sebesar itu cinta Zeky padanya dan sebangga itu Zeky memilikinya.Ingin sekali rasanya ia memeluk Zeky saat itu juga.Vivi tersungkur dan memeluk makam Zeky.Mama Zeky memeluk Vivi.


"Kamu yang sabar yah,nak.Kamu orang baik akan dipertemukan juga dengan orang baik."


"Iyah tante.Tante dan om juga yang kuat yah.Jangan larut dalam kesedihan terus."


"Iyah,nak.Makasih.Kalau gitu gimana kalau kita ke rumah tante dulu.Tante mau ngobrol sama kamu.Itung-itung biar ga terlalu sepi gitu tante sama om di rumah.Yah...walaupun Zeky udah ga ada tapi tante pengen aja bisa akrab sama kamu.


"Iyah tan,boleh."

__ADS_1


__ADS_2