
Sudah dua hari suasana di Toko Vivi begitu sepi seperti saat hari pertama dia membuka tokonya.Orang-orang lalu-lalang dari depan toko,namun sama sekali tidak melirik ke arah tokonya.Vivi kembali khawatir juga bingung kenapa itu bisa terjadi lagi.Jam sudah menunjukkan pukul 12:00 tapi belum ada satu orang pun yang datang membeli.Padahal sudah seminggu lebih tokonya lumayan banyak dikunjungi orang.
Ia menarik gerbang toko dan langsung berjalan menuju rumah bu Asmi.Dilihatnya bu Asmi duduk di kursi teras rumahnya sambil merajut pakaian.
"Lagi apa,bu?"
"Eh,Vivi.Ini ibu lagi merajut."
"Wahh...bagus juga bu.Ini udah hampir selesai yah bu?"
"Iyah,hampir selesai.Tadinya ini ibu buat untuk Vivi,mau ngasih Surprise gitu.Eh..malah udah keburu keliatan sama Vivi."
"Oh yah,bu?Buat aku?"
"Iyah.Tapi ntar yah! Ini kira-kira selesai 2 jam lagi."
"Iyaj,bu.Vivi senang bangat nih."
"Hahah...iya nak.Oh yah,tumben siang-siang kesini! Ga jualan nak?"
"Vivi lagi males bangat bu."Katanya dengan wajah manyun.
"Kok gitu?"Bu Asmi menghentikan pekerjaannya dan meletakkan di meja.Sepertinya ia serius ingin mendengarkan Vivi.
"Udah seminggu lebih Toko lumayan lah pengunjungnya bu.Dan udah dua hari terakhir ini juga toko sepi bangat.Kayak hari pertama dulu Vivi buka toko.Ga ada sama sekali yang mampir.Jangan kan mampir,dilirik aja engga."
"Oh yah?"
"Padahal Vivi melayani pembeli juga sepenuh hati,ramah.Tapi malah kayak gini."Gerutunya.Bu Asmi terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Bu?"
"Iyah?"jawabnya tersentak.
"Ibu melamun gitu."
"Engga,engga.Ibu lagi mikirin sesuatu aja."
"Ibu lagi mikirin apa?"Vivi penasaran.
"Jangan-jangan toko kamu itu kena sihir."
"Hah?Kena sihir?Maksudnya?"Vivi benar-benar tidak mengerti dengan perkataan bu Asmi.
"Iyah,mungkin ada yang naruh jin kiriman disana."
"Hah?Masa sih bu?"
"Iyah,nak.Setau ibu sih gitu.Kalau tempat jualan yang awalnya ramai tiba-tiba sepi bahkan ga ada pembeli biasanya kena sihir atau ada jin kiriman disana."
"Emang masih ada zaman sekarang yang kek gituan bu?"
"Ada nak.Biasanya pelakunya itu sirik atau gasuka sama kita."
"Jahat bangat yah?Emang aku ada salah apa sama orang disini?Kayaknya Vivi gada bikin masalah deh,bu."
"Ya gitulah,nak.Kadang ada aja orang yang ga suka tanpa sebab.Dan ga sedikit juga orang yang gasuka liat orang lain maju.Jadi sampai ngelakuin kecurangan gitu deh."
__ADS_1
"Iya yah,bu."
"Trus kamu tutup sekarang?"
"Cuman tutup gerbang aja,bu.Agak kesal aja gitu liat orang-orang yang cuman lewat gitu aja."
"Nah,untuk melawan hal jahat kayak gitu kamu harus terus semangat.Jangan tutup kayak gini yang ada mereka malah senang dan makin melunjak."
"Oh yah bu,akhir-akhir ini juga aku sering dengar hal-hal aneh di rumah sekitaran jam 12 malam sampai jam 3 subuh."
"Maksudnya hal aneh?"
"Ya kayak suara anak-anak lari-lari,suara langkah kaki di depan,suara pintu dibuka,pas aku liat ga ada apa-apa.Pernah juga aku dengar suara perempuan lagi nyanyi.Trus pernah juga pas buka pintu depan ada stempel tangan anak-anak."
"Wah...ga salah lagi nak.Berarti benar rumah kamu kena sihir.Kenapa ga bilang sama ibu dari kemarin-kemarin?"
"Gitulah bu.Ga kepikiran buat cerita ke ibu."
"Lain kali kalo ada apa-apa kamu bilang sama ibu yah?
Kan siapa tau ibu bisa bantu kamu."
"Trus sekarang gimana bu?"
"Ada cara sih nak buat ngilangin hal gituan."
"Apa itu bu?"
"Kalau kamu dengar suara-suara aneh itu lagi di tengah malam,kamu bangun dan samperin.Jangan takut pokoknya kamu harus beraniin diri kamu.Kalau bisa keluarin aja umpatan-umpatan."
"Oh yah?"
"Beneran sihirnya bisa hilang ntar bu?"
"Kalau kamu rutin ngelakuin,pasti nak.Pasti sihirnya bakal hilang.Dan pastinya harus terus berdoa untuk kebaikan kamu dan toko kamu."
"Iya bu.Makasih yah bu.Ibu selalu ada buat Vivi.Ibu selalu bisa bikin Vivi senang."
"Sama-sama,nak."Kata bu Asmi mengelus lengan Vivi.
Tiba-tiba sebuah motor berhenti di halaman rumah bu Asmi.Mata mereka langsung tertuju kesana."
"Permisi bu,ini mau ngantar galonnya."Katanya meletakkan galon di teras,tepat di depan Vivi dan bu Asmi.Ternyata dia adalah Andika.
"Oh iya.Tunggu bentar yah ibu ambilkan uangnya!"
Mata Andika memandang kesana kemari,sementara ibu Asmi mengambil uang ke dalam untuk bayarannya.Vivi juga pura-pura tidak peduli dengan keberadaan Andika disana,mereka sama-sama mengalihkan pandangan mereka.Tiba-tiba pandangan mereka bertemu.Vivi spontan memegang hidungnya salah tingkah,sementara Andika menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf yah nak,lama!" Ibu menyodorkan uangnya.
"Iya gapapa bu."Katanya mengambil uang dengan sangat sopan.
"Makasih bu.Kalau gitu saya pamit yah,bu?"
"Iya nak."
Tatapan mata Andika masih terngiang-ngiang di pikiran Vivi.Diam-diam ia tersipu malu.
__ADS_1
"Kenapa nak?"Tanya bu Asmi yang ternyata memperhatikannya.
"Gapapa bu."
"Andika ganteng yah!"
Jantung vivi tiba-tiba tersentak mendengar ucapan bu Asmi.Wajahnya memerah.
"Em...engga bu."
"Ganteng tau!"Goda bu Asmi.
"Ibuuu."
"Tapi emang ganteng loh."
"Iya bu,ganteng."
"Nah kan,ngaku juga."
"Hahhah..ibuuu."Kata Vivi manja.Ia malu pada bu Asmi.
"Kalau suka diajak kenalan dong!"
"Gak lah bu,Vivi malu."
"Ih..gapapa loh.Dia itu emang pendiem.Jadi kayaknya kamu aja yang ngajak kenalan duluan."
"pendiem?"
"Iya,ga suka basa-basi gitu.paling juga kalau ibu becanda dia cuman senyum gitu."
"Oh yah? Tapi emang keliatan sih."
"Dia itu anak ketiga dari tiga bersaudara.Ayahnya udah meninggal sejak 6 tahun yang lalu."
"eum gitu."Vivi mengangguk.
"Iyah nak.Lain kali coba deh kamu yang ngajak dia ngobrol duluan,kayaknya dia bakalan mau kalau sama yang seumuran,apalagi kamu kan cantik."
"Ahh...Ibu bisa aja."Wajah Vivi makin merah lagi.
"Dia baru lulus dua tahun.kamu?"
"Aku udah 3 tahun bu."
"Ya gapapalah sama berondong.beda dikit juga.hahaha".bu Asmi terus menggoda Vivi.
"Bu...aku jadi malu."
"hahah..yauda kamu udah makan belum?"
"Belum sih,bu."
"Ibu juga.Ini ibu mau makan dulu.Ayo makan bareng ibu aja."
"Ga us.."
__ADS_1
"Ibu kecewa kalo ditolak."
"Yauda deh ibu baikkk."Vivi ikut bu Asmi masuk ke rumahnya dan makan siang bersama.