
Satu minggu sudah kepergian mama,Vivi akhirnya pergi dari kampung untuk melanjutkan hidupnya yang berantakan itu.Merasa kesepian di keramaian,itulah yang ia rasakan.Bahkan,ia juga tidak dapat pastikan bahwa ia bisa menjalani hidupnya selanjutnya.Baginya kini hidupnya sudah hancur berantakan dan tidak layak untuk dijalani.Putus asa,yah..bisa dikatakan saat ini dia sudah putus asa.Bahkan setelah dia nanti pergi,dia tidak ingin kembali lagi ke kampungnya ini.Karena tidak akan ada yang akan ia temui.Baginya tidak ada lagi tempat untuk pulang.
Ia kembali ke rumah tante Andini dan Om Yoga untuk mengambil barang-barangnya.
"Kamu udah balik,nak?"Kata tante memeluknya dengan penuh kasih sayang.
"Iyah tante."Sahutnya tidak bisa menahan air matanya.
"Yang sabar yah nak?Kamu harus tetap semangat."
"Iyah,Nak.Jangan pernah merasa sendiri.Ada tante dan om disini sebagai keluarga kamu."Lanjut om Yoga menenangkan Vivi.Vivi hanya menangis.
"Kamu jangan sedih lagi yah,nak?Kan masih ada tante disini.Anggap aja tante ini mama kamu.Kamu panggil mama mulai sekarang yah?"
"Ga tan.Aku gabisa.Aku cuman punya satu mama yang siapapun ga bisa gantikan di hidup aku.Sekarang aku akan kemasin barang-barang aku.
"Kamu mau kemana?"Tanya om Yoga.
"Entah lah om.Intinya aku akan pergi ke tempat yang jauh."
"Kamu beneran ga mau tinggal sama om dan tante,Vi?Kamu mau ninggalin tante?Kamu tau ga gimana bahagianya tante saat kamu hadir di keluarga tante?Dan sekarang kamu hancurin bahagia tante itu.Kamu tega nak?"Tante menangis.
"Maafin Vivi,tante.Tapi Vivi benar-benar udah mikirin baik-baik kok.Aku yakin orang baik kayak tante dan om akan ketemu orang baik juga."
"Ga ada yang sebaik Vivi."Sahut om Yoga.Tante mengangguk.
"Maaf yah om,tante.Vivi gabisa."Vivi langsung menuju kamarnya di lantai dua dan mengemasi barang-barangnya.
...****************...
Satu malam berlalu.Pagi ini Vivi sudah benar-benar siap.Ia menurunkan kopernya.Tante dan om sudah menunggu di ruang tamu.Wajah tante terlihat sangat sedih seolah tak ingin berpisah dari Vivi yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.Om Yoga memeluknya sambil mengelus bahunya.
"Aku berangkat yah Tan,om!"
"Kasih tau sama tante dan om setelah ini kamu akan pindah kemana?"
__ADS_1
"Vivi juga belum tau Om.Tapi Vivi akan baik-baik aja.Om dan tante gausah khawatir yah?"
"Kamu jangan lupa mengabari tante dan om yah,nak?Om dan tante bakal kangen bangat sama Vivi."
"Iyah,tan.Vivi bakal sering-sering ngabarin tante sama om."
"Dan satu lagi nak.Kalau kamu butuh bantuan,butuh uang atau butuh apa-apa jangan pernah sungkan bilang sama om dan tante."
"Iyah om.Makasih banyak yah om,tan.Vivi berangkat."
"Iyah nak,hati-hati."Jawabnya bersamaan.
...****************...
Setelah melalui perjalanan yang jauh,akhirnya Vivi sampai di sampai di palembang.Dia memutuskan untuk tinggal di luar kota.Tinggal di tempat yang dia sama sekali tidak kenal dengan siapapun disana.Ia ingin memulai hidup yang baru.Kakanya pun tidak tau kalau dia pindah ke kota itu.Ia mengganti nomor hp dan semua akun sosmednya.Ia ingin menghilang dari semua orang yang ia kenal.
Untuk malam ini ia akan menginap di hotel dan besok akan mencari tempat dimana ia akan tinggal dan membuka usaha.Vivi berbaring di tempat tidur memandangi langit-langit kamarnya.Ingin menangisi nasibnya namun air matanya sudah kering.Akhirnya ia tertidur.
Pagi harinya ia terbangun,tubuhnya terasa pegal semua.Ia langsung mandi dan berangkat mencari tempat tinggalnya.
Nasib baik berpihak padanya,masih tengah hari ia sudah menemukan tempat yang tepat untuknya tinggal sekaligus membuka usaha kosmetik kecil-kecilan.Rumah yang cukup besar dan tidak jauh dari kota.Ada sedikit senyum di bibirnya.
Mulai membersihkan rumah yang sepertinya sudah lumayan lama tidak ditinggali dengan semangat.Membesihkan dari sudut ke sudut,sisi ke sisi,langit-langit dan lantai rumah itu.Dari depan ,kamar,kamar mandi dan dapur.Dan terakhir pekarangannya yang sudah bertebaran banyak sampah dan mulai ditumbuhi rumput.
Di dalam benar-bebar kosong.Tidak ada perabotan atau peralatan dapur sekalipun.Sehingga Vivi harus belanja barang-barang ia perlukan untuk rumah itu.Malam ini ia terpaksa tidur beralaskan kardus bekas.
...****************...
Bangun di pagi hari,Vivi langsung mandi dan bersiap untuk berbelanja.Ketika keluar dari rumahnya seorang ibu paruh baya sedang berdiri di depan pintu rumahnya,sepertinya ingin mengetok namun Vivi sudah keburu membuka pintu.Keduanya sama-sama terkejut.
"Ehhh..Duh...kaget bangat."
"Maaf ya nak,pagi-pagi udah ganggu."
"Gapapa kok,bu.Ada apa yah?"
__ADS_1
"Em..Ibu tinggal di rumah yang itu"Katanya menunjukkan rumah yang berada di samping rumah Vivi.
"Oh gitu.Berarti kita tetanggaan yah,bu?"
"iyah.Panggil aja Bu Asmi."
"Iyah bu.Aku Vivi bu."Kata Nevi mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Ini ibu bawa sarapan buat kamu,Ibu pikir di rumah kamu belom lengkap peralatannya kan?Jadi ibu buatkan makanan.Cuman bubur sih."
"Waduh...ngerepotin ibu jadinya.Makasih yah bu!"
"Sama-sama nak.Di makan yah mumpung masih hangat"
katanya tersenyum lembut.
"Iyah,bu.Sekali lagi terimakasih."
"Oh yah,Kamu tinggal sendiri?"
"Iyah bu."
"Oh gitu.Kayaknya kamu mau bepergian yah,nak?"
"Iyah bu.Mau belanja peralatan sama perlengkapan rumah."
"iya iya.Kalau gitu ibu pamit yah?Nanti kita lanjut ngobrolnya.Semoga bisa jadi tetangga yang akrab."
"Baik,bu."jawabnya tersenyum.
Bu Asmi pun berlalu.Nevi melihati makanan yang diberikan oleh ibu Asmi.
"Jadi teringat sama mama.mama juga dulu suka bangat bikin bubur buat sarapan aku sama kakak.Jadi kangen bangat sama mama dan kakak.Pengen peluk mama".Katanya meneteskan air mata.
"Kakak gimana kabarnya yah?Maafin yah ka,Vivi sekarang mau menghilang dari kakak dan semua orang yang pernah Vivi kenal.Vivi mau memulai hidup baru dengan orang-orang baru disini.Kakak gausah khawatir,aku akan baik-baik aja.Ini aja Vivi udah ketemu orang baik barusan.Semoga hidup aku makin baik ke depannya."
__ADS_1
Vivipun kembali masuk kerumah dan menikmati bubur yang diberikan oleh bu Asmi,tetangga barunya.